7 DALIL UMAT ISLAM DKI DALAM MEMILIH GUBERNUR (bagian ke-6) 4. PERNAHKAH ADA GUBERNUR NON-ISLAM DALAM SEJARAH KHILAFAH ISLAM? ADA. Dalam sejarah kekhilafahan Islam, seorang non-muslim pernah diangkat menjadi pemimpin ( jika melihat konteks sekarang, menjadi Perdana Menteri ) untuk mengadakan delegasi kekhilafahan yang ada pada waktu itu. Pada masa Khalifah Mu'awiyah telah diangkat sebagai bendahara seorang PENDETA KRISTEN dari Damaskus yaitu PENDETA JOHN. Sejarah mencatat bahwa di dibawah kekuasaan Sultan Buwayhiyah, Mentri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, serta Menteri Keuangannya seringkali adalah orang Kristen. Di bawah kekuasaan Khalifah Abbasiyah ke-16 al-Mu'tadhid, seorang Kristen taat bernama Umar bin Yusuf diangkat sebagai Gubernur Provinsi al-Anbar, Irak. Nash bin Harun juga seorang Kristen, bahkan dipercaya menjadi perdana menteri di masa Adud ad-Daulah ( 949 -982 M ), penguasa terbesar Dinasti Buyid di Iran. Di bidang militer, tentara muslim lebih dari sekali dipimpin oleh seorang jendral Kristen; contohnya seperti pada masa Khalifah Abbasiyah ke-15 al-Mu'tamid dan Khalifah ke-18 al-Muqtadir, komando dipercayakan kepada perwira militer Kristen. Demikian pula zaman Khilafah Umayyah di Andalusia, Spanyol. Ada tokoh Yahudi bernama Hasdai bin Saphrut yang dilantik oleh Khalifah Abdurahman III. Pada 949 M, dia ditugasi memimpin delegasi mewakili kekhalifahan Cordoba untuk melakukan pelbagai negosiasi yang tidak mudah dengan pihak asing. Kahlidah Umayyah, yang pada saat itu telah 20 tahun memisahkan diri dari Baghdad, tertarik mengadakan kerja sama strategi dengan kaisar Byzantium di Konstantinopel. Kerajaan Kristen Timur yang berbahasa Arab memiliki musuh bersama, yakni kerajaan Abbasiyah di Baghdad yang dianggap menjadi ancaman bagi kedua kekhalifahan Umayyah. Rahmatan Lil Alamin (bersambung) #TolakPolitisasiAgama #LawanPembodohan #JihadLawanFitnah #CerdasBeriman #UlamaAsliNU #SaveNKRI (di Palestine)













