Allah menjawab doaku.
Akhir november ku menghubungi seorang kawan dekat. Kami chat seperti biasanya dan dia memberi kabar akan pergi berangkat ke tanah suci untuk menjalankan umroh. Perjalanan yang begitu mendadak baginya karena memang sebelumnya pun dia tidak merencanakan perjalanan tersebut dari jauh-jauh hari.
Deg..Ada sesuatu yang membuatku terdiam ketika mendengar kabar tersebut. Saat itu aku pun membatin.
" Ya Allah, ku juga ingin mengunjungi rumahMu "
Aku pun sempat terdiam lama. Ku merenungi kenyataan bahwa ku sudah diberikan kesempatan mengunjungi beberapa tempat tetapi ku belum pernah menjejakan kaki di Baitullah. Akhirnya Perasaan untuk bertamu ke kota suci pun begitu menggebu-gebu..
Aku juga ingin kesana ya Allah.
Lalu, 5 hari kemudian saat ku sedang tidak enak badan, pusing bukan kepalang, serta badan rasanya gak karuan, sambil berbaring ku iseng membuka salah satu aplikasi di handphoneku untuk mengecek harga tiket pesawat tujuan rute kemana saja. Terkejut ketika ku melihat harga tiket pulang pergi dengan rute Jakarta-Madinah yang begitu murahnya.
Dan dari hal itulah Allah mengatur dan menjawab doa ku dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Ya hanya hitungan 5 hari doa ku sudah terjawab olehNya.
Di hari itu, tiket pesawat untuk ke kota suci sudah ada ditanganku.
2 Bulan penantian, Akhirnya awal Februari hingga pertengahan Februari ku diperkenankan bertamu ke dua kota suci, Mekkah dan Madinah. Berbagai rasa berbuncah tak karuan. Bahagia, sedih, haru, dan berdebar-debar pun menjadi satu. Saat itu dengan percaya diri nya, tak ada isak tangis saat ku menjejakan kaki ini di kota Madinah. Akan Tetapi, setelah berada dalam gelap, Berbaring untuk beristirahat, ternyata tumpah juga semua rasa itu dalam sebuah tangisan. Akhirnya ku bisa mengunjungi tanah yang bersejarah ini. Terimakasih ya Rabb.
Begitu pun ketika ku melihat Kabah untuk pertama kalinya. Sungguh bahagia dan sangat berdebar-debar rasanya. Tak ada isak tangis kala pertama kali menatap bangunan Kabah tersebut. Kala itu ku fokus untuk menjalankan umroh pertamaku. Hanya rasa bahagia yang membuncah gak karuan. Rasa bahagia itu terekam dalam memoriku sehingga saat diri ini tawaf, ku hanya bisa senyum-senyum sendiri di tengah keramaian orang-orang yang berjalanan mengitari Kabah sambil memanjatkan doa.
Akan tetapi, Ternyata, isak tangis itu "baru" tiba di hari setelahnya. Di pagi hari menjelang Shubuh, Entah kenapa air mata selalu mengalir saat melihat Kabah yang berdiri dengan kokohnya. Ku tak kuasa menahan airmata tersebut. Entahlah, ada apa dengan diri ini disaat itu. Yang kutahu, selama dua hari tersebut rasanya ku tak bisa melihat Kabah tanpa air mata yang terus menerus mengalir. dua hari berturut-turut seperti itu. Batinku dalam hati, cengeng sekali aku.
Terimakasih ya Allah. Kau telah mengizinkan ku untuk banyak-banyak bertobat dan berdoa di rumahMu. Terimakasih atas segala nikmat yang Engkau berikan hingga hari ini kepada diriku dan keluargaku.
Sampaikan lah diriku kembali bersama keluargaku untuk bisa mengunjungi tanah suciMu lagi ya Rabb.
رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَاَدْ خِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ. يَاعَزِيْزُ يَاغَفَّارُ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa neraka Dan masukkanlah kami ke dalam surga bersama orang-orang yang berbuat baik, wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Pengampun dan Tuhan yang menguasai seluruh alam









