Sudah menulis narasi sempurna dilengkapi perjalanan panjang serta rasa yang indah tetapi kesimpulannya "belum jodoh".
Kesimpulannya sesimpel itu sedangkan rasanya serumit ini untuk dipahami.
seen from Japan

seen from Italy
seen from United States
seen from United States

seen from Romania
seen from Netherlands

seen from Singapore

seen from Canada

seen from United States
seen from China
seen from Germany

seen from T1

seen from Canada
seen from Germany

seen from China
seen from T1
seen from Poland
seen from China
seen from India

seen from United States
Sudah menulis narasi sempurna dilengkapi perjalanan panjang serta rasa yang indah tetapi kesimpulannya "belum jodoh".
Kesimpulannya sesimpel itu sedangkan rasanya serumit ini untuk dipahami.
Kisah 730 hari
Semarang, satu kota indah dengan berbagai kisah. Tiap kisahnya selalu mengandung rasa, kadang senang, sedih, kecewa, gelisah bahkan marah. Tentu tiap kisah nya selalu memberiku banyak pelajaran, aku baru menyadarinya akhir-akhir ini ketika aku sudah tak menghirup udaranya lagi.
Semarang, mungkin telah banyak menumbuhkan kecewa ketika berada di sana, aku tak mampu mengendalikan perasaanku, terkadang kota ini selalu menjadi tempat amarahku tapi entah kenapa, di sana selalu ku temukan orang-orang yang menyambutku hangat, mata dan bibir yang selalu tersenyum kepadaku, serta telinga yang selalu sabar mendengar kisahku.
Semarang, darimu aku belajar banyak hal. Belajar bagaimana harus tegar ketika tak dipilih semesta, belajar perlahan berjalan walau menjadi yang tertinggal, belajar melangkah walau terabaikan, belajar tabah ketika impian dan harapan tak sejalan dengan kenyataan, juga belajar tersenyum ketika air mata sudah memaksa jatuh membasahi hati.
Terimakasih Semarang, telah bersedia menjadi tempat dan teman berbagi rasa walau untuk sementara.
Kelak, ketika aku mengunjungimu lagi, semoga perasaanku sudah lebih baik dan semoga aku lebih bijak.
Sampai jumpa lagi, Semarang.
Tidak apa-apa,
langkahmu sedikit lebih lambat, banyak hal yang bisa dilihat, banyak hal yang bisa didengar, banyak hal yang bisa dirasa, banyak hal yang bisa dipelajari, banyak orang yang bisa ditemui, banyak sifat dan sikap yang bisa dipahami, dan setelah itu kamu bisa lebih menemui dirimu dalam versi yang lebih baik.
Tidak apa-apa,
semasih terus berproses, semasih tidak mematikan langkah orang lain, semasih di jalan yang bertujuan, arahmu tak sesat, kamu tak sesak walaupun terkadang sedikit terisak.
Teruslah melangkah, setidaknya untuk dirimu sendiri
Manusia juga butuh hibernasi
Tulisan malam ketika kepala dipenuhi pikiran-pikiran yang entah dari mana akarnya, beruntun menguasai kepala tetapi sayangnya tidak menemui jawaban. Melewati usia hampir 30 tahun, berat. Masih selalu dihantui mempertanyakan "sebenarnya aku ini apa? Mau jadi apa?". Masih menjadi sosok jiwa yang tanpa arah tujuan nya. "Apa yang aku lakuin udah benar nggak ya?" Kadang selalu dihantui perasaan takut salah karena sering kali dipertemukan dengan kegagalan. Lelah, rasanya tidak bisa dipahami hanya dengan kata. Rasanya seperti ingin menghilang saja, tidur dalam kamar, berhenti kontak dengan sosial, sampai benar-benar pulih dan punya keinginan berjuang lagi mencari arah kepala melangkah.
"Sejenak berhenti, menyendiri ternyata melegakan"
2022-ku yang masih sama dengan tahun lalu.
Stuck. Rasanya langkah ku terhenti lagi, setelah banyaknya usaha yang aku lakukan untuk kembali bahagia lagi. Tidak terlihat memang, karena aku pandai meredam. Waktu berganti. Aku kira seirama detik itu, luka bisa sembuh. Namun nyata nya, kian lama makin membusuk. Dendam, benci, kekecewaan, amarah, rasa yang menyatu perlahan merusak. Tidak semua luka bisa disembuhkan oleh waktu, tidak semua hati bisa kembali seperti sedia kala, dan tidak semua trauma bisa sembuh begitu saja. Mungkin kelak suatu saat, luka itu bisa menghilang tetapi percayalah trauma selalu membekas.
Menuju 365 hari setiap orang seperti mulai menata kehidupan dan impian nya kedepan, tetapi kenapa aku hampa? Begini ya rasanya ketika tak memiliki impian lagi.
Tuhan, kenapa hanya aku?
Rasanya lelah dan tidak sanggup menjadi aku,
Aku pasrah.
Boleh minta sekali lagi kuatkan aku, Tuhan?
Tentang Angka Nol
Ada yang bilang angka nol menunjukan sesuatu hal yang paling rendah, paling jelek dan paling buruk. Tapi kataku belum tentu.
Coba deh kamu transfer ke rekening ku, kemudian tambahin banyak angka 0 di belakangnya, maka lihatlah ia bernilai berkali kali lipat dari nominal sebelumnya. Angka 0 di belakang angka menjadi bermakna lebih baik ketika ia berada ditempat yang seharusnya.
Sama halnya, jika ada anggapan ke seseoranng "dia itu tidak berguna" "Dia itu yang paling buruk diantara mereka" " Dia yang paling rendah kedudukannya". Mungkin saja "Dia" itu belum menemukan tempat yang seharusnya, tempat yang pantas untuk membuatnya lebih bermakna.