Meskipun @kh_zainularifin berlatar belakang Suku Pesisi (dari bapaknya Ramali Pohan) serta suku Mandailing dari ibunya, Siti Baiyah Nasution) namun bagaimanapun latar belakang budaya suku Batak termasuk unsur budaya yang ikut memengaruhi kehidupan KH Zainul Arifin. Menarik untuk dicermati acara adat Batak yang berlangsung di Jakarta sebagaimana dilaporkan oleh @davidmanalu dalam status FB nya. So proud of my heritage, kudos dohot mauliate hupasat tu lae Torang Mt Sitorus utk koleksi nya tentang artifak Batak yg tak ternilai harganya dari sigale-gale pupet, tarombo dan pustaha (silsilah dan kalender serta segala macam informasi ditulis di daun lontar) alat2 dapur, alat2 musik ,alat2 tempur hingga aksesories dan kecantikan yg sudah berumur ratusan tahun . sehingga dapat dinikmati oleh generasi muda Batak (terutama yg 'dale' spt saya ) dan masyarakat pd umumnya. Terutama tentang Ulos (Batak's traditional clothing) yg sudah menjadi bagian dr cycle kehidupan seorang Batak sedari dalam kandungan (7 bulanan diberikan ulos bintang maratur sampai meninggal - ulos ragi idup - tergantung status yg meninggal) semua jelas dipaparkan didalam buku yg baru diluncurkan O Tano Batak, sebuah event yg bukan saja menampilkan bidaya Batak semata tetapi.menjadi parhelatan budaya ciri bangsa Indonesia yg majemuk. Acara diakhiri dengan penampilan Band Maxima, yg membawakan lagu2 Batak klasik dan modern .dibawah pimpinan Lae ku Michael Hutagaol Hutagaol dan Ito ku Sarah Irawati Situmorang yg memang passionate dengan lagu2 dan budaya Batak . Semoga masih ada lagi event2 budaya seperti ini kedepan . Malam ini Sarinah Manortor .... Horas3x . #otanobatak #ulosbatak #gondangbatak #manalu (at Sarinah Thamrin Jakarta Pusat) https://www.instagram.com/p/Ce87LmrvTZI/?igshid=NGJjMDIxMWI=


















