Hai..
Aku kembali menyapa
Setelah sekian purnama tidak pernah hadir. Aku tidak pernah melupakanmu. Hanya saja rasanya disini terasa terlalu sepi. Tapi tenang sesibuk apapun aku, aku akan tetap pulang.
Hari ini..
Adalah hari spesial dalam hidup aku. Hari dimana aku terlahir ke dunia ini dengan penuh tangisan dan canda tawa keluarga menanti kehadiranku. Itu adalah gambaran 29 tahun yang lalu.
Dimana saat itu muslim sedunia sedang merayakan puasa ramadhan. Keluargaku merayakan hadirnya anggota baru yang melengkapi mereka.
Hari ini tepat 29 tahun.
Rasanya baru kemarin aku dikatain anak bandel karena menyusu terlalu lama. Rasanya baru kemaren aku menerima hadiah juara satu kenaikan kelas. Rasanya baru kemaren aku nangis di pondok karena kangen rumah. Rasanya baru kemaren aku menerima hadiah lulusan terbaik di madrasah tsanawiyah. Rasanya baru kemaren aku sibuk menghafal kitab jurumiyah, alfiyah juga belajar misbahuzzolam. Rasanya baru kemaren aku merasakan kehilangan luar biasa karena musibah kebakaran. Rasanya baru kemarin aku keterima snmptn perguruan tinggi negeri di ciputat. Rasanya baru kemaren aku tes darussunnah yang mesti gagal diawal. Rasanya baru kemarin aku lulus sebagai wisudawan terbaik fakultas. Rasanya baru kemarin aku merasakan capeknya lari-larian ngejar kereta karena sibuk berangkat kerja. Rasanya baru kemarin aku sidang takhrij untuk aku yang minim sekali bahasa arab. Rasanya baru kemarin aku akhirnya memutuskan untuk mengajar meski bukan jurusan perkuliahanku. Rasanya baru kemarin aku menikah. Rasanya baru kemarin aku menanti-nanti kehadiran anak pertama. Rasanya baru kemarin ..
Ternyata kini sudah ada dua buah hati kesayangan yang menemani ceritaku setiap harinya.
Kini di hari spesial dalam hidupku.
Aku hanya ingin berterimakasih dan meminta maaf.
Terimakasih karena sudah bertahan dengan perjuangan-perjuangan yang telah dilewati. Terimakasih sudah berusaha semaksimal mungkin.
Dan aku minta maaf belum bisa mengajak diri ini lebih baik lagi. Pasti. Harus lebih baik lagi dari hari ini. Harus lebih rajin lagi ibadah dan tirakatnya.
Rasanya sudah tidak lagi mengharapkan apapun, kejutan apapun dari oranglain bahkan dari orang terdekat sekalipun. Karena berekspektasi terlalu tinggi rentan sekali dengan kecewa.
Aku sudah berdamai dengan hal itu. :)
Sekarang saatnya memikirkan diri sendiri. Mau dibawa kemana kelak ?
Mimpi-mimpimu suatu saat harus terwujud laila 😊
Hingga pada akhirnya hanya pada diri sendirilah kita merayakan hari paling spesial dalam hidup kita.
Terimakasih 💕









