I have lost my running motivation. I really want to come back. Help me.

PR's Tumblrdome
todays bird
Today's Document
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

izzy's playlists!

Discoholic 🪩
sheepfilms

⁂
$LAYYYTER

@theartofmadeline
Claire Keane
I'd rather be in outer space 🛸

Janaina Medeiros
he wasn't even looking at me and he found me
KIROKAZE
YOU ARE THE REASON
art blog(derogatory)

No title available
we're not kids anymore.
Three Goblin Art
seen from Canada
seen from United States

seen from Netherlands
seen from Norway

seen from Japan
seen from Japan

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Singapore

seen from Türkiye
seen from Venezuela
seen from Brazil
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Spain
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
@daengruns
I have lost my running motivation. I really want to come back. Help me.
So unconfident.
Hi, there. Shh, i know, i know. Anyway, besok program latihan untuk Sundown Marathon 2015 gue mulai. Barusan lari nggak sampai 3 km and I feel so bad. This is sickening. My running sucks.
Post-Race: Pocari Sweat Run 2014
Semua berjalan sempurna untuk race gue kali ini. Di luar dugaan bahkan. Di tulisan pre-race gue ceritakan bagaimana tidak siapnya gue menghadapi race ini setelah tidak lari dalam, paling tidak, dua minggu karena sakit. Gue datang ke race ini dengan mental nothing to lose. Cetak rekor baru syukur, nggak juga yasudah ikhlas yang penting usaha dulu. Seperti biasa, malam sebelum race gue pasti gelisah. Sebelumnya, Adidas KOTR gue nggak tidur, JakMar dan BajakJKT tidur sekitar 1-2 jam. Untungnya, mungkin karena mental nothing to lose juga, gue bisa tidur beberapa jam walaupun perasaannya seperti bangun-tidur-bangun-tidur. Tertidur sekitar tiga jam kalau nggak salah. Ini waktu tidur terlama gue sebelum race. Di luar dugaan. Gue ingin menghindari antrian mobil yang panjang untuk parkir atau malah kesusahan cari tempat parkir. Mengingat akses ke venue akan terbatas karena beberapa ruas jalan akan ditutup untuk race, gue berekspektasi bahwa sudah akan terjadi antrian mobil sejak keluar exit tol Alam Sutera. Maka gue putuskan untuk berangkat lebih cepat, ternyata cuma butuh sekitar 20 menit dari rumah gue sampai ke tempat parkir, tidak ada antrian yang berarti. Waktu masih menunjukkan pukul 5 kurang 10 menit. Ini tergolong cepat. Di luar dugaan. Ini race pertama gue bareng teman-teman Running Rage. Ternyata sangat jauh lebih menyenangkan ketika race bareng teman-teman. Ada ekstra energi yang didapat ketika melihat muka-muka familiar mereka di lintasan race. Di luar dugaan. Pendekatan gue terhadap race ini adalah gue nggak perlu cepat-cepat, yang penting konsisten, sebisa mungkin lari terus tanpa putus (jalan). Sempat ragu ketika masuk kilometer 5 ke atas, rasanya setiap kilo di depan mau jalan dulu. But I always tried to push myself on every kilo. Sebelumnya rekor lari tanpa putus gue adalah 7K. But I made it, di race ini pertama kalinya gue lari 10K tanpa jalan. Lari terus. That's a quite achievement for me. Di luar dugaan. And finally, it's a new personal best by one minute. Sangat puas. Senang. Kaget. Sedikit tidak percaya. Ternyata sakit sampai nggak lari dua minggu belum bisa bikin gue kecewa di race ini. Di luar dugaan. Overall, race ini terselenggara dengan sangat baik, hampir tidak ada keluhan yang bisa dilempar ke penyelenggara. Ini tambahan poin positif untuk race ini. Kecuali hujan deras sekitar jam 5 yang sempat membuat khawatir race bakal tertunda atau bahkan dibatalkan. Ternyata hujannya cuma membuat venue serta lintasan race sedikit basah dan start race tertunda hanya beberapa menit, yang tentu tidak bisa disalahkan ke siapa-siapa. Syukurlah, di luar dugaan.
