অরণ্যক হলিডে রিসোর্ট রাঙামাটি সম্পর্কে বিভিন্ন তথ্য ও উপাত্ত/About Aron...

seen from United States
seen from China
seen from China
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Argentina

seen from Saudi Arabia
seen from Germany
seen from Malaysia
seen from United States
seen from China

seen from Poland
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Poland
seen from Japan
seen from Germany
seen from United States

seen from United States
অরণ্যক হলিডে রিসোর্ট রাঙামাটি সম্পর্কে বিভিন্ন তথ্য ও উপাত্ত/About Aron...
Traveler's Message! @valorealm . . #travelblogger #travelphotography #traveltheworld #travelzone #travelgoals #travelgram #traveler #travelers #travelquote #travelquotes #europe #europetrip #europe_greatshots #europe_vacations #usaroadtrip #usatravel #newyorklife #likelike #likeforlikes #like4likes #follow #follow_me #followthispage #followthisaccount #followme #followfollow #followtofollow #follow4follows #follow4followback #followforlikes https://www.instagram.com/p/CGHHAYtHYbD/?igshid=1c8k8u0hoxudt
Hi there how are you all doing? Good great job and I like to introduce myself. My name is Lee Clarke I am a travel agent with Evolution Travel. I'm specialised in a few areas and I have completed the Disney Knowledge awards. I am also a athlete which I have completed around 30 races in the UK and overseas. Been living in in Bedford UK for around 19 years now I moved down to Bedford from Crewe which is in Cheshire. I lost my mother when I was 16 so I'm doing this for my mother has she is watching from heaven. 😇 I have been to Spain, Cyprus and Greece and can't wait to visit more countries. I'm also a born again Christian I found my love for God in Crewe when I was 17 I love you and want to help has many people out as I can coz my heavenly father would. I've been in network Marketing for a few months now around 9 months and I will not go back. Are you interested in Disney trips, Adventure travel trips, are you looking for a solo trip or group trip, looking for a honeymoon whatever I have a team which can help you with sorting out your travel. 🛫✈️ #Travel #bedfordtravelagent #travelzone #believeinyourself #SuccessTRAIN #leadership #instabizweek https://www.instagram.com/p/BtvK5eZll2V/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=16tnt1sd4zmb0
Photo by: @iamdocgelo #Rio #Brazil #travelz0ne #travelzone (at Rio de Janeiro, Brazil)
I named it, 12 hours insane trip!
Ada Risky Summerbee di telinga saya. Berbisik 'Well I can still see you standing by the road It’s a feeling like yours that feels like mine I want to stroll that road again, someday I will And when the eyes meet and we’re walking and talking…' . Saya pasti adalah satu dari puluhan mungkin ratusan orang yang mengagumi suara khas Risky dan saya juga mungkin satu dari beberapa orang yang sangat jatuh cinta pada suara akordion yang saya duga dipacu oleh dua tangan Erwin Zubyan dalam intro Track 1 dalam album the place I wanna go tersebut.
Tapi hari minggu lalu, Romantisme dengan 'she flies tomorrow' begitu berbeda. Betapa fokus saya pada suara Risky, tapi ada debur yang menggoda. Merayu atau bahkan memaksa saya untuk juga mendengarkan deburnya yang menghantam karang. Kadang dia 'ngambek', tak hanya karang, ia pun melempar saya dengan percikan air. Ada bukit tinggi menjulang di kanan kiri, seperti memelototi saya. Ada ombak di kejauhan yang sudah pamer riak. Ahh..
Saat itu saya memang sedang berada di Pantai Siung, kurang lebih 99 KM dari kota Jogja (Saya melihat speedometer motor saya. hahhaa). Bagaimana saya bisa terdampar dan di sini? Lalu ada si ombak yang mengganggu waktu saya dan 'she flies tomorrow'.
Ombak menghantam karang di pantai Siung, Purwodadi, Tepus, Gunung Kidul
Minggu pagi (18/3), saya sudah menggedor pintu kos Dodot, teman kuliah saya. Sebelumnya kita memang sudah janjian untuk menjelajah beberapa pantai berpasir putih di Gunung kidul, bagian selatan DIJ yang langsung menghadap ke Samudera Hindia. I named it, 12 hours insane trip!
Berbekal duit beberapa puluh ribu rupiah dan motor berbensin, saya melaju motor menuju pantai-pantai tersebut yang memakan waktu hampir 3 jam perjalanan. Saya adalah orang yang tidak gampang lelah saat memacu kuda besi. Berapa jam pun saya tahan di medan seperti apapun.
Jalan menuju pantai-pantai yang menjadi idola baru para wisatawan tersebut memerlukan sense of driving yang cukup mumpuni. Jalan yang mendaki dan berliku tidak cocok bagi pemula. Untungnya saya sudah terbiasa, apalagi jalan cukup mulus.
Meski sudah beberapa kali ke situ, saya tetap tidak pernah hapal jalan. Begitu pun si Dodot, padahal dia mengaku pernah KKN di Gunung Kidul :)). Beruntungnya, Dishub cukup cakap dalam menata petunjuk jalan. Tidak ada masalah.
