Mahacinta - part 3
Musim telah berlalu dan masa pun telah berganti. Awan hitam nan kelam yang dulu sempat merundungku kini tenggelam dalam dekapan. Ya! Badai sudah berlalu, badai pasti berlalu. Menatap masa depan adalah hal yang harus aku lakukan saat ini. Membulatkan tekad, meluruskan niat, memupuk semangat untuk kembali menggapai mimpi yang lebih tinggi dengan orang-orang yang telah membersamaiku sejak dulu. Dengan mereka yang selalu setia merangkulku dalam terpuruk dan binaranku. Terimakasih Tuhan. Terimakasih untuk tetap menyanggaku saat aku berada di titik terlemahku. Terimakasih telah datang saat hatiku gundah tak menentu. Terimakasih atas kasih sayang yang luar biasa dahsyat yang telah Kau limpahkan padaku. Terimakasih atas penjagaan pada ikatan diantara kami. Terimakasih pejuangku, para laskar Vox Magistra yang terus memelukku erat dengan tiada keluh dan penat. Terimakasih atas segala pengabdian dan ketulusan kalian untuk menjadikanku seperti saat ini. Tetaplah bersamaku menghadapi dunia, mengumandangkan gita-gita dalam harmoni dan simfoni yang terangkai apik disetiap bait nada, bernyanyilah dengan hati dan sampaikanlah dengan cinta. You rise me up to more than I can be.









