Good Deeds Need No Spotlight
True kindness flourishes behind the scenes and does not require validation, which helps prevent disappointment.
Stranger Things
todays bird

pixel skylines
Cosimo Galluzzi
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

izzy's playlists!

祝日 / Permanent Vacation
sheepfilms
almost home
Monterey Bay Aquarium
YOU ARE THE REASON

No title available
Alisa U Zemlji Chuda
trying on a metaphor

@theartofmadeline
KIROKAZE
Misplaced Lens Cap
AnasAbdin

titsay
NASA
seen from United States

seen from Poland

seen from South Africa
seen from United States

seen from India
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
@putrinaluritappsp
Good Deeds Need No Spotlight
True kindness flourishes behind the scenes and does not require validation, which helps prevent disappointment.
Keberadaanmu
Jika nanti kamu datang ke dalam hidupku. Datanglah dalam keadaan yang paling jujur. Tidak perlu menampakkan diri sebagai seorang yang sempurna, karena aku lelah jika harus tidak menjadi diriku yang sebenarnya.
Jika nanti kamu kebingungan membuat keputusan. Aku bisa membantumu dengan mempersilakanmu mengajukan pertanyaan. Aku memiliki jawabannya. Dan kamu, memiliki keputusanmu. Sama-sama kita sudah dewasa, jika memang jawaban yang kita dapati tidak membuat kita memantapkan hati. Tidak perlu beralasan agar tidak menyakiti. Kita sudah terbiasa kecewa, bukan?
Jika nanti kamu takut salah mengambil keputusan. Mungkin, ketakutanmu itu bisa dituliskan. Sejak awal kamu datang dan mengajukan penawaran. Ketakutanmu bisa jadi memang ada dalam hidupku. Tapi, besar kemungkinan, ketakutan itu hanya ada di dalam pikiranmu.
Sebab kita sama-sama tahu, kita sudah cukup dewasa untuk bisa mengenal dan membaca pertanda. Akan nampak bodoh sekali jika kita tidak menggunakan logika, hanya mengandalkan rasa yang mudah berubah-ubah suasana.
Jika nanti kamu memilih untuk tetap tinggal dalam hidupku. Ingat-ingat bahwa itu adalah keputusanmu. Tidak ada yang memaksamu untuk mengambilnya. Maka, aku menghargainya dengan bersedia menerima keberadaanmu.
Hidup ini mungkin tidak semudah bayangan kita saat nanti dijalani. Tapi, kita tahu, tidak ada di antara kita yang akan saling menghalangi dan menyakiti. Kita berusaha untuk bahagiakan diri, dengan begitu, kita bisa saling membahagiakan. Bukankah kita sudah sepakat untuk demikian?
Sayangnya, sampai hari ini, aku masih bertanya-tanya tentang keberadaanmu.
Untuk Anak Lelakiku, Rasendriya
Hari ini, tepat 5 tahun yang lalu
Kamu menjadikanku seorang ibu
Setelah negosiasi panjang dengan Tuhanmu,
Setelah Dia tunjukkan bagaimana potret kehidupanmu di dunia kelak,
Kau tetap memilih dan mempercayaiku menjadi ibumu, bundamu..
Aku masih ingat,
Sejak ruhmu ditiupkan di bulan ke empat,
Saat itu juga aku tahu, akan ada seseorang yang mencintaiku seumur hidupnya bahkan sejak hari pertama ia dilahirkan
Terimakasih ya nak, sudah hadir menyejukkan hati, menunjukkan cinta kasih yang tulus meski bunda belum sempurna dan banyak kurangnya
Tumbuhlah sehat, jadilah baik, bijak, bahagia dan beruntung di dunia maupun di akhirat
Kesholihanmulah nak yang kelak kunantikan menjadi penerang jalanku kembali pada-Nya
Ya Rabb, dengan segala kerendahan hati dan dengan berbagai untaian doa yang setiap hari kulangitkan,
Dekatkanlah anakku pada takdir baiknya, jauhkanlah ia dari takdir buruknya, temani langkahnya dan tuntun kehidupannya..
Engkaulah sebaik-baik penjagaan..
Terimakasih Ya Allah aku sangat bersyukur atas anakku, Rasen..
Alhamdulillah, alhamdulillahirabbil’alamin 🤍
8 Desember 2025
CHRISTINA PERRI - YOU ARE MY SUNSHINE [Lyric Video]