Setelah dua jam perjalanan, kami berhenti di Wonosari. Ibukota kabupaten Gunung Kidul untuk sarapan. Kami masih belum tahu mau kemana. Ada banyak pantai di sana: Baron, Kukup, Drini, Sepanjang, Watukodok, Krakal, Indrayanti, Sundak, Siung, Watuombo, Sadeng dan beberapa lain yang mungkin belum terkenal. Saya mengecek sudah pernah ke Baron, Kukup dan Drini. Dodot sudah menikmati birunya Baron, kukup, sepanjang. Kita sepakat satu pantai; SUNDAK!
Tiga jam naik turun, belok kanan kiri, melalui hutan yang sepi, akhirnya sampai di pembayaran retribusi. Dengan Rp. 10 ribu, saya kira bukan alasan bersungut-sungut untuk bercinta dengan biru.
Rapatan Pertama; Drini.
Ada beberapa cirikhas yang membedakan pantai di gunung kidul dengan Bantul dan Kulonprogo meskipun ketiganya berada di pesisir selatan pulau Jawa. Di gunung kidul setiap pantai di apit oleh bukit (saya tidak tahu apa nama tepatnya. Tapi ketika saya belajar waktu SD, daratan yang menjorok ke laut disebut tanjung). Sedangkan di dua kabupaten lain, laut cenderung berpasir hitam dan lepas, tidak ada tanjung atau bukit.
Saat saya menapakkan kaki di pasir putih Drini, saya melihat air surut. Biasanya, ketika pagi air masih pasang. Mata saya langsung tertuju pada tangga yang mengarah ke atas bukit di sebelah barat pantai. Kami pun mendaki bukit itu. Walau saya harus ngos-ngos san setengah mati, tapi samudra hindia tak pernah ingkar janji. Wonderful! Sayang langit mendung.
Rapatan Kedua: Siung
Cerita ke siung ini agak unik. Kami tidak memasukkan sedikit pun agenda untuk menuju pantai yang paling gagah menurut versi saya ini. Awalnya, kami hendak ke Indrayanti yang berjarak 5 KM dari Drini. Sayangnya ketika sampai disana, kami menunda melihat pantai tersebut begitu sesak pengunjung. Indrayanti menurut pengamatan saya dikelola oleh investor. dan di manajemen dengan menarik, ada cottage dan gazebo-gazebo serta disiapkan menu-menu yang saya yakin berharga Wah!. Berbeda dengan pantai lain yang sangat khas kelolaan masyarakat lokal.
Akhirnya kami bingung. Tiba-tiba si Dodot bilang: ke Siung aja yuk. Siung itu terkenal tauk di Internet sebagai pesonal alam baru yogyakarta. Saya sumpah ngakak dengan pernyataan itu, tapi saya ikuti saja. Sepertinya memang menarik.
Dua pelancong miskin ingin sekali membeli topi lebar di depan pantai Indrayanti. Ditawarkan oleh mas penjualnya 30 ribu. Kami tawar 15 ribu. Di tolak. Naikin 20 ribu, Ditolak juga. Akhirnya si dodok menyerah dan menuju motor, dengan harapan mas penjual akan Iba dan merelakan topi itu seharga 20 ribu. Ternyata gak di panggil juga. Sial!
Kami pun beranjak ke pantai siung. Ternyata cukup jauh. 17 KM dari Indrayanti. dengan jalan berbukit yang lebih banyak. Kami tiba dengan perasaan kecewa! Kok kayaknya sama aja dengan pantai yang lain.. Tunggu dulu, perasaan kecewa itu hanya berlangsung beberapa menit saja.
Kami melihat ada banyak orang menuju bukit dengan puncak hamparan padang rumput seperti di lapangan bola. Saya melihat ada pasangan yang sedang melakukan foto pra wedding,di ujung bukit. Saya dan dodot memutuskan untuk ke situ. Kami terus berjalan. Semakin dekat kaki bukit, saya semakin ragu untuk naik. Menjulang sekali....!!! As Po said stairs was his old enemy. So do I, Po.
Dodot terus membujuk, saya terus keluarkan jurus menolak :)). Akhirnya kami berhenti di karang sebelum kaki bukit. Foto dan bercinta dengan She Flies Tomorrow. lalu memutuskan gagal untuk ke atas bukut dan memilih untuk berkonteplasi di atas bukit :P
Merasa hari sudah cukup panas. Kami menuju Rapatan ketiga: Indrayanti
Kami kembali ke Indrayanti. Hanya duduk di pantai yang sangat ramai. Mengejek orang-orang yang lewat. Seolah kami yang paling sempurna. Dan tidak mengambil foto karena sudah terlalu lelah.
Pukul 14.00 lebih, kami memutuskan pulang dan menyempatkan membeli buah Srikaya di tepi jalan karena saya penasaran rasanya seperti apa :)))
Saya sudah wanti-wanti pada Dodot kalau saya ingin ke sebuah resto di daerah Bukit Bintang. Karena ngiler view yang ada di Display Picture BBM teman saya. Setelah mengulik informasi tentang resto tersebut mulai dari letak hingga harganya kami pun caw! Dua jam berlalu, kami tiba ditempat tersebut. Another wonderful spot :)
Rencananya saya dan Dodot mau nongkrong sampai nunggu sunset. Tapi sunset batal datang karena diganggu si awan hitam yang sedang berarak dari selatan menuju utara tapi melalu barat dan menutupi jingga.
Saya pacu motor saya menuruni bukit. Di bawah lampu kota sudah menanti kami yang bermuka merah karena terpanggang mentari. Jam 19.00 tiba di kos Dodot. Tepat 12 jam kami melakukan trip. Dengan kalkulasi kasar selama 6 jam dihabiskan di jalan hingga pantat tepos.
Selamat malam. Sampai Jumpa di Trip berikutnya :)
Jogjakarta, 19 Maret 2012
Ada Ballad of The Cliche di kuping saya :)