Jodoh Pasti Bertemu
"Jika aku bukan jalanmu, kuberhenti mengharapkanmu..
Jika aku memang tercipta untukmu..
Jodoh pasti bertemu....."
Kira-kira begitu penggalan lagu si babang tampan Afgan Syahreza yang melantun diruangan kerjaku hari itu. Lagu yang dipilih random oleh teman seruanganku tanpa maksud apa-apa.
Lalu tiba-tiba handphone kami berdering serentak, sebuah pesan masuk dari grup kami. Kami sontak membukanya berbarengan, dan ternyata isinya adalah sebuah undangan. Seorang kawan lama akan menikah, dulu dia adalah bahagian dari tim kami lalu kemudian memilih resign dan bekerja di salah satu perusahaan negara.
"Kakak-kakak tabe' doakan saya akan menikah sabtu tanggal 5 Mei di Gedung A Pukul 10.00 wita, bila berkenaan hadir saya pasti akan sangat senang sekali.." begitu kira-kira isi pesannya. Rupanya pernikahannya dilangsungkan diluar kota tepatnya di tanah kelahiran calon pengantin perempuan.
"Itu di Palu yah dek? Doaku besertamu, semoga jadi keluarga yang sakinah mawaddah dan warahmah. Maaf tidak bisa hadir.." jawab kak Odin
"Samawa dinda, maaf tidak bisa hadir juga.." jawab yang lain berbarengan.
Kami memang tidak bisa hadir karena lokasinya terlampau jauh dan jadwalnya hari kerja. Kami tentu saja tidak bisa mengabaikan tanggung jawab kami di kantor kala itu.
Selepas berbalas pesan, salah seorang diantara kami membuka perbincangan.
"Itu bukan cewek yang selama ini dipacari Rian kan?" Tanya kak Tito
"Bukan kak, cewek yang dipacari Rian udah lama mutusin dia. Jaman-jaman dia galau aku dan Yudi jadi tempat curhatnya kok.."
"Oh..jadi ini bukan pacarnya Rian yang dulu? Si mahasiswi bawel itu?" Celetuk kak Odin. Ya..gadis yang akan dinikahi Rian memang bukan orang yang selama ini kami kenal. Si bawel dan manja Tasya, mereka putus ditengah jalan entah karena apa. Tak apa jika Rian toh tak bersama Tasya, akupun tak begitu menyukainya. Agak jahat yah..hahahaha
Lalu cerita pun mengalir dengan sendirinya, ternyata beberapa diantara kami pun mengalami hal yang serupa. Kak Tito mengawali ceritanya, berpacaran LDR dengan mantan kekasihnya yang bekerja di Jogjakarta. Bahkan kak Tito sudah sering mondar mandir Makassar - Jogja demi sang kekasih yang akhirnya harus berakhir dengan perpisahan. Lalu pada suatu ketika kak Tito bertemu dengan Diandra, seorang gadis yang usianya terpaut 5 tahun dari kak Tito. Mereka berkenalan tidak sampai setahun lalu memutuskan menikah dan kini sudah memiliki sepasang buah hati. Rahasia Allah itu memang luar biasa yah, bertahun-tahun menjalin kasih jodoh kak Tito ternyata orang yang baru dikenalnya.
Lain kisah dengan kak Abdi, beliau hanya mengenal seorang wanita sepanjang karirnya di Makassar. Alhamdulillah gadis itu yang kini menjadi ibu dari anak-anaknya. Jodoh Allah ternyata berpihak padanya, kekasihnya menjadi istrinya kini.
Lalu apa kabar aku? Hmm..aku bisa dibilang salah satu orang yang gagal serupa kak Tito. Berpacaran kurang lebih 4 tahun ternyata kami tak berujung pelaminan. Ada banyak hal yang akhirnya membuat kami harus memutuskan untuk berpisah. Perdebatan dan perbedaan yang kian rumit membuat kami mengakhiri hubungan dengan akhir yang tidak bahagia. Mungkin bisa dibilang ini kisah tak sempurna, tapi aku percaya ini jalan yang Allah tuliskan untukku dan dirinya. Bertemu untuk berpisah dan saling menemukan jalan kami masing-masing.
Kini aku masih mendengarkan lagu Afgan tersebut dan masih meyakini bahwa "Jodoh Pasti Bertemu". Kini hanya perkara waktu dan ijin Sang pemilik semesta, hingga akhirnya aku dipertemukan dengan calon imamku kelak. Tak apa sendiri dulu untuk terus memperbaiki diri, kelak Allah akan mempertemukanku dengan orang yang tepat di waktu yang tepat. Amiin..