Tidak semua gelisah bisa diceritakan pada orang lain. Cukup dirasa sendiri, pulihkan sediri. Menceritakannya hanya akan membuka goresan lama menganga kembali, tanpa solusi bahkan kadang mengiris lebih dalam karena ekspektasi pemulihan tidak kita jumpai pada mereka. Tidak ada yang bisa membantu menjadi tenang dan ikhlas kecuali diri sendiri. Tidak siapapun.
Sebuah afirmasi, dear me..
Mengutarakan apa yang kamu mau adalah hak mu, perkara orang lain mengabulkan atau tidak, itu urusan mereka.
Tapi.. Jika mengutarakannya saja membuatmu dianggap sebagai si tukang banyak menuntut, ketahuilah, mereka belum satu frekuensi dengan mu, kamu pun akan berpikiran dirimu sedang dihakimi oleh mereka.
Padahal ketika kamu menganggap mereka sedang menghakimimu, saat itu juga kamu pun menghakimi mereka sebagai orang yang suka menghakimi.
Hukum sebab akibat. Perkataan oranglain pun sama, adalah hak mereka.
Keputusan ada ditanganmu, menganggap mereka sebagai angin lalu dan menikmati bentuk kebahagiaanmu sendiri, atau memilih berkutat dengan kubangan keruh pendapat orang lain yang seringkali membuatmu jatuh.
Yang merendahkan biarkan mereka melayang dengan argumen tinggi mereka.
Yang menyepelekan biarkan mereka menari dengan kesombongan mereka.
Yang menguatkan, selamanya mampu memahamimu tanpa perlu bertanya mengapa dan bagaimana.
Karena mengerti tidak selamanya dapat diungkapkan dengan kata-kata melainkan perbuatan hangat dan meneduhkan yang bisa beriringan tanpa saling membenturkan diri satu sama lain.
Tidak ada yang patut diturut kecuali hatimu sendiri. Ia yang lebih tahu mana bisa kau andalkan maupun tidak.
Berhenti menggantungkan diri pada penerimaan oranglain. Karena tidak selamanya kamu bersama mereka. Yang akan engkau bawa menemani saat jatuh dan bangkitmu adalah dirimu sendiri. Berterimakasihlah pada dirimu sendiri, karena ia tetap setia menjadi tangguh meski harus ditempa sedemikian rupa. Bersyukurlah, karena hati dan pikiranmu masih bisa diajak bekerja sama, mereka tidak mati, mereka tetap menyala meski dunia tidak berpihak kepadamu.
13/2/2019
Alpa
Satu hal yang aku sadari dan pelajari hari ini, pada akhirnya kepercayaan terhadap oranglain hanya sebatas cimitan garam, tidak lebih. Tidak patut dan lucu rasanya membentang jarak pada yang seharusnya diturut. Kadang diri kita sendirilah yang justru tidak bisa dipegang kata-katanya. Tapi satu hal yang pasti, selalu ada kebaikan dalam diri seseorang di sela kealpaannya. Khusnuzon. Itu kan maksudnya?
Yang masih kupertanyakan adalah mengapa menangis menjadi semurah itu? Mana yang benar? Pertanda lemah hati? Atau setegar karang ia mampu menahan?
Surakarta, 1 Agustus 2018
One of my wishes list comes true!
Renjana
Pada kata yang tak terucap, acap kali aku terisak
Ingatanku terbata di setiap rongga udara
Melucut sendi, menyesak dada
Pedih, perih, menoreh luka
Mimosa tak setangguh perdu lainnya
Ia kan terkatup; tunduk pada sentuhan yang terjaga
Tebas terus terabas!
Terkepul lara, koyak renjana..
Surakarta, 24 April 2018
Dik, terimakasih.. Terimakasih sudah menjadi pengingat bahwa nikmat yang Allah berikan luarbiasa banyaknya. Terimakasih sudah menjadi cermin untuk senantiasa bersyukur dan menundukkan hati bahwa kita tidak mampu apa-apa kecuali atas kehendakNya. Semoga Allah meninggikan derajat kalian atas segala sakit yang diujikan. Aamiin. Fabiayyiala i rabbikuma tukadziban.. Surakarta, 21 April 2018 *ruang bermain Maya Ananta sal Melati Rumah Sakit Muwardi
Alhamdulillah. There's always something to be thankful for.
