Vitsin, Morgunov and Nikulin by Максим Сардушкин ( Sardushkin Maxim ) https://www.artstation.com/artwork/0nYRLV
seen from Yemen

seen from China
seen from Ukraine
seen from United States
seen from Austria
seen from United Kingdom
seen from Egypt
seen from Switzerland
seen from Azerbaijan

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from Yemen
seen from China
seen from United States
seen from France
seen from China
seen from Yemen
seen from United States
seen from Germany

seen from United States
Vitsin, Morgunov and Nikulin by Максим Сардушкин ( Sardushkin Maxim ) https://www.artstation.com/artwork/0nYRLV
Georgy Mikhailovich Vitsin was a Soviet comic actor.
Ini namanya 'Pembodohan'
Tak kuasa menahan rontaan lambung sore itu, dalam proses mobilisasi menuju Lapbas setelah merampungkan diskusi review materi diklat terpusat, pandangan mata saya pun jatuh pada sebuah tulisan pada gerobak depan Taman Ganesha: Lumpia Basah (goyang lidah). Seketika saya menghentikan langkah di samping gerobak dan memesan seporsi lumpia basah.
Setelah bertahun-tahun-tahun-demi-tahun memesan makanan (apapun) tanpa kontaminasi vitsin, saat itu saya pikir sekali-sekali mungkin sah-sah saja (nyoba) dipakein vitsin.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya si Emang memasakkan lumpia basah untuk saya dan satu pelanggan lain. Di saat itulah saya menyaksikan dengan mata-telanjang, si Emang menaburkan tiga sendok-teh vitsin ke dalam campuran isi lumpia saya. Glek. Tak ada yang dapat saya lakukan untuk menghentikan si Emang, selain menelan ludah. Apa boleh baut, beras sudah menjadi nasi.
Hangat-hangat-panas-cepat saya menghabiskan lumpia basah, sebelum diklat sore kembali dimulai. Singkat cerita, lumpia habis, diklat selesai, saya pun kembali ke rumah.
Rupanya, kenikmatan lumpia basah sore tadi tidak lalu begitu saja. TENGG TENGG TENGGG, efeknya langsung kerasa. Kepala saya nggeliyeng tiada tara!!!
Gila si Mamang gila. Mencampurkan TIGA sendok-teh vitsin ke dalam campuran lumpia tiap (dua) porsinya?! Takaran yang tidak sedikit! Ngga kira-kira. Ini namanya Pembodohan! Bagaimana bisa kepandaian dan daya serap otak yang Anda latih bertahun-tahun sirna begitu saja hanya karena seporsi Lumpia (vitsin) Basah?
NB: Sampai saya mengetikkan postingan ini pun kepala saya masih cenat-cenut.