Mengurus Sendiri Visa ke Inggris (UK)
Setelah rencana Euro Trip tertunda beberapa tahun, akhirnya di Oktober 2015 cita-cita masa kecil untuk mengunjungi Inggris pun terwujud. Walaupun belum berkesempatan mewujudkan keliling Eropah, tapi ke London pun saya sudah bahagia. Kenapa gue sangat terobsesi dengan Inggris? Ya, blog post ini cukup mewakili alasan untuk mengunjungi Inggris.
Awal cerita dari UK trip ini adalah waktu gue pergi ke Garuda Travel Fair bulan Maret / April kemarin. Awalnya sih cuma iseng-iseng aja mau lihat tiket murah, begitu sampai di sana entah ada trigger apa, gue pun mengunjungi booth Dwidaya Tour, tanya tiket ke London, dan.... langsung beli tanpa pikir panjang. Ya lagian kalau kebanyakan dipikir-pikir, malah ntar nggak berangkat-berangkat. Harga tiket ke London pp dengan Garuda Indonesia waktu itu adalah USD 984. Memantapkan niat untuk pergi, akhirnya terbeli lah tiket ke London tanggal 17 – 24 Oktober 2015. Kenapa tanggal itu yang nggak ada libur? Ya karena gue mau ulang tahun pas di London. Simply just because I can.
Beberapa bulan kemudian, tiba lah bulan Agustus 2015. Dan gue baru heboh mau memperpanjang paspor karena paspor gue akan habis masa berlakunya di November 2015. Selagi membuat paspor, gue pun mempersiapkan persyaratan untuk apply visa UK. Yang harus disiapkan jauh-jauh hari adalah KTP, akte kelahiran, dan kartu keluarga, translated in English by sworn translator. Untuk itu, gue pun menghubungi Worldnet Translation Service di [email protected] untuk jasa penerjemah. Harga per lembar dokumen Rp 80.000,- dan pengerjaannya 2 hari. Dan akhirnya, gue pun punya KTP, akte, dan kartu keluarga dalam bahasa Inggris.
Jangan lupa juga untuk meminta surat referensi bank yang menyatakan kalau kita punya rekening di bank yang bersangkutan, dan ditujukan ke Kedutaan Besar Inggris. Kalau di bank gue, BNI Syariah, surat referensi bank harus diminta ke bank tempat kita membuka rekening (alias di Solo buat gue). Biayanya 100 ribu, cukup bawa KTP dan buku tabungan ke bank, dan karena gue diwakilkan mintanya di Solo, jadi harus bikin surat kuasa. Jangan lupa juga kasih tau ke bank alamat kedutaan yang kita tuju. Waktu itu gue nggak bikin surat permohonan referensi bank, jadi alamat kedutaan yang ditulis oleh bank salah. Tapi untungnya sih tidak jadi masalah.
Selain itu, kita juga harus membuat surat sponsor visa atau keterangan kerja yang ditandatangani oleh atasan kita. Contoh suratnya bisa dilihat di sini. Untuk surat keterangan kerja jangan lupa ditegaskan kalau kita ke Inggris memang cuma untuk berlibur dan bukan untuk mencari pekerjaan di sana, atau mencari om-om British. Pihak kedutaan sebenarnya cuma ingin memastikan kalau kita pasti akan kembali ke Indonesia.
Apply visa UK harus mengisi form di http://visa4uk.fco.gov.uk/, setelah buat akun di sana, nanti kita harus menjawab banyak *sekali* pertanyaan yang menurut gue lebih membingungkan dari soal ujian. Biaya visa UK ini USD 136, yang harus dibayar dengan kartu kredit. Isi dari form visa UK ini adalah :
Part 1 > Passport and Travel Information Di bagian ini yang harus diisi antara lain nama, tempat tanggal lahir, nomor paspor, apakah ini paspor pertama yang dimiliki, traveling ke UK seorang diri atau nggak, kapan sampai di UK, berapa lama di sana, alamat tinggal di UK. Karena harus isi alamat, kita bisa booking penginapan dulu di www.booking.com, pilih yang pay later dan free cancellation.
Part 2 > Personal Details and Travel History Kita harus ngisi permanent residential address dan berapa lama tinggal di alamat ini. Selain itu ada Travel History yang harus kita isi, pertanyaannya di antaranya apa kita pernah ke UK dalam 10 tahun terakhir, apa pernah ditolak waktu apply visa ke suatu negara, pernah traveling ke mana saja selain UK selama 10 tahun terakhir, apa pernah terlibat tindakan kriminal, apa pernah jadi anggota organisasi teroris (seriously?), apa pernah mendukung terorisme, dan sebagainya.
Part 3 > Family Details Ini bagian paling gampang di mana hanya perlu mengisi data keluarga, seperti nama dan tempat tanggal lahir orang tua.
Part 4 > Employment and Income Okay, ini sebenarnya bagian yang paling membingungkan. Awalnya yang harus diisi cuma gaji sebulan (dalam GBP), nama kantor, jabatan, jenis pekerjaan, alamat kantor, tanggal mulai bekerja. Lalu ada pertanyaan tentang Income and Expenditure, yang bikin gue pusing gimana jawaban yang paling baik agar visa gue diterima. Di bagian ini kita ditanya apa punya tabungan, berapa jumlahnya, berapa pengeluaran sebulan, apa ada penghasilan yang kita berikan kepada anggota keluarga lain, berapa biaya yang kita tanggung untuk trip ke UK, berapa uang yang kita punya untuk trip ini, biaya tiket, akomodasi, biaya hidup, apa ada yang membiayai selama di UK. Semuanya dijawab dalam GBP. Dan penghasilan kita kalau dikonversi ke GBP tentu terlihat sedikit sekali -____- Anyway, untuk rekening yang gue punya di tabungan sekitar 2500 GBP / 50-an juta. Dan tembus kok visanya, jadi nggak perlu beratus-ratus juta lah buat ke Inggris.