Pertama kalinya mendapati pengalaman dimana namamu tertulis di halaman terdepan sebuah buku. Meski masih ‘dkk’, meski masih berupa buku antologi, meski oleh penerbit yang entah orang mengetahuinya atau tidak, meski prosesnya belum selesai cetak dan masih antri ISBN, tetapi ini adalah hasil jerih payahmu (meski tidak sepayah itu), ini adalah wujud sayang Tuhanmu atas jalan mimpi yang kamu tunggu. Apalagi yang akan menjadi alasanmu untuk tidak bersyukur? Maka nikmat Tuhan Mu yang manakah yang akan kamu dustakan? Alhamdulillah adalah kata terbaik untuk perwujudannya. Masih membutuhkan usaha ekstra keras untuk menghapus 'meski-meski’ yang terus menghampiri, masih membutuhkan doa yang lebih ekstra untuk mewujudkan mimpi lain yang katamu masih banyak. Bersyukur dan jangan pernah berhenti untuk terus berlari. Lelah adalah manusiawi, berjalan melambat tak apa, istirahat sebentar juga tidak masalah, asal kamu masih memegang kesadaran dan terus meneguhkan hati bahwa hidup harus terus melaju. Semangat!
Hulubalang, Pangeran dan Tuan Puteri
Kuceritakan sebuah kisah, tentang hulubalang muda dan pangeran yang terjaga. Ada misi yang harus mereka selesaikan bersama. Sudah tiba masa. Sudah tiba masa. Si penjaga tuan puteri tak lagi hina dina. Ia tak perlu menghilangkan jejak pasir kusam disetiap jengkal usahanya. Hulubalang siap menjadi panglima. Pangeran sudah memeluknya. Tidak lagi ada prasangka. Meski tiga hulubalang lainnya hidup terantahberantah, kekuatan besar justru mengaliri istana. Sudah menghangat, tuan puteri dan pangeran berkudanya sudah bahagia. Panglima muda sudah siap untuk tegak berdiri pada garda terdepannya. Tidak berselisih lagi, ia justru menghamba dengan taat atas silsilah yang sudah ditambat. Sekian.
Ia yang menjajak sekejap dan mampir sekelebat waktu. Membukakan mata yang terbelenggu dari debu-debu. Memberikan jeda pada angin untuk menghempas kulit manjaku. Kota ini kecil, Nona, hanya berupa lorong dan labirin yang bisa diketahui jika dipijaki satu persatu.
Sukmanya yang meranggas, diam-diam menemukan pijarnya pada setiap lensa dan kaki kecil yang menelusuri.
Ada senyum yang tersimpul saat menyapa tanpa tanya. Ada tawa yang tergelegar dari penjaja yang ditawar harga. Ada kilauan yang menyala layaknya kerlip lampu di setiap sudut kota.
Menjadi hangat kemudian lupa dengan genangan sisa hujan semalam.
Ada dunia baru. Dunia yang bersentuhan dengan nadiku sekalipun. Dunia yang baru ku tahu setelah tirai terlolor benangnya satu persatu. Dunia yang aku intai dari lubang kecil tak kasat mata. Dunia yang harus ku niatkan sendiri untuk menjelajahinya. Karena menunggu siapa diantara mereka yang mau menjelajah bersama terlalu memakan waktu sebelum akhirnya dunia itu menjadi tabu, hilang dimakan masa.
Huyung
Dilarung bendung dalam sesak berhela
Ada eluh yang retak berperi sedan
Ia rasa jatuh saat jauh
Menggelayut yang fana hingga keruh
Semasa hilang diingat akal
Seketika jenuh direbah rindu
Yang mana terikat minta dilepas
Yang urung tunduk dipaksa meringkuk
Melenguh berkali, peluk terbagi
Kelana bertepi
Sekian sekian..
Biduk terhuyung, bergulung
Tenggelam, terdampar, remuk berangsur
Surakarta, 17 November 2018 [Dingin]
Here comes the rain again Falling from the stars Drenched in my pain again Becoming who we are As my memory rests But never forgets what I lost Wake me up when September ends Summer has come and passed The innocent can never last Wake me up when September ends Ring out the bells again Like we did when Spring began Wake me up when September ends Wake me up when September ends Wake me up when September ends
Never reply when you are angry, never make a promise when you are happy and never make a decision when you are sad.
Wiseman