Seseorang bisa saja terlihat lemah,
terlihat aneh, kacau dan punya dunianya sendiri. Seperti hanya mereka yang mengerti itu. Tapi bagaimana jika benar seperti itu. Maksudku, mereka memang berjalan pada setapaknya sendiri. Lalu haruskah kita menutupinya?
Bagaimana mungkin seseorang yang berakal melakukan hal sekonyol itu? Tuhan 'menghadirkan' diri-Nya dalam kita yang tak punya apa-apa ini. Cukuplah kita bersyukur dengan nafas yang masih berhembus lepas tanpa beban. Kita punya mata yang indah yang bisa melihat dunia dengan warnanya.
Segala kondisi kita yang seperti ini, pantaskah kita lalu protes pada-Nya? Melontarkan hujatan dan rundungan pada mereka yang kita pikir tidak ada kemurahan Tuhan di dalam dirinya?
Mereka berbeda, bukan karena kita lebih baik. Tuhan justru memberikan segalanya berlebih pada mereka karena kita sudah punya porsinya sendiri-sendir. Mereka hanya melihat dunia dengan cara berbeda dengan yang kita lakukan.
Seberapa pun hebatnya kita merundung mereka yang tidak seharusnya dirundung, nyatanya kita tidak pernah bisa seberuntung mereka, karena memiliki kesabaran yang luar biasa atas segala yang tidak mereka lihat, dan segala yang tidak mereka pahami dengan emosinya.
#stopbullying















