Joining 13K long run with @werunjkt after a week ago before it's my first 10K 🏃♀️ Honestly it's hard to keep my pace steady after 10K so I just mixed it with run and walk. Wkwkwk. 😅 While we're running their spirit, however, gave me a motivation that I had to finish till 13K and fight a battle with my own mind. For me #betterruntogether isn't just a jargon but it's a key to be stronger together and a challenge for ourselves.🏃♀️🏃♂️👊💪 . . 📷 Nike Indonesia ⏰ Sunday, Aug 6th 2017 #nrcjkt #werunjkt #betterruntogether
Boleh dibilang gue gak menikmati lari gue waktu event Bajak JKT kemarin. Gue bersusah payah untuk finish di bawah waktu terbaik 10K gue sebelumnya (1:11:10) yang mana menjadi target gue untuk race kali ini.
Gue datang ke Bajak JKT dengan persiapan sangat minim. Dalam sebulan terakhir gue cuma lari delapan kali dengan total jarak sekitar 56 Km, dengan tiga minggu terakhir cuma tiga kali lari gara-gara gue jatuh sakit dua minggu lalu. Bisa dibilang badan gue benar-benar optimal untuk latihan pas akhir minggu Bajak JKT kemarin. Akhirnya waktu race gue lari “seadanya”.
Di tengah perjalanan kurangnya latihan sangat terasa. Gue merasa nafas gue seperti tidak terlatih, badan gue gak siap, sangat cepat capek. Enam kilometer gue tempuh sekitar 40 menit lebih. Dan saat itu gue tau gue gak akan mencapai target gue. Panik, kecewa dan menyesal tercampur jadi satu.
Di Km 8 jam gue menunjukkan waktu tempuh sekitar 56 menit. Gak buruk, menurut gue. Gue mulai berhitung, kalau pace rata-rata gue biasanya hampir 7’/Km, berarti gue akan menghabiskan sekitar 14 menit lagi untuk finish nanti. Berarti total waktu tempuh gue satu jam sepuluh menit. Belum dihitung waktu untuk jalan. Gak sempat.
Kemudian gue berpikir lagi, ya sempat lah, coba percepat pace sedikit. Pasti bisa.
Gue coba dorong diri gue lagi, memantapkan pikiran gue bahwa gue bisa mencapi target.
Waktu sudah masuk area Stadion Utama Gelora Bung Karno, tempat garis finish, dari jauh gue bisa lihat gun time di atas garis finish, sebagai catatan, waktu start gue cuma beda beberapa detik dengan gun time. Terbaca: 01:09:xx.
Yes, bisa! Tetap lari!
Akhirnya gue melewati garis finish dengan gun time di garis finish sekitar 01:09:22 (gak resmi). Sayangnya, jam gue yang mencatat lari gue cuma merekam 9,95 Km jarak lari gue. Otomatis personal best gue di Nike+ tidak terbarukan. Sial.
Tapi gue optimis kalau waktu resmi gue gak jauh dari 01:09:22. Sekarang tinggal tunggu rilis waktu resmi dari panitia.
Satu cerita lagi dari Bajak JKT, ini race pertama gue dengan running buddy dan supporter yang menunggu di garis finish. Sangat menyenangkan!
Dan dengan ini bisa gue pastikan bahwa JKT sudah dibajak!
Gue lagi makan malam di acara ulangtahun om dan tante gue (ulangtahunnya beda hari tapi acaranya digabung) dan saudara gue, Dandhy, tiba-tiba nanya, “Ko dapat lagi e-mail dari Bajak JKT?” dengan logat Makassar, tentunya. “Belum, kenapa?” jawab gue.
"Ini Saya baru dapat e-mail." Kata dia sambil nunjukin layar handphone-nya yang lagi ngebuka aplikasi e-mail-nya. Dalam hati gue berpikir, "Oh, paling tentang konfirmasi buat ikut training tanggal 8 Desember nanti."
Gue dan dia termasuk dalam orang-orang yang dikirimi e-mail oleh panitia Bajak JKT meminta konfirmasi keikutsertaan training tanggal 8, kami langsung mengiyakan dengan cepat.
Pas e-mail-nya udah kebuka, rekaan gue benar, e-mail-nya berisi tentang keikutsertaan training itu. E-mail itu berisi 100 nama peserta yang dikonfirmasi akan ikut training dengan sistem “first come, first served”, dengan istilah lain, siapa yang duluan balas e-mail pertama tadi dia yang ikut.
"Ada namamu?" Gue nanya ke saudara gue.
Gue berhenti mengunyah kambing bakar yang lagi ada di mulut gue dan langsung nanya, “Namaku?”
"Hmm… Aih, ndak ada juga."
WTF.
Gue langsung ambil handphone dari tangannya dan langsung baca baik-baik, satu per satu, seratus nama yang ada di daftar itu, bisa aja terlewat. Setelah gue baca berulang-ulang, betul, nggak ada nama gue atau nama dia. Kecewa dan sedih bisa terbaca di raut muka gue.
Yang nge-follow gue di Twitter atau berteman di Path pasti tau seberapa besar keinginan gue untuk ikut training ini. Bukan semata-mata karena training-nya, tapi karena melihat serunya dua training sebelumnya. Pasti akan menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Masih nggak percaya dengan apa yang gue baca, gue baca ulang lagi e-mail itu dari atas sampai habis dan akhirnya gue menemukan satu kejanggalan. Ada nama-nama familiar yang gue tau dia sudah pernah ikut di training sebelumnya, mereka dari komunitas lari yang didukung langsung oleh Nike.
Karena sebagai peserta Bajak JKT sewaktu mendaftar kita hanya bisa memilih satu sesi training dari tiga sesi yang diadakan.
Nggak masalah mereka mau ikut berapa kali, yang gue sesalkan adalah keikutsertaan mereka mengambil quota “peserta biasa” yang dibatasi sampai seratus orang saja. Jika mereka memang “marquee participants” ya jangan hitung mereka ke quota “peserta biasa”. Karena peserta lain juga mau mengalami pengalaman yang sama serunya seperti peserta yang sudah ikut training sebelumnya. Kalau begini bukannya panitia bisa dituduh melakukan praktek nepotisme?
Dengan ini ekspresi yang bisa dibaca di raut muka bertambah satu: marah. Dan yang gue tau, marah, kecewa, sedih dan daging kambing adalah kombinasi yang buruk. Gue harus lari sekarang.