Pre-Race: Pocari Sweat Run 2014
Gue menyambut race ini dengan latihan Half-Marathon Phuket 8 Juni di kepala. Dengan jarak menuju Phuket sejak hari ini kurang dari sebulan, persiapan gue seharusnya sedang dalam masa puncaknya. Seharusnya. Gue, kurang lebih, dua minggu lalu sakit hingga bed rest selama empat hari dengan masa recovery yang panjang, total hampir sepuluh hari. I hate this. I knew it since day one I got sick. Gara-gara sakit itu ritme latihan gue jadi berantakan. Gue kemudian seperti kehilangan motivasi untuk memulai kembali. Because coming back is never easy. Setiap mengikut race tentunya target hampir setiap pelari adalah mengalahkan waktu terbaik sebelumnya. Target gue kali ini tidak berbeda. Tapi dengan rusaknya ritme latihan gue ini, bukan spesimis, gue mungkin datang ke Alam Sutra dengan harapan yang tidak tinggi untuk cetak rekor baru. Malah gue siap untuk keadaan terburuk: jauh dari waktu terbaik gue. Atau yang lebih buruk lagi, setelah race ini sampai Phuket nanti gue tidak sempat mencapai kondisi terbaik ketika di sana. Amit-amit.
H-52 dari Phuket Marathon. Persiapan? Sangat, sangat tidak disiplin latihan. Belum pernah capai target sesuai program di Nike+ Coach. Entahlah. Ini nggak bagus.
WHAT'S UP?! Kejadian lagi kan, blog-nya ditinggal. Update aja, tiket ke Phuket sudah di-book! Berarti secara teknis perjalanan sudah pasti dilakukan. Nggak sabar! Kemudian, kemarin juga sudah daftar Pocari Sweat Run tanggal 11 Mei, hitung-hitung pemanasan sebelum Sundown di Singapura tanggal 31 Mei. Sekarang lagi menyiapkan diri untuk latihan Half-marathon di Phuket nanti. Ini sebenarnya sudah terlambat, menurut jadwal latihan yang gue pakai (dari Nike+ Coach) gue sudah tertinggal sekitar dua minggu. Tapi, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, bukan? Sejujurnya gue sangat sulit untuk disiplin latihan tanpa ada orang lain yang mendorong. Bukan apa-apa, gue seorang yang moody, selalu ada alasan untuk menunda latihan. Ini adalah rintangan terbesar gue saat ini, diri gue sendiri. Sebagai pembelaan, sekarang gue juga sedang sedikit cedera di hamstring yang gue dapat hari Senin (24/3) lalu, nggak mau terlalu dipaksa, jadi rada diistirahatkan sedikit. Semoga semuanya berjalan positif dan gue berhasil memecahkan personal best gue di negara orang.
Gue rada kaget dengan progres yang gue buat selama ikut lari bareng running club. Sudah dua bulan rutin, performa lari gue serasa lebih cepat meningkat dibanding latihan sendiri. Ketika lari bareng-bareng otomatis kita mengikuti orang yang lari di depan kita dan kita juga selalu berusaha buat menjaga jarak dengan yang lebih cepat di depan, dengan kata lain kita "dipaksa" me-maintain pace yang sama dengan mereka. Dengan ini secara nggak sadar kita sedang latihan lebih keras dari biasanya kalau lari sendiri. Satu lagi keuntungan lari bareng-bareng.
Nah, kan. Mulai deh blog-nya ditelantarkan. Seminggu ini nggak ada yang spesial-spesial banget. Larinya tetap yang paling spesial. Eia, makin dipakai makin jatuh cinta sama Nike Flyknit Lunar2. Sangat nyaman, terlalu nyaman. Semuanya terasa sempurna di kaki gue kalau dibandingkan dengan Lunarglide 5 yang memang sejak awal salah pilih karena nggak sesuai dengan bentuk kaki gue. Parah, enak banget.
