Some of my fav ships
seen from Türkiye

seen from South Korea
seen from China
seen from United Kingdom

seen from T1
seen from China
seen from China

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from China

seen from Brazil
seen from United States

seen from T1

seen from Maldives
seen from Hong Kong SAR China

seen from T1
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
Some of my fav ships
Ironi
Sumber gambar: Pinterest
Lantas, apa yang menjadikannya pantas untuk nurani yang tertindas? Dicampakkan menjadi mimpi buruk tiap malam. Dan tangis, menjadi dawai di belantara alam. Begitu keji meninggalkan harapan bak lahar api yang menelan dahaga. Pergi, abai, dan mati bersama perasaan yang sudah tumbuh menjadi bangkai. Maka, bukan lagi neraka yang menantikan, melainkan rasa terbunuh yang enggan untuk merenggut jiwa-jiwa sampai selesai. Mati tapi hidup, hidup tapi mati. Ironi.
20/02/2026
Yaa Rabb, memangnya seindah apa sih diujung sana? Kenapa prosesnya serumit ini?
ucapan
mungkin memang tidak ada batasan yang jelas antar manusia. tidak ada yang benar-benar paham mengapa sesuatu menjadi penting bagi manusia satu namun sepele bagi manusia lainnya.
kemudian saat ada peristiwa, manusia punya pertimbangan untuk menyampaikan rasa atas apa yang terjadi. malangnya, ada manusia yang tidak sepakat dengan hal yang dianggap jamak. lalu merasa enggan untuk menjadi bagian dari peristiwa.
dan, ya mungkin, tidak bisa memaksa manusia untuk berbagi rasa. bahkan dalam hal yang sesederhana ucapan. dan mungkin juga, tidak mengucap bukan berarti tidak merasakan.
rumit memang.
TIPU TAWA
Nampaknya terdengar nyaring sekali bergeming di ruangan. Perangai putih giginya terlihat ramah dipandang.
Alam sampai mengira, dia manusia bahagia yang tengah menari riang dibawah langit bahkan nampak terbahak dibawah hujan.
Saat senja melambai di tepi pantai, ia berbinar menatapnya diam, seuntai senyum menyambut jingga. Ia berbalik ketika langit sudah menghitam.
Pintu sudah menutup bilik untuk rehat. Sekejap dibawah atap sepi, semua berubah nyaringnya.
Terisak sendirian...
Ternyata tadi pagi itu, siang itu, dan sore tadi, ia hanya bernama tipu tawa. Yang tidak ia ekspresikan didepan keramaian adalah tangisnya.
Pernah tidak menahan sedemikian kuatnya agar semua menganggapmu baik baik saja? . Semua seolah berjalan se-profesional mungkin, sekalipun hati sedang begitu emosional.
Untuk mu yang pernah begitu, sesekali saja kamu akui lelahmu, menangis diatas sajadah setelah sujud khusuk mu. Bahkan kesepian begitu faham bagaimana kamu ingin merasa lega dengan semua lelah yang disembunyikan.
Kamu sudah hebat, tetap semangat untuk bertahan ya :)
Salam rangkul untuk manusia2 hebat
Sudah menulis narasi sempurna dilengkapi perjalanan panjang serta rasa yang indah tetapi kesimpulannya "belum jodoh".
Kesimpulannya sesimpel itu sedangkan rasanya serumit ini untuk dipahami.
SADAR
Ya, aku tau. Langkahku tak sedekat dia. Sosok yang bahkan kau kenalkan pada sahabat dan orang terdekatmu lainnya. Iyaa aku hanyalah sosok yang secara kebetulan ada dan bertemu serta mengenal. Kamu hanyalah tamu. Harusnya aku menyuguhkanmu minuman bukan perasaan. Harusnya aku tak sedih saat kau pulang, karena kau hanya tamu yang tak sengaja mampir karena lelah. Harusnya aku tau itu dan sadar itu.
Sebuah bentuk kontradiksi yang real. Kini hanya sebuah penekanan dan penuh penerimaan bahwa tuhan memang belum menghadirkan sosok yang tepat untukkku. Yang bahkan hingga kinipun aku masih berharap itu kamu bukan orang lain.
Satu persoalan belum selesai, sudah datang persoalan yang lain.
Rasanya hidup selalu dalam tekanan yang begitu ramai di kepala.
Menjawab serangkaian tuntutan orang yang tidak ada habisnya.
Ternyata benar menjadi dewasa itu perlu lebih sabar.
Karena setiap keputusan selalu berhadapan dengan kesalahan, kegagalan, penolakan, dan rasa tidak percaya.
Menjadi dewasa hidup dalam bayang-bayang ketidakpastian.
Kadang tidak ada salahnya menutup telinga rapat-rapat.
Terus saja berjalan melakukan apa yang dipercaya.
Tanpa kenal lelah, tanpa pernah menyerah.
—ibnufir
Follow juga instagramnya @ibnufir_