Dey
Sekarang aku semakin yakin aku dan kamu tidak bersatu didalam takdir untuk saling mencintai. Hanya saling menyayangi dan peduli, karena kita sama-sama sedang berusaha bangkit dari keterpurukan kisah lama. Caramu menilaiku sekarang mulai berubah setelah kamu paham aku lebih dari sekedar mengerti terhadapmu. Mungkin Tuhan mengajarkan aku dan kamu bahwa cara kita memandang lawan jenis selama ini salah, kita terlalu asyik dibuai luka kelam masa lalu sampai lupa hari ini begitu indah dan nikmatNya begitu berlimpah. Dear Dey, Aku tidak ingin kehilangan bulan-bulan terakhir sebelum aku pindah ke Jakarta. Belum genap setahun kita saling mengenal, bukan? Aku percaya kamu beberapa bulan lagi akan lebih tabah dan tegar. Meski aku masih menghawatirkan jika aku nanti tidak bisa bersama mu lagi, suatu hari. Tapi percayalah Dey, aku akan ada saat kamu benar-benar mencariku nanti. Aku hanya berdoa untuk kebahagiaanmu dan segala kebaikan untuk kehidupanmu kelak. Juga semoga jiwa ini lekas pulih lalu bertemu pasangan jiwaku kelak yang sebaik-baiknya sifat & sikap, yang membuat hari-hariku semenyenangkan itu. Membuatku lupa aku pernah terluka sedalam dulu, Senantiasa mengukir dan melukiskan senyum juga tawa dalam hari-hariku, Dey, percayalah kelak jika kita terpisah jarak, aku akan tetap memperhatikanmu dan menjadi support system mu yang selalu ada lebih dulu untukmu. Semoga.