Minggu kemarin adalah minggu yang menyedihkan. Gue cuma lari satu kali, nggak sampai 5K. Sangat tidak produktif. Yang biasanya lari hari Selasa, hari itu nggak lari karena nyokap masuk Rumah Sakit. Yang biasanya lari hari Minggu pagi (waktu favorit gue untuk lari), hari itu nggak lari karena flu berat menyerang gue sehingga gue memutuskan untuk melanjutkan tidur. Nggak cuma itu sih, gue juga bangunnya memang rada kesiangan. Pas menulis ini kondisi badan gue sudah membaik, semoga malam ini bisa lari lagi. Kebetulan Running Rage juga ngadain larinya di Senayan, jadi kenapa nggak lari bareng mereka malem ini.
Aih, lama nggak update. Malam ini takjub dengan kenyamanan Nike Flyknit Lunar2! Nggak tau ngaruh segitu banyaknya atau nggak, lari gue jauh lebih kencang malam ini. Sangat pantas!
Hari Minggu kemarin (26/01) gue lari bareng Running Rage lagi. Nggak bohong, gue ketagihan lari bareng mereka. Setelah tahun lalu gue selalu lari sendiri, kali ini benar-benar gue rasakan keuntungan lari rame-rame untuk performa lari gue. Persis kayak yang dibilang orang-orang yang sudah lama lari, bahwa lari rame-rame memotivasi kita untuk lari lebih jauh, lari lebih kuat. Tapi itu bisa gue dapat dari komunitas lari mana aja, yang bikin gue ketagihan sama teman-teman Running Rage? Karena mereka gila, mungkin. Gila dalam arti yang menyenangkan. Cukup memuji-muji RR. Rute lari kemarin sedikit berbeda. Tetap start dan finish di fX Senayan tapi rutenya lewat jalan layang Semanggi, kemudian ke area SCBD yang meliputi Pacific Place, samping kantor Polda dan kembali ke Sudirman lewat toserba Grand Lucky. Total jarak tempuh menurut GPS SportWatch yang gue pake ialah sekitar 6.8 km. Tapi entah kenapa jaraknya terasa lebih jauh dari itu. Rute yang biasa (fX-HI) yang berkisar 8 km rasanya tidak sejauh itu. Ini disetujui teman-teman yang lain. Entah apakah karena cuaca pagi kemarin sangat terik, atau rute yang dijalani rada sulit (tanjakan jalan layang Semanggi, jembatan penyebrangan, trotoar yang tidak rata dan ada traffic), atau mungkin jalanan yang berbelok-belok tidak seperti fX-HI yang lurus-lurus saja. Apapun itu gue tetap puas dengan performa lari gue kemarin. Pace sesuai dengan target, walaupun harus sedikit berjuang. Inilah yang gue membedakan kalau gue lari sendiri dengan rame-rame. Kalau gue lari sendiri mungkin gue nggak bisa menjaga pace gue. Ya apalah artinya lari tanpa sedikit perjuangan. Toh itu yang menjadikan kita lebih baik.
Hari Minggu (19/01) kemarin akhirnya kejadian juga gue lari hujan-hujanan. Seperti biasa, hari Minggu gue lari di spot lari favorit gue: area CFD Sudirman. Bedanya kali ini, gue lari bareng teman-teman dari Running Rage (RR), plus satu saudara gue, Dimas. Sesi lari bareng RR ini lagi-lagi beda, karena absennya kapten lari RR, Dystra, yang lagi ikut event lari di Bandung dengan beberapa teman RR yang lain. Absennya Dystra ternyata membuat teman-teman RR nggak melakukan ritual pemanasan dan pendinginan kayak biasanya, yang, apapun alasannya, menurut gue sayang sekali. Jadi pagi itu, ketika teman-teman RR dipastikan tidak ada yang menunggu temannya yang lain untuk datang sesi lari langsung dimulai dengan rute seperti biasa: fX-Bundaran HI, pulang-pergi. Di tengah perjalanan angin mulai tertiup khas awan mendung yang disusul gerimis yang sangat pelan. Nyaman banget rasanya. Di 3/4 perjalanan menuju Bundaran HI hujan yang lebih serius mulai turun, terpaksa rombongan langsung diarahkan belok ke 7-Eleven di jalan Teluk Betung untuk berkumpul lagi dan "ambil nafas". Setelah istirahat saban 5-10 menit, dengan langit yang sudah tidak hujan, perjalanan kembali ke fX dimulai. Lagi-lagi di tengah perjalanan hujan turun. Dari yang tadinya gerimis berangsur-angsur serius hingga akhirnya sangat deras. Lagi asik lari, gue nggak mau berhenti, lagipula lihat teman-teman yang lari di depan juga tidak ada yang berhenti untuk berteduh. Lagipula lagi, lari di bawah hujan itu seru banget! Gue sempat ngomong sendiri pas pagi hujan-hujanan, "this is fucking awesome!" Nggak jauh setelah jembatan Semanggi hujan mulai reda dan kemudian akhirnya benar-benar reda. Kerennya lagi, gue berhasil lari pulang-pergi rute itu tanpa jalan! Entah efek cuaca atau apa, ini harus gue coba lagi, dalam kondisi hujan atau tidak.
Oi! Lama nggak nge-post. Lari gue dua minggu belakangan ini biasa-biasa aja, lancar, nggak ada masalah. Yang bisa jadi highlight adalah hari Minggu (12/01) kemarin akhirnya lari lagi di CFD Sudirman setelah terakhir pas Bajak JKT, dengan jarak yang sama: 10K. Yang spesial adalah waktu itu gue membukukan waktu yang nyaris sama dengan rekor 10K gue sebelumnya pas Bajak JKT, satu jam delapan menit sekian detik, selisih beberapa detik. Ini catatan bagus buat gue, bisa di bawah 1:10 sudah menjadi target gue dalam beberapa waktu dan sudah saatnya gue meningkatkan lagi target 10K gue menjadi di bawah satu jam. Satu lagi peningkatan dalam performa lari gue adalah gue sudah mulai rutin menghabiskan 5K tanpa jalan, hal yang sangat positif buat gue. Gue masih bermimpi untuk menghabiskan 10K tanpa jalan dan tentu makin jauh seterusnya. Suatu hari pasti bisa. Mari terus latihan!
Lari pertama gue di 2014 hari ini tidak memuaskan. Pertama, ini hari Minggu tapi gue tidak lari di area CFD Sudirman melainkan di kompleks rumah. Kedua, performa lari gue menurun dari beberapa lari terakhir, banyak faktor tentunya, tapi tetap ini membuat gue menggerutu. Ketiga, gue tidak menggunakan sepatu yang seharusnya gue gunakan karena satu dan lain hal.
Kenapa performa lari gue menurun? Sebagai pembelaan diri, gue menyelahkan rangkaian libur tahun baru mengganggu rutinitas lari gue. Akhirnya selama dua minggu terakhir gue cuma lari dua kali dengan jarak satu minggu sekali. Nggak cuma itu, porsi makan gue juga tiba-tiba bertambah selama jeda ini, otomatis membuat badan gue tidak dalam kondisi terbaik.
Kemudian, kenapa gue tidak menggunakan sepatu yang seharusnya gue pakai? Sederhana sebenarnya, sepatu gue tidak ada di rumah, sepatu gue "salah turun" di rumah saudara gue ketika baru pulang dari Bandung minggu lalu dan gue terlambat menyadarinya, akhirnya gue terlalu malas untuk mengambilnya jadilah pakai sepatu yang ada saja. Kenapa ini mengganggu performa gue? Walaupun lebih nyaman (sepatu ini udah gue pakai lari sejauh hampir 400 Km lebih, sekarang ubah sedikit fungsi jadi sepatu untuk di gym), tapi gue sudah mulai terbiasa dengan sepatu baru yang belakangan gue pakai, jadi ini kurang lebih membawa sedikit ketidaknyamanan ketika gue pakai lari lagi.
Happy new year everyone! My resolutions? Run more distance than last year. Onward and forward!
Sudah seminggu sejak postingan terakhir di sini. Lari minggu lalu cukup, nggak sesuai harapan, tapi cukup. Niatan untuk mengikuti program latihan dari Nike+ Coach kayaknya susah untuk direalisasikan, kembali, jadwal yang tidak bisa kompromi menjadi sebabnya.
Rutenya jalanan turunan Cipaganti sampai lampu merah jalan layang Pasopati dan tanjakan Cihampelas, jarak yang terekam di Sportwatch gue sejauh 4.88 km.
Ini bisa dibilang pertama kalinya gue lari di jalanan yang turun kemudian tanjakan yang jauh. Biasanya cuma tanjakan-turunan jalan layang di Jl. Sudirman, Jakarta. Seru sebenarnya, cuma yang menjadi musuh utama gue kemarin adalah angin yang ada di perut seakan memaksa untuk dikeluarkan tapi tidak ingin keluar sampai akhirnya mulas datang. Hampir 3/4 perjalanan gue habiskan untuk menahan mulas itu.
Tanjakan panjang + perut mulas = 4.88 km tersulit yang pernah gue tempuh.