MALANGTODAY.NET - Kampung tematik, menjadi garda terdepan pembangunan pariwisata Kota Malang. Setelah munculnya Kampung Warna-Warni, Jodipan, kini, pertumbuhan kampung bertema khusus itu pun semakin banyak. Tak hanya yang menyuguhkan arena berswafoto saja, namun ada juga yang menawarkan wisata religi. Seperti kampung religi Kayu Tangan misalnya, yang baru saja dicetuskan oleh Walikota Malang beserta masyarakat penggagasnya. Walikota Malang, M. Anton menyampaikan, pembangunan Kampung Tematik yang masif dilakukan di Kota Malang telah berdampak positif kepada masyarakat. Karenanya, lingkungan yang kumuh kini menjadi semakin bersih dan banyak menarik perhatian berbagai wisatawan. Baik turis asing maupun dari dalam negeri sendiri. [caption id="attachment_88882" align="alignnone" width="696"] Walikota Malang ketika hadir dalam acara Karya Bhakti TNI, Polri, Pemerintah Kota, BUMN, swasta dan masyarakat di Kampung Warna Warni dan Tridi Kota Malang (Ist)[/caption] Pria yang akrab disapa Abah Anton ini menegaskan, saat ini keberadaan kampung tematik di Kota Malang menjadi percontohan baik di tingkat nasional bahkan internasional. Keberadaan Kampung Warna-warni dan Kampung Tridi yang sukses menyedot banyak wisatawan harus terus dijaga bersama khususnya dalam hal ini masalah kebersihan lingkungannya. "Menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama dan saya mengapresiasi peran dari TNI, Polri, OPD dan seluruh elemen yang sudah membantu kegiatan ini," katanya ketika hadir dalam acara Karya Bhakti TNI, Polri, Pemerintah Kota, BUMN, swasta dan masyarakat di Kampung Warna Warni dan Tridi Kota Malang. [caption id="attachment_88879" align="alignnone" width="696"] Kampung Tematik, Warna-Warni, Jodipan. (ist)[/caption] Dalam kegiatan yang dihadiri Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Inf Nurul Yakin, Kapolres Malang Kota, AKBP Khoiruddin Hasibuan, Kepala OPD dan unsur lembaga lainnya itu, Abah Anton juga berpesan kepada masyarakat agar terus berinovasi dalam membangun kampung menjadi kampung tematik yang berdampak positif bagi warga sekitar. "Inovasi yang akan ada di Kampung Warna-warni dan Kampung Tridi adalah jembatan kaca yang saat ini masih dalam proses. Jembatan itu hasil bantuan dari Indana dan non APBD. Harapannya jembatan kaca ini menjadi destinasi wisata dan menarik wisatawan," ujar Abah Anton. Bukan itu saja, dia juga menuturkan pembangunan di kawasan Jalan Ijen dengan menggunakan dana Non-APBD. Harapannya dengan adanya pembangunan pada berbagai titik itulah Kota Malang bisa berdampak positif bagi masyarakat. "Bahkan diseberang Kampung Warna-warni ini akan dibangun Kampung Arema yang bisa menjadi destinasi wisata juga. Pemerintah berharap Kota Malang ini bisa berkembang dengan baik dari tahun ke tahun," pungkasnya.