Pregnancy notes (1)
Pertama kali aku tau aku hamil adalah tanggal 24 Maret 2024 - biasanya aku mens emang selalu tepat waktu, paling cuma lebih-kurang 1-2 hari aja. Sempet ngerasain sakit-sakit perut kaya mau mens gitu tapi nggak - habis itu beli testpack di Guardian. Cuma satu aja. Coba ngetes pagi-pagi dan ternyata garisnya dua. Nangis dulu sedikit sebelum ngabarin Gio karena.... walau memang ingin punya anak segera, tapi ternyata tetap aja ada rasa ragu sama diri sendiri - aku bisa nggak ya? Aku siap nggak ya? Jadi orang tua?
Minggu depannya pulang ke Bandung karena mau ke obgyn bareng Mama untuk USG pertama kali. Sabtu-Sabtu, cuma ada satu dokter doang yang praktek dan aku dapet nomor terakhir :) Lama banget nunggunya. Udah gitu pas dokternya mulai USG, komennya: "Ini bayi tabung?"
Pertanyaan yang cukup di luar nurul karena hah banget, terus aku bilang "Nggak dok."
"Dua ini kayaknya."
Rasanya campur aduk banget. Kayak I don't know what to feel. Bener-bener nggak kebayang sama sekali. Abis itu kata dokter harus USG transvaginal karena ukurannya masih terlalu kecil (6w) jadi akan lebih akurat kalau dari dalam. Setelah USG itu, dokternya bilang "Wah iya ini bener dua."
Abis itu mau nanya apa juga nggak tahu. Buyar semua. Sama-sama tak bisa berkata-kata sama Mama. Sama dokternya dikasih tau aja kalau hamil kembar itu risiko tinggi, so many things can go wrong - bisa nanti vanishing twin, twin to twin transfusion syndrome (kalau identik 1 plasenta 1 ketuban), mual hebat, dan harus siap-siap aja kalau jadi sering masuk RS. Sungguh informatif dan agak terlalu bikin parno sih sebenernya.
Cuma yaudah buat aku sih itu emang porsi edukasi dari doi sebagai dokter aja, dan bagus juga sih buat aku jadi tau aja upfront what to expect dari kehamilan ini. Lagipula waktu itu masih belum kelihatan kantung janinnya, jadi belum tahu juga apakah benar jadi hamil kembar, satu aja, atau malah nggak berkembang.
Rasanya kesiapan hati dan semua rencana yang sudah aku susun rapi langsung buyar berantakan. Aku menyiapkan hatiku untuk jadi ibu dari satu bayi, bukan dua. Aku punya rencana ini-itu, mau lesin alat musik segala macam, sudah membayangkan antar-jemput satu anak ke tempat les, bukan dua.
Langsung aku mikir - bisa nggak ya aku? Siap nggak ya aku? Berarti semuanya harus dikali dua? SPP kali dua, stroller kali dua, baby crib kali dua, lesnya gimana? Sanggup nggak ya aku?
Jujur takut gimana nanti kalau mereka nggak akur terus jadi saingan, berantem terus kayak Tasya-Tasyi (ril).
Akhirnya sambil nunggu dipanggil kasir untuk bayar, menangislah aku di kursi Borromeus sana. Khawatir banget dan jadi nggak yakin sama diri sendiri. Ibu aku juga jadi ikutan nangis wkokwow katanya jadi khawatir juga sama aku karena kok dari yang diceritakan di dokter itu, sepertinya kehamilan ini akan berat.
(Spoiler alert: alhamdulillah enggak berat)
Dan inilah foto pertama Lumi dan Isla di perut Mama waktu umur 6 minggu:







