Melayani anda kewajiban kami, kepuasan anda itu mimpi wujud cita kami #dagang #pasar #wirusaha #entreprener #pengusaha #ekonomi #indonesia (di Pantai Pangandaran) https://www.instagram.com/p/CE1175ZgVOG/?igshid=1bhwsow5gc241
seen from United States
seen from Germany

seen from United Kingdom

seen from Mexico

seen from United States
seen from United States
seen from France
seen from China
seen from Estonia

seen from France
seen from China

seen from Netherlands
seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from United States

seen from Spain
seen from Netherlands

seen from United States
seen from China
seen from Malaysia
Melayani anda kewajiban kami, kepuasan anda itu mimpi wujud cita kami #dagang #pasar #wirusaha #entreprener #pengusaha #ekonomi #indonesia (di Pantai Pangandaran) https://www.instagram.com/p/CE1175ZgVOG/?igshid=1bhwsow5gc241
Kerupuk Renyah Si Mbull Rambah Luar Wilayah Lamsel
Kerupuk Renyah Si Mbull Rambah Luar Wilayah Lamsel
LAMPUNG — Usaha pembuatan kerupuk sebagai usaha mikro tetap berjalan selama beberapa tahun terakhir terus dijalani oleh produsen kerupuk dengan nama komersial kerupuk si Mbull di Desa Sri Pendowo Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan.
Teman sajian berbagai olahan kuliner tradisional berupa bakso, mie ayam, soto ayam hingga dimakan sebagai camilan tersebut masih menjadi hidangan favorit…
View On WordPress
Bejana Berhubungan
Ada data menarik, walaupun didapatkan dari survei kecil-kecilan. 80 – 90 persen kasus yang ditangani oleh Pengadilan adalah kasus perdata. 80 – 90 persen dari angka itu, ternyata adalah kasus gugatan perceraian. Pengalaman seorang teman, menyebutkan bahwa ada kenaikan signifikan terhadap jumlah kasus perceraian yang ditangani dari tahun ke tahun. Dan buat saya, dari sisi perilaku manusia, hal ini menarik untuk dikaji.
Saya ingin mengkajinya dari sudut-pandang ilmu fisika. Lebih fokus lagi pada Hukum Bejana Berhubungan. Hukum ini menyebutkan, apabila sebuah bejana berhubungan diisi dengan zat cair yang sama, maka pada keadaan kesetimbangan permukaan zat cair dalam bejana berada dalam satu bidang datar. Pasangan suami istri dalam sebuah mahligai rumah tangga, adalah sebuah bejana berhubungan, yang harus terus-