PEWDIEPIE GREEN SCREEN COMPETITION
Bagi kalian pecinta video games pastinya tidak asing dengan PewDiePie! Ya, Felix Kjellberg atau yang biasa kita kenal sebagai PewDiePie adalah seorang komentator video games di Youtube yang sekaligus merupakan salah satu dari sekian banyak youtubers yang telah merasakan popularitas dan kesuksesan atas video – video yang telah Ia unggah pada akun Youtubenya. Kjellberg merupakan youtuber dengan jumlah pelanggan atau subscribers paling banyak di Youtube saat ini. Pada 21 Mei 2017, akun PewDiePie telah memiliki 55.107.601 orang subscribers, dan terus mengalami peningkatan jumlah subscribers kurang lebih sebanyak 1000 hingga 2000 orang setiap harinya. Tak hanya itu, Kjellberg juga telah meraup keuntungan yang fantastis berkat Youtube, yakni sebanyak $15 juta sepanjang tahun 2016. Selain Youtube, Ia kemudian memperlebar sayapnya dengan membuat web series bekerja sama dengan Youtube dan Disney yang berjudul “Scare PewDiePie” di Youtube Red dan menerbitkan buku berjudul “This Book Loves You” bagi para penggemar setianya. Tak heran bahwa dirinya seringkali dijuluki sebagai “The King of Youtube”.
(Sumber Gambar: http://variety.com/t/pewdiepie/)
Pada pertengahan tahun 2016 kemarin, Kjellberg membuat sebuah kompetisi yang Ia tujukan bagi para penonton setianya di Youtube, yakni “PewDiePie Green Screen Competition”. Khusus untuk ajang kompetisi tersebut, Kjellberg menyiapkan sebuah video di mana Ia memeragakan berbagai aksi beserta percakapan di depan sebuah green screen. Video tersebut kemudian harus di-edit oleh para peserta kompetisi tersebut sehingga menghasilkan video - video baru yang lucu dan menghibur. Video - video yang terpilih kemudian akan ditampilkan pada video kompilasi pada akun Youtube PewDiePie sendiri sebagai bentuk interaksi dan apresiasi antara PewDiePie dengan para penggemarnya tersebut. Dan hasilnya? Lucu - lucu banget! Dijamin bikin kita semua terhibur! Gak percaya? Coba tengok video di bawah ini dulu:
“PewDiePie Green Screen Competition” sebagai Bentuk dari Remix Culture
Fenomena “PewDiePie Green Screen Competition” ini merupakan salah satu contoh yang relevan yang mampu mengilustrasikan teori Habermas, Castell dan Lesig di era web 2.0 ini bagaimana komunikasi digital dan new media platform meningkatkan partisipasi budaya serta bagaimana kebijakan budaya mempengaruhi perilaku budaya pengguna yang menghasilkan dan konsumen dalam budaya konvergensi digital (Valtysson, 2010). Di dalam era konvergensi seperti sekarang ini, batasan antara produser dan konsumen mejadi memudar. Konsumen seperti online-user sekarang sudah dapat menciptakan kontennya sendiri. Hal ini dapat digambarkan dari Green Screen Competition ini, antar online-user membuat video dan menyebarkannya sendiri ke online-user lainnya. PewDiePie sebagai produsen video mentahan yang siap di-edit pun menjadi konsumen dari video - video hasil editan peserta kompetisi tersebut, kemudian PewDiePie memproduksi kembali sebuah video berupa kompilasi - kompilasi video buatan para peserta. It’s a never-ending loops.
Hasil video dari kompetisi ini juga merepresentasikan apa yang dinamakan dengan budaya mash-up yang merupakan sarana untuk remixed dan remade dari adanya sesuatu yang sudah ada. Jadi disini, video menggunakan Green Screen menjadi awal dari banyaknya video yang di unggah dengan memodifikasi video awal dengan ide dasar yang sama. Variasi dari video yang menggunakan green screen dengan tema yang berbeda ini membangun eksistensi dari Green Screen Competition karena ketika video ini di unggah lalu disebar, maka orang-orang akan banyak yang melihatnya terutama di era digital seperti sekarang ini. Green Screen Competition ini bersifat repetisi dalam penyebarannya karena menjadi viral dan banyak orang yang mengikutinya. Green Screen Competition ini tersebar melalui iconophilia, dimana video yang di tunjukkan untuk green screen competition yang di lihat lalu menjadikan orang tersebut ingin melakukan hal yang sama dengan tema yang berbeda. Hal ini mangadosi nilai copy dan original, copy karena kita menggunakan ide dasar yang sama yaitu green screen dan original karena kita menggunakan tema dan objek yang berbeda.
Fenomena Green Screen Competition dengan memanfaatkan platform Youtube ini dapat dilihat sebagai sebuah produk yang masuk ke dalam involvement model atau model yang mengutamakan keterlibatan dan juga menerapkan content as conversation, dimana para penggemar dari PewDiePie tersebut dapat menciptakan konversasi yang berkelanjutan dari konten atau video awal yang telah diciptakan. Dengan itu, kompetisi ini dapat dilihat sebagai perwujudan penerapan dari era produsage atau user-led content creation di saat ini karena berdasar pada rezim premisif atau ‘serba boleh’, dimana dalam kasus ini, PewDiePie justru secara sengaja memperbolehkan para peserta kompetisi untuk melakukan apa saja pada kontennya dan ‘mewadahi’ terjadinya pengembangan dan peningkatan konten yang berkelanjutan atau bersifat unfinished.
Kompetisi ini menjadi salah satu contoh dari sekian banyak fenomena yang menggambarkan bahwa melalui internet, para pengguna kini tidak hanya berperan sebagai penikmat konten semata, melainkan dapat pula secara mudah terlibat sebagai produser sehingga memunculkan istilah pengguna sebagai prosumers.
Shiga, J. (2007). Copy-and-Persist: The Logic of Mash-Up Culture.
http://remote-lib.ui.ac.id:6321/doi/full/10.1080/07393180701262685. Di akses 21 Mei 2017
Valtysson, B. (2010). Access culture: Web 2.0 and cultural participation.