Menjadi sederhana
Aku selalu berusaha membuatmu jadi sederhana.
Seperti, alih-alih bilang rindu aku akan menggantinya menjadi "di mana?" lalu satu jam kemudian kita sudah bertemu. Karena aku tidak lagi pandai menyusun kata, maka yang kurasa begitu saja kukata. Lalu berubah menjadi yang paling sederhana mencintaimu. Seperti yang bisa saja terdengar "Kenapa tidak pasang alarm?...", "Kenapa nggak telpon dulu?..." berubah menjadi "Yaudah"
Aku menjadikannya sederhana karena bagimu, cinta seharusnya tidak perlu banyak tenaga. Dan apa yang seharusnya pada tempatnya tidak perlu susah payah direncana, sebab semesta selalu berjalan seperti maunya. Terima kasih karena selalu yakin dengan itu. Bahkan saat yang dia mau sama sekali tidak ada dalam rencanaku.
Terima kasih telah mengizinkanku menjadikanmu sederhana. Sesederhana percaya bahwa kita tidak ditakdirkan bersama.
-Ririnsetya
Januari, 2020