Part 5 > Family and Friends in the UK Di bagian ini kita ngisi apa yang akan kita lakukan di UK. Jawab aja traveling, visiting touristy places, visiting historical places, visiting Harry Potter Studio (YA!), visiting football stadiums, looking for experiences to write on personal blog, dan sebagainya. Kalau kita punya teman atau keluarga di UK, kita bisa masukin datanya. Gampangnya sih jawab No saja.
Part 6 > Medical Treatment Bagian paling singkat yang menanyakan apa pernah berobat di UK, tinggal dijawab No.
Part 7 > Additional Information Bagian ini menanyakan apakah ada informasi lain untuk dijadikan pertimbangan dalam aplikasi visa. Kalau jawaban gue kurang lebih begini : I have been working as .... in .... for .... years. My current status as full-time employee gives me annual leave for 12 days a year. With my annual leave, for these past few years I have traveled to several countries using my personal fund. The purpose of my trip to UK is for holiday and to get more traveling experiences.
Then you’re almost done, and the last part is answering Visa Confirmation Questions yang menanyakan apakah ada rencana untuk kerja di UK, apa tujuan ke UK untuk tinggal dengan keluarga di sana, dan apakah ada rencana untuk sekolah di UK.
Phew.. Setelah selesai menjawab semua pertanyaan gue pun membuat waktu appointment yang gue pilih di hari berikutnya yaitu hari Jumat tanggal 28 Agustus 2015 jam 13.50, print form aplikasi visa, print appointment confirmation, lalu mempersiapkan dokumen-dokumen pendukung.
Keesokan harinya, selepas istirahat makan siang, gue pun menuju ke VFS Jakarta Visa Application Centre di Kuningan City Mall Lantai 2. Yang gue bawa ke sana : - Print out appointment confirmation - Print out form aplikasi visa yang sudah ditandatangani - Paspor baru dan paspor lama - Dokumen-dokumen pendukung, yaitu: tiket PP ke London; KTP, KK, dan akte kelahiran dalam bahasa Inggris; surat keterangan kerja yang ditandatangani manajer, surat referensi bank, slip gaji dan rekening koran 6 bulan terakhir, konfirmasi booking penginapan. - Pas foto 4,5 x 3,5 cm sejumlah 2
Dengan diantarkan bapak-bapak GrabBike, gue pun sampai di Kuningan City jam 13.45. Langsung ke VFS, gue disuruh nunggu sebentar, lalu jam 14.00 gue masuk ke dalam, dicek paspor dan application confirmation, ambil nomor antrian, nunggu sebentar, dan langsung submit dokumen. Proses submit dokumen berjalan dengan lancar, alhamdulillah sih dokumen gue nggak kurang apa pun. Gue ditanya, pilih layanan prioritas yang cuma 3-5 hari atau regular yang 15 hari. Kalau prioritas biayanya tambah sekitar 2 jutaan kalau tidak salah, dan sekarang sudah nggak hanya yang punya visa Schengen yang bisa apply priority visa, semua paspor sudah bisa. Karena waktu keberangkatan gue masih Oktober, gue pun ambil yang reguler. Ditanya mau pakai layanan SMS atau tidak dengan nambah 25 ribu, ya udah lah nambah aja biar puas. Setelah selesai submit, gue nunggu sebentar untuk dipanggil buat ngambil sidik jari dan foto. Mas-mas yang ngambil sidik jari waktu itu ganteng. Tekan aja deh mas, tekan....
Proses aplikasi visa ini nggak lama, sebelum jam 15.00 gue udah selesai dan balik ke kantor lagi. Sorenya gue dapat SMS kalau aplikasi visa gue udah dikirim ke Manila. Oke, dan mulai lah gue harus bersabar dan deg-degan menunggu 3 minggu untuk kepastian apakah gue jadi berkunjung ke negaranya Om Benedict ini.
2 Minggu Kemudian....
Tanggal 15 September gue dapat e-mail dari British Embassy di Manila, yang isinya :
A decision has been made on your application... A decision....
Kenapa sok misterius banget sih!! Gue pun semaking deg-degan karena belum ada kepastian visa gue diterima atau nggak. Gue coba googling, ternyata setelah dapat email sok misterius ini kita harus nunggu kurang lebih seminggu untuk dapat e-mail lagi yang mengatakan paspor kita sudah bisa diambil. Berhari-hari gue harap-harap cemas lihat inbox e-mail, sampai akhirnya tanggal 21 September gue pun dapat e-mail ini :
Yes! Paspor gue sudah bisa diambil hari itu juga! Siangnya gue pun langsung menuju Kuningan City diantar bapak-bapak Gojek. Gue udah deg-degan aja mau ambil paspor. Begitu paspor gue pegang, masih di dalam amplop, langsung gue buka amplop itu, cek halaman visa gue, dan.... alhamdulillah gue jadi ke Inggris!!!
Foto yang dipake untuk visa itu foto yang diambil di VFS.
Inggris, cita-cita masa kecil gue! Mas-mas British, wait for meee~~
Special thanks to:
1. Mz Ariev (backpackstory.me), yang sudah memberikan inspirasi untuk mengisi form aplikasi visa.
2. Bapak-bapak GrabBike dan Gojek yang sudah mengantarkan gue bolak-balik untuk apply visa ini. Tanpa bapak-bapak ini, nggak mungkin gue semudah ini bisa pergi ke Inggris.











