Denim is Back! Gaya Lama yang Kembali Jadi Favorit Gen Z
Akhir-akhir ini aku sering banget lihat denim di mana-mana — dari TikTok, Instagram, sampai street style di kafe-kafe. Rasanya denim lagi comeback besar-besaran, terutama di kalangan Gen Z. Mulai dari jaket oversized, celana wide-leg, dress denim, sampai rok maxi denim, semuanya tiba-tiba terasa relevan lagi.
Lucunya, denim ini kan sebenarnya bahan yang udah lama banget ada. Dulu awalnya dipakai buat baju kerja karena kuat dan tahan lama. Tapi lama-lama berubah jadi ikon fashion, apalagi di era 70–90-an. Aku masih ingat (atau mungkin cuma sering lihat di foto-foto lama), gaya denim head-to-toe itu dulu sempat jadi simbol kebebasan dan ekspresi diri.
Sekarang, Gen Z bawa napas baru buat denim. Mereka lebih berani mix and match — memadukan jeans dengan blazer, corset, atau bahkan bahan satin. Ada yang tampil retro, ada juga yang futuristik banget. Yang menarik, tren denim kali ini juga terasa lebih sadar lingkungan. Banyak brand dan kreator muda yang bikin denim daur ulang atau upcycle dari bahan lama jadi sesuatu yang fresh dan unik.
Buatku, denim itu semacam simbol bahwa gaya lama bisa hidup lagi — asal dibawa dengan cara yang jujur dan relevan. Jadi kalau kamu masih punya jeans lama yang dulu disimpan karena “udah nggak tren,” mungkin sekarang saatnya dikeluarkan lagi. Karena ya, denim kayaknya memang nggak pernah benar-benar hilang.










