Apa benar, menyukai seseorang pertanda kita lemah? Bukankah ajaib bisa mengagumi seseorang yang bertemu sekali pun belum pernah?
*kala hening

seen from Türkiye

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Germany

seen from Türkiye
seen from Türkiye

seen from Türkiye
seen from United Kingdom
seen from Italy

seen from United States

seen from Kazakhstan

seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Germany
seen from China

seen from Germany
Apa benar, menyukai seseorang pertanda kita lemah? Bukankah ajaib bisa mengagumi seseorang yang bertemu sekali pun belum pernah?
*kala hening
Suatu hari kamu akan menyadari satu hal. Betapa berharganya waktu untuk disia-siakan hanya dengan memikirkan hal-hal yang tidak penting. Begitu kamu punya waktu senggang, kamu akan menganggap masa lalumu lucu. Kamu yang berusaha, orang lain yang sukses. Kamu pun pernah tak berusaha sama sekali, dan orang lain tetap sukses. Padahal kamu pikir mereka tidak berusaha.
Hakh, hidup memang sebercanda itu. Gak usah terlalu overplan, kalo urusan tidur aja kamu gak punya cukup waktu. Overthinking aja gak akan nyelesaiin masalah, shaiy! 😉
Kita tak pernah tahu kemana kaki akan melangkah, sekalipun kita punya rencana. Seperti langkahmu yang tiba-tiba berbelok ke tujuan sesungguhnya tanpa menyadari bahwa sudah habis waktunya untuk singgah. Hidup memang sesingkat itu...
- Uniqa Wardhani
~ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم ~
Ketika tanganmu tak dapat menyentuh mimpi, raihlah dengan doa. Karena sekelibat bayang alam akan selalu bernyanyi menyampaikan segala harap pada Sang Ilahi. 🔶
*Masjid 99 Kubah Makassar
~ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم ~
Maasyaa Allah, Subhanallah walhamdulillah...
NikmatMu Ya Khalik, sungguh sebuah rahmat yang luar biasa indah. Segala sakit, pilu, derita, dan air mata kami, Kau bayarkan dengan sungguh tak terduga. Balasan yang kami tak pantas miliki, namun dengan begitu baik Kau mengasihi hambaMu yang kecil ini.
Tak terhitung rupa doa dan harapan di setiap peluh dan sujud, Kau kian perlihatkan kuasaMu di balik semuanya. Tak butuh waktu lama, tak butuh dekat dan jauh, tak perlu kecil dan mahalnya, Kau mudahkan semuanya Ya Kariim.
Haru yang tak henti-hentinya menyibakkan hati. Betapa Engkau adalah Yang Maha Segalanya di atas bumi dan langit.
Alhamdulillah, terima kasih untuk segala jalan dan karuniaMu.
Semoga segala yang Kau titipkan bisa kami jaga dengan baik, menjadi berkah, dan bernilai pahala di sisiMu, Ilahi Rabbi.
Tuntun kami agar selalu berada di jalanMu, menyebut dan hanya mengagungkan namaMu.
Barakallah....
🧡
*langit sore
~ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم ~
"Tidak Enak Seperti Itu, Bukan?"
Saya rasa kita tidak perlu selalu merasa tidak enak pada sesuatu yang tidak seharusnya. Semua orang tau kan bagaimana cara bernafas yang baik. Mereka tidak ingin repot memikirkan cara bernafas yang enak. Kecuali jika sedang pilek.
Sama seperti hari, tidak perlu membuat kenangan yang dengan senang hati hanya akan dilalui begitu saja selang tahun berpindah. Cukup dengan saling mengingat nama, maka kita tidak akan pernah merasa tidak enak pada siapapun.
Makassar, 31 Desember 2019
#13
~ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم ~
"Aku yang Lupa Pada Diriku"
Akhir-akhir ini saya sering berbicara pada diri sendiri, tentang apa yang hari ini sudah kulakukan dan kudapatkan. Sepertinya hatiku cukup puas menerima hadiah-hadiah rindu dari Tuhan yang selalu tersenyum padaku. Ya, rasanya sepercaya diri itu. Namun saya juga begitu malu pada diri sendiri, menolak bahwa hatiku tidak sedang sebaik-baik itu.
Akhir-akhir ini saya sering bercermin, menatap mandiri wajah yang semakin banyak kerut tak teratur. Bayang di cermin mengadukan ragam kejadian, rupanya saya telah banyak abai padanya. Selalu lupa menanyakan kabar diriku sendiri. Padahal saya rajin berbenah. Sibuk memperbaiki hati dan hari agar semuanya selalu baik.
Hari ini saya menyadari, sibuk berbenah diri saja tak cukup menjaga raga tetap sehat. Tak cukup menjaga fisikku tetap kuat. Saya butuh dirangkul oleh-Nya Yang Maha Memeluk, Yang Maha Menjaga dan Melindungi hambaNya dari segala keburukan.
Hari ini saya bertambah yakin, pelukanNya adalah yang selalu kurindukan, bahkan lebih daripada bahagiaku sendiri. Jika tidak, mana mungkin saya bisa selamat badan dan nyawa hingga hari ini? Jika tidak, mungkin saja saya telah ditelan ular dan cacing tanah di bawah sana hingga berabad-abad nanti.
Makassar, 30 Desember 2019
#12
~ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم ~
"Kepada Raga"
Udah ya, raga. Belum waktunya kita malas-malasan. Bukan waktunya lagi manja membuat yang lain tak cinta. Kita masih harus kejar-kejaran dengan usia. Mana tau kalau Tuhan maunya menarik kembali nyawa kita hari ini, kan? Kita belum cukup bekal loh, raga.
Udah ya. Gak usah baper mikirin orang-orang yang suka jahat ke kita. Manusia emang gitu, karena Adam asalnya dari tanah makanya manusia sering dibilang kotor. Padahal sebenarnya bukan tanah yang kotor, jiwa yang meluruhkannya saja yang tak bisa sebaik yang seharusnya.
Tapi ya gitu, kalau udah satu yang buat kotor, semuanya jadi kena. Dan kita bisa apa, raga? Taunya kita kan cuma digerakin sama Yang Di Atas. Dia sutradara terbaik loh, kamu harus ingat ya, ragaku...
Jangan pernah merasa terikat pada garis tak jelas, atau berpikir kalau takdir tidak adil. Sudah diatur kok semuanya. Kita nikmati saja cerita kita dalam sederhana yang penuh tanya.
Kalau udah pagi begini, waktunya bersyukur. Kita masih ditopang udara sejuk dan bernafas bebas atas izinNya.
Nanti kalau sudah petang, sudah ya... Kita berhenti saja bertanya tentang apa, kenapa, dan bagaimana. Besok selanjutnya masih akan disambut, bukan?
Raga, percaya padaku ya. Tuhan akan menjawab semua pertanyaan luas dan lugu kita di saat yang Dia restui.
Aku cinta kamu, ragaku.
Makassar, 16 Januari 2020
#11