Tudang Sipulung dan Wisuda Bunda Sayang Ibu Profesional Sulawesi
Sebuah syair arab mengatakan:
"Seorang Ibu tak ubahnya adalah sekolah. Bila kita mempersiapkan sekolah itu secara baik, berarti kita telah mempersiapkan suatu bangsa dengan generasi emas"
Ada haru yang menyeruak berkumpul bersama para ibu pembelajar disini. Menyaksikan mereka terus belajar dan bertumbuh di tengah peran mereka sebagai seorang istri. Melihat kelas Bunda sayang wisuda. Saya tahu untuk sampai di tahap bunda sayang mereka adalah orang yang luar biasa, berhasil mengerjakan tantangan level 1-10 selama setahun. Keren kan :D. Padahal tidak sedikit dari mereka adalah yang bekerja di Ranah Publik. Di IIP kami diajarkan bahwa semua Ibu adalah bekerja baik itu bekerja di ranah domestik maupun ranah publik. Yanh membedakan hanyalah sejauh apa kesungguhan kita menjalani setiap pilihan putusan yang telah kita ambil. Justru peran ganda ibu adalah kekuatan maha dasyat.
Menjadi bagian dari keluarga Institut Ibu Profesional adalah sebuah syukur yang tak terkira. Meskipun saya dan beberapa teman di dalamnya belum mendapatkan gelar sebagai istri dan ibu, namun ternyata kami menyadari pentingnya ilmu untuk menyiapkan masa tersebut. Mulai dari adab menuntut ilmu bahkan dipelajari disini, tujuannya agar kita paham posisi sebagai pembelajar, biar ilmunya juga berkah kan.
Dulu pas masih kuliah sarjana sering risih kalau diajak ikut seminar pra nikah dsb. Bagi saya kita kan masih pembelajar, belum ada pikiran ke sana juga. Akan tahu pada masanya. Paparku kepada beberapa teman. Namun setelah akhirnya saya bergabung di Institut Ibu Profesional yang merupakan komunitas yang diinisiasi oleh Ibu Septi Peni Wulandari, seorang Ibu yang berhasil mendidik 3 anak yang masya allah luar biasa. Sejak itu mindset saya berubah dan berjuang lah saya mengikuti seleksi dan akhirnya dinyatakan lulus Matrikulasi Batch 6.
Mereka ada ibu-ibu luar biasa dari berbagai macam profesi, teman-teman yang kesibukan juga masya allah. Belajar di IIP juga membuka pikiran kami bahwa pernikahan bukanlah hal mudah seperti beberapa meme instagram tentang nikah muda, atau sinetron yang buat baper berbagai kawula muda saat ini. Dia adalah ibadah seumur hidup yang perlu bekal untuk menjalaninya, bukan hanya karena melihat feed social media yang semuanya tentang kebahagiaan.
Menjadi pembelajar prosesnya memang seumur hidup!













