Mengundang Ide Menulis
Sebab meramu kata yang dilatarkan resah tak menentu memang waktunya, maka menulislah apapun itu saat ide menemuimu.
Melahirkan tulisan tiap hari memang tak pernah mudah untukku. Sedang menyandarkan tulisan pada tiap resah telah menjadi kebiasaan bagiku. Dan lalu ini menjadi masalah tentunya saat mencita-citai menulis tiap hari kian jauh kala resah tak kunjung tiba. Jadilah aku kadang menulis dan lebih seringnya tidak.
Membaca buku kemudian menulis hal-hal penting didalamnya dan lalu kukembangkan menjadi tulisan, adalah cara pertama kuundang ide untuk bertandang. Manjur memang, sebab saat membaca sebuah buku sebenarnya kita sedang melahirkan pemahaman akan sesuatu, dan saat menuliskan hal yang kita pahami dari apa yang kita baca selain menghasilkan tulisan baru, kita juga sedang mengikat pemahaman atas hal tersebut. Namun sayangnya, ritme menulisku juga bisa tersendat bila kebiasaan membacaku menurun.
Selain menulis dengan ide yang datang melalui bacaan, akupun menjaring ide dengan memutar instrument saat memulai menulis. Tidak sembarang instrument yang kujadikan sebagai jendela untuk masuknya ide, sebab hanya instrument yang mellow saja yang mudah membuatku meramu kata. Instrument yang kuputar tersebut sebenarnya adalah caraku menghidupkan atsmosfer resah yang menjadi dorongan kuatku dalam menulis. Sebab perpaduan antara instrument dan keresahan dapat menjadikanku menulis dengan lancar dan riang.
Tetapi kadang ide-ide hadir tanpa juga kuundang, meskipun datangnya hanya beberapa deret kata dan bukan dalam banyak paragraf tentunya. Bahkan ia hadir saat aku tak sedang siap untuk menulis, yaitu saat berdiskusi dengan orang lain, saat menyaksikan beberapa penggalan drama, dan saat melakukan perjalanan. Saat itulah, notes handphone menjadi tempat kutitipkan ide yang datang.
Dan saat terbaik bagiku untuk menulis adalah malam hari, sebelum tidur. Saat itu, kugunakan untuk mengembangkan ide yang telah kuundang sebelumnya, baik dari hasil membaca, ide yang datang sendirinya ataupun karena pengamatan. Malam menjadi waktu yang tepat, sebab saat itu susana lebih hening dan resah yang kubutuhkan mudah datang.
@nabilaghaida @nurveni @puspityastory @imeespramesti














