Ik this is a writing blog but since I haven't really written much today, take some doodles I did when I was bored earlier :D
Also featuring axolotl reader, which might be bad bc I didn’t have internet to check correct designs 😭
seen from United States
seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from Poland
seen from China
seen from China

seen from United Kingdom

seen from Austria

seen from Italy
seen from Türkiye
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Canada
seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from Russia

seen from Israel

seen from Russia
Ik this is a writing blog but since I haven't really written much today, take some doodles I did when I was bored earlier :D
Also featuring axolotl reader, which might be bad bc I didn’t have internet to check correct designs 😭
Annnnnd another one’s gone, another one’s gone, another one rides the bus as Sunspot leaves the team to attend to family business affairs after the murder of his father. It’s depressing how these last few issues of the New Mutants serve as nothing more than bookkeeping so Rob Liefeld can flush all the characters he doesn’t like right down the toilet before starting X-Force. Sunspot’s been on this team since the very beginning and he’s barely done anything. If you wanted an interesting character with plenty of narrative potential that also added to the diversity of the team, you already had it. Oh wait, Rob didn’t want that. He wanted Shatterstar. Then again what do I know about character based storytelling, it’s not like I created Deadpool or anything. And hey when the heck did Warpath get here??? Has he been here the whole time?? (New Mutants #99 – Mar 1991)
healing ke puncak.
Pun-cyag
29/03/17 H-1 keberangkatan ke puncak. Tapi tiba-tiba tebengan-ku (re: juan) ngechat agar mencari tebengan baru karena dia gak jadi. Wth?! Kenapa gak dari kemaren atau tadi di sekolah aja bilangnya sih. Elah. Kan kesel ya. Terus aku bingung kan sama siapa. Ya jadinya hanya ada 2 pilihan yaitu ahmad dan dimas. Niatnya aku mau nebeng dimas aja kan karena rumahnya searah. Eh tapi dia tbtb keluar dari mpc karena rheinhard gak nulis nama dimas. Ya kesel lah ya. Terus yaudah aku pikir dimas beneran ga ikut. Jadi, aku chat ahmad aja buat nebeng dan akhirnya katanya yaudah. 30/03/17 Hari H. Aku bangun jam setengah enam. Pusing banget karena cuma tidur 4 jam terus emang dari sebelumnya hujan-hujanan dan badan agak anget gitu. Karena youtube juga ni! Sangat memakan waktu. jadi aku tidur jam 1. Pokoknya jam 6 baru mulai tuh siap-siap berangkat. Udah pake seragam batik dan bawa tas sekolah kayak mau ke sekolah beneran deh. Ohiya! Kan aku harus ke meeting point di gerbang kotwis, jadi aku harus pake gojek kan. Eh pas aku cek semalem ternyata sama aja kayak ke sekolahan. Jadi mahal banget karena rush hour dan aku gak punya go-pay. Aku jadinya mau pake uber aja karena murah. Eh tapi kan aku gaada app nya. Adanya di hp mamah. Tapi kalo aku pake, malah nanti dia nanya-nanya ngapain tujuannya ke kotwis dan blah blah blah. Jadi aku bilang ke cenglung kalo aku mau pake uber-nya. Pokoknya aku di jemput una dan akhirnya aku bertemu cenglung deh. Thankyou kepada una dan aldi untuk menuntunku ke gerbang kotwis yang sangat jauh. Aku tadinya mau nanya ahmad, tapi kayaknya dia lebih deket lewat jalan cibubur yang gede daripada lewat villa yang jalannya kayak jalan off-road. Jadi gak jadi deh. Nanti nge-repotin. Ohiya kan udah tuh ya ketemu cenglung terus aku naik ubernya. Super lama. Kesel. Tapi di nikmatin aja deh soalnya murah. Dan ternyata aku adalah orang terakhir yang sampai di gerbang kotwis. Dihina-hina deh aku disana dan caw langsung. Dipimpin oleh cp kita (re: affan) Fyi, aku emang belum pernah nebeng sama ahmad. Dan aku tau banget dia orangnya diem banget kalo sama aku. Aku tau banget pasti di jalan diem-dieman. Kalo aku ngoceh pasti dikiranya apaansi ni anak. Males dah. Dia juga kayak mau-gak-mau. Kan kesel ya. Tapi aku harus nyampe puncak pokoknya titik. Goal: mencapai warpat menggunakan seragam sekolah. Yak perjalanan dimulai. Baru di jalan cibubur aja ranu-xena udah di tabrak ibu-ibu. Eh tapi gakenapa-kenapa kok mereka. Yang kenapa-kenapa malah ibu-ibunya. Untung baik, tidak seperti ibu-ibu kebanyakan. Dan the journey started! Apa yang telah aku prediksi benar. Gak ada obrolan. Aku memutuskan untuk tidur sama sightseeing sekitar aja. Capek sih biasanya aku emang gak bisa diem, ngobrol kesana-sini kalo nebeng. Bawaannya mau ngomong tapi aku tahan aja deh nanti salah ngomong. Sekalinya dia ngomong cuma nanya "kita yang paling terakhir ya" like about a hundred times. Nggak deng itu lebay. Tapi emang iya, kata yang di ucapin cuma itu doang pas perjalanan berangkat pulang. Fyi lagi ni, perasaan aku ngerasa di motor udah cepet banget kan yak. Eh teteup aja emang aku sama ahmad terakhir mulu. Bingung. Nah, masalahnya jalannya gak semua bagus. Ada jalan yang jelek amat dah. Loncat mulu. Apalagi dia nge-rem nya gak halus. Kayaknya emang gitu sih soalnya motor kopling gitu. Aku pasrah aja deh. Bertahan tetap di motor sambil gejluk-gejluk. Tapi i know the struggle-nya ahmad. Pasti capek. Megang kopling, nginjek gigi, megang gas, bawa anak orang, duduknya gak nyaman. Maafin ya Ahmad aku emang nyusahin🙏🙏 Funfact: this is the longest-ride of mine naik motor Kita menempuh perjalanan selama 3 jam untuk mencapai warpat (warung patra). Btw kerudung aku lepas dijalan nih pentulnya ilang. So sed abis sih ini. Biarlah. Sekitar jam 10-an kita nyampe. Foto-makan-foto-ujan-foto-dst. Sampe adzan dzuhur kita caw ke gunung mas. Kebun teh gitu ada sungai berbatunya. Dengan rintik-rintik hujan menemani. Mainan ala-ala aja kita mah main air sungai. Emang anak petualang banget kan. Kita pulang jam 3-an dan sudah sampai di kotwis jam 5. Okay, from here i can infer that lebih lama berangkat daripada pulang. Keliatannya emang kayak cuma gitu-gitu aja tapi worth banget buat ngehabisin waktu bareng temen-temen. Sedih ya dah mau pisah. Makasih buat hari ini temen temen ku! Affan, Ichak, Adit, Kakroa, Yandi, Muti, Ranu, Xena, Rhein, Dewi, Dimas, Raka, Ammar dan Ahmad! Especially affan-ichak yang paling tau jalan. Semuanya aku terimakasih buat ngisi hari-hari akhir sma ku bersama kalian😘