Eyang dalam menceritakan kisah nostalgianya , beberapa kali menyebut kata 'Bodo Amat' . Sebagai contoh , ketika beliau berusaha mengatasi 'depresi' atas kehilangan istrinya , yaitu Ainun Habibie . Eyang akhirnya memilih produktif dengan cara menulis perjalanan hidupnya bersama Ainun , menjadi sebuah buku . Kala itu , apa yang terasa di hati dan pikiran , beliau tuangkan ke dalam tulisan . Nah , ketika buku selesai dan diminta baca oleh sahabatnya Wardiman , ternyata banyak sekali kosa kata 'aneh' dan acak dalam rangkaian cerita di buku tersebut . Lalu apa yang dikatakan Eyang Habibie ? "Bodo Amat saya pakai kata-kata yang seketemu saja , hehehe." Bukan itu saja , jawaban bodo amat pun dilontarkan saat kru film {Rudy Habibie} mengulik informasi soal adakah wanita pujaan selama dalam menuntut ilmu di Jerman ? Saat itu beliau berkata "Kamu mau tau aja sih , tanya saja sama Wardiman dia sahabat saya selama kuliah ." Kemudian dalam pemaparan kepada audien , Eyang Habibie lagi-lagi bilang , "Bodo Amat" lah biar saja Wardiman yang cerita soal kisah saya itu ." Kemudian disambut riuh tawa se-auditorium . Nah , mungkin selfie saya kali ini dengan Eyang Habibie kurang oke , gelap , ngeblur . Ah sudahlah tak apa . Yang terpenting saya setuju dan yakin pada konsep Bodo Amat itu . Sesungguhnya dibalik kata Bodo Amat , tersimpan modal aksi nan berani . Demikian sesuatu hari ini 😘 💕 #iluniui #halalbihalal #pulangkampus #wearetheyellowjacket #habibieainun (at Pusat Studi Jepang UI)