The main pagoda at Vihara Watugong. This was my second time coming here, one of the main tourist sites of Semarang.

#batman#dc comics#bruce wayne#dc#dick grayson#batfamily#batfam#tim drake#dc fanart





seen from Germany
seen from Kuwait
seen from Germany
seen from United States

seen from Czechia
seen from United States
seen from France
seen from United States
seen from Austria
seen from Japan

seen from Malaysia
seen from Netherlands

seen from United States
seen from China
seen from Taiwan

seen from Malaysia
seen from Kuwait
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
The main pagoda at Vihara Watugong. This was my second time coming here, one of the main tourist sites of Semarang.
Avijja (fundamental ignorance), one of the ten fetters in the Theravada tradition which shackles a sentient being to samsara. It is this ignorance of the nature of suffering which traps one to rebirth. Photo taken at Vihara Watugong located in Semarang.
Vihara Buddhagaya Watugong Semarang
Saya orang Semarang kurang afdol rasanya kalo saya tidak memposting wisata kota Semarang. Hari ini saya akan memposting salah satu tempat wisata bersejarah di kota Semarang.
Vihara Buddhagaya Watugong atau biasa disebut Vihara Buddhagaya merupakan salah satu tempat ibadah agama Buddha yang terletak di Jalan Raya Pudakpayung, Banyumanik, Semarang. Untuk mencari tempat ini cukup mudah, Vihara Buddhagaya Watugong berada di depan Markas Kodam IV / Diponegoro Semarang. Komplek Vihara Buddhagaya Watugong sendiri terdiri dari dua bangunan induk utama yaitu Pagoda Avalokitesvara dan Dhammasala. Salah satu ikon yang paling terkenal di Vihara ini adalah Pagoda Avalokitesvara (Metta Karuna) dimana didalamnya terdapat Buddha Rupang yang besar, Pagoda Avalokitesvara memiliki tinggi bangunan 45 meter dengan 7 tingkat yang bermakna bahwa seorang pertapa akan mencapai kesucian dalam tingkat ketujuh. Oiya Pagoda Avalokitesvara ini ditetapkan sebagai salah satu pagoda tertinggi di Indonesia. Tak jarang bila anda berkunjung kesini pasti banyak pengunjung yang berasal dari luar kota, bahkan hingga mancanegara. Sedangkan Dhammasala terdiri dari dua lantai dimana lantai dasar digunakan sebagai ruang aula serbaguna dan lantai atas digunakan untuk upacara keagamaan yang terdapat patung Sang Buddha.
pict : by me (arindafitria)
Explore Semarang #3
Last day at Semarang
Destinasi terakhir >> Vihara Buddhagaya Watugong, rasanya ga afdol kalau belum kesana. Soalnya kemarin saat menuju Gedong Songo melewati Vihara itu. Meskipun arahnya kalau dari penginapan harus naik lagi ke atas tapi ga papa lah ya, mumpung ada kesempatan.
Lets goo..
sebelum ngebolang isi amunisi dulu biar kuatt jalan. haha.. Sarapan Mie Kopyok dekat penginapan.
Mie Kopyok merupakan salah satu makanan khas Semarang, isinya ada mie basah, taoge, tahu dan ditasnya ditaburi remahan kerupuk gendar. Menurut saya rasa kuahnya mirip seperti kuah bakso.
Setelah sarapan, kita kembali ke penginapan untuk check out. Setelah urusan check out selesai, lanjut jalan ke balai kota untuk naik BRT Trans Semarang (Rp.3.500) Koridor 2 Tujuan Terminal Sisemut, turun di halte Mega Ruber, dari halte tinggal jalan kaki saja 5menit sampai WatuGong.
Untuk masuk ke Vihara ini kita tidak dipungut tiket masuk, hanya disediakan kotak untuk sumbangan seikhlasnya serta mengisi buku tamu.
Vihara Buddhagaya Watugong
Asal muasal kenapa kawasan Vihara ini dinamakan Watugong. Karena ditemukan batu alam yang berbentuk menyerupai Gong (alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara dipukul).
Vihara ini pernah dinyatakan Rekor MURI sebagai pagoda tertinggi di Indonesia. Salah satu ikon yang paling terkenal di vihara ini adalah Pagoda Avalokitesvara, didalamnya terdapat Buddha Rupang yang besar. Pagoda ini memiliki tinggi bangunan setinggi 45 m.
Sleeping Buddha
Pohon Bodhi
Pohon ini dipercaya sebagai tempat Sang Buddha Gautama bersemedi dan memperoleh pencerahan. Pohon ini konon adalah pohon yang dibawa dan ditanam oleh Narada Mahathera pada tahun 1955.
Setelah puas jalan-jalan di Watugong, saat nya kembali ke pusat kota dengan naik BRT. Sebelum pulang, mampir dulu di khawasan pusat oleh-oleh khas Semarang, Padanaran.
Oleh-oleh khas yang terkenal di khawasan ini adalah Bandeng Presto, setiap berkunjung ke Semarang pastinya mampir dulu ke Bandeng Juwana, favorit saya adalah Bandeng Teriyaki.
Semua titipan ortu sudah terbeli semua, oleh-oleh buat teman-teman pun sudah. Waktunya ke stasiun dan pulang kerumah...
“sejauh apapun perjalananmu, tujuan terakhir adalah kembali pulang ke rumah dengan selamat”
Sayonara..terimakasih Semarang...
@dianaratry @masyitaadha10 Anak komplek habis main #Badminton #FirstVideo #instavideo #watugong #asian *you can ignore it ;D
mavelous Klenteng