Perjalanan Mendaki Gunung Sindoro Via Rumah Singa Yang Ibuknya Baik Hati Untuk Mencukupi Kebutuhan Pangan Kami Selama Di Rumahnya
Silahkan seruput teh atau kopi kalian dahulu sebelum membaca, kalau tidak ada keduanya, air putih juga sudah cukup untuk membasahi tenggorokan.
Boleh kuceritakan sedikit tentang pengalaman ku mendaki gunung sindoro bersama teman-teman? sebelum melanjutkan, harapannya tulisan ini bermanfaat, terkhusus untuk teman-teman yang ada rencana untuk mampir ke puncak sindoro. kalau tidak juga tidak masalah, karena saya hanya bisa berharap dan berusaha, ya semoga saja harapan ini diijabah oleh Allah SWT. aamiin.
Intro
Gunung Sindara, biasa disebut Sindoro, atau juga Sundoro (altitudo 3.150 meter di atas permukaan laut) merupakan sebuah gunung volkano aktif yang terletak di Jawa Tengah, Indonesia, dengan Temanggung sebagai kota terdekat. Gunung Sindara terletak berdampingan dengan Gunung Sumbing.
(copy paste dari wikipedia)
Perjalanan Via Kledung
Kalau punya teman yang tinggal di wilayah Temanggung, sangat disarankan untuk menginap di rumah teman saja, bisa makan gratis dan disuguhkan berbagai cemilian dan minuman hangat, hehehe…
Basecamp untuk memulai pendakian gunung sindoro via kledung terletak di Desa Kledung, Temanggung. kalau mau tahu lebih lengkap alamatnya, itu ada di spanduk Basecamp, zoom saja, nanti kelihatan itu alamat beserta kontaknya.
Lihat, betapa bahagianya kami karena menang undian berangkat ke Jepang dari biskuat, yudha sudah tidak sabar ingin mencicipi kue terenak di jepang, ikkeh ikkeh kue mochi.
Basecamp - Pos 1
Kami menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan dengan berjalan kaki, melewati jalan dengan bebatuan disusun setapak di antara perkebunan warga sampai batas hutan dan akan bertemu watu gede. sangat jauh untuk berjalan, namun ada jasa ojek untuk mencapai pos 1 dengan biaya Rp. 25.000,- tapi karena kami benar-benar ingin menikmati perjalanan dan ingin mencapai puncak dengan sepenuhnya memanfaatkan fungsi-fungsi dari anggota tubuh ini, kami memilih berjalan kaki, JOS GANDOSS. hitung-hitung juga menghemat biaya. info, untuk HTM itu Rp. 15.000 / orang.
Pos 1 - 2
Melewati rute jalan landai berupa tanah padat yang lama kelamaan akan menanjak. tapi tenang saja jalur ini masih tergolong ringan. terus saja mengarah ke atas dan ikuti jalur, saya yakin tidak akan nyasar, karena jalurnya jelas. menurut perkiraan saya, kami menghabiskan waktu 2 jam untuk sampai di pos 2.
Pos 2 - 3
Berbeda dari sebelumnya, jalur ini sedikit lebih sulit, didominasi oleh bebatuan besar, hampir tidak ada tanah landai. mantapkan saja pijakkan dan hati-hati melangkah. saran saya cobalah untuk jogging-jogging dan olahraga ringan beberapa hari sebelum mendaki untuk pemanasan, tapi saya tidak melakukan itu karena saya percaya diri saya keturunan darah Pangeran Diponegoro dari bapak saya, dan Sultan Taha Sjaifudin dari mamak, alhasil, selama di camp kaki saya nyeri dari bagian paha sampai tumit, tapi tetap mantap jos. oh ya, perjalanan dari pos 2 menuju pos 3 menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam, menurut perkiraan saya. di pos 3 ini tempat untuk mendirikan tenda dan bermalam sebelum besoknya melanjutkan perjalanan menuju pos 4 dan berakhir di puncak.
Sore hari, kami, dan pemandangan di balik tenda. nah itu yang di belakang puncak gunung sumbing (kembarannya sindoro).
Pos 3 - 4
Berangkat subuh, sekitar jam setengah 4 mestinya, karena perjalanan menuju pos 4 ini membutuhkan waktu 2,5 jam dengan jalur yang sulit menurut saya. jalan menanjak yang didominasi bebatuan besar cukup membuat otot-otot kaki yang jarang terlatih ini harus merasakan nyeri, belum lagi di beberapa titik jalan yang licin karena dipenuhi kerikil, hati-hati saja, mantapkan kuda-kuda sebelum melangkah, dan bersabar. saran saya, ada baiknya sebelum berangkat dari camp menuju puncak untuk sarapan dahulu atau setidaknya membawa bekal makanan ringan untuk mengisi tenaga di perjalan, karena perjalanan ini lumayan menguras tenaga, tidak ada bonus berupa jalur landai selama perjalanan, terus menanjak sampai… sampai… sampai ke pos 4 lah. melewati hutan lamtoro dan akhirnya sampai di pos 4. namun jarak dari hutan lamtoro ini masih jauh dari pos 4. di pos 4 ini hanya berupa tanah landai yang tidak terlalu luas, terdapat batu besar dan sign penanda bahwa sudah berada di pos 4.
Pos 4 - Puncak
Nah ini lah fase yang sangat berat dari pendakian ini. mendaki gunung sindoro itu seperti bermain video game, tingkat kesulitan yang terus meningkat di setiap checkpoint-nya, bahkan dianjurkan untuk mengambil item yang ditemukan untuk mempermudah pendakian, seperti batang kayu untuk dijadikan tongkat sebagai alat bantu mendaki atau mungkin sendok bekas di jalan, bahkan tali (saya membutuhkan tali ketika turun untuk mengakali sendal yang putus)
Nah foto di atas merupakan penampakkan puncak gunung sumbing yang saya ambil ketika perjalanan menuju puncak sindoro, lihat saja, bukan hanya gunung sumbing yang menyaksikan perjalanan kami, tapi juga ada gunung merapi, merbabu, dan apa itu setelahnya kalau kalian melihat itu yang kecil-kecil. setahu saya view ini saya dapat setelah melewati pos 4. MasyaAllah memang pemandangan di sini, capek yang diterima berbanding dengan panorama alam yang luar biasa selama perjalanan.
Melewati pepohonan edelweis, namun sayang tidak banyak bunganya yg tumbuh. jalur setelahnya hanya bebatuan besar, jalan berpasir dan berkrikil.
Hormat, Pak Buk! Kami telah sampai di puncak sindoro, di puncak sindoro terdapat kawah. di puncak ini bisa melihat indahnya daerah jawa tengah yang dihiasi gunung-gunung di sekitarnya, MasyaAllah. (in frame : Syaiful Hidayat, salah satu tetua kami, bisa dipanggil kepala suku atau uwak lah untuk menghormati rentang usia).
kami dan para pendaki gunung di puncak sindoro. sebagai catatan, saya suka mendaki gunung, tapi saya bukan pendaki, karena masih rajin mandi walau cuma 1 kali dalam sehari tapi cukup untuk tidak membuat tubuh ini berdaki.
saya tidak ingin bercerita banyak tentang perjalan turun karena seperti mereverse sebuah lagu dan saya tidak suka itu, sangat mengganggu telinga menurut saya. saya ceritakan sedikit saja, selama turun, saya berencana untuk banyak mengumpat ketika nanti sudah sampai basecamp karena untuk mengumpat di gunung saya belum berani, banyak permasalahan yang dihadapi ketika turun namun alhamdulillah semua teratasi, dan kami sampai kembali di basecamp dengan selamat.
Silahkan mencoba mendaki gunung sindoro kalau ingin dan jangan lupa izin ke orang tua.
Salam salaman




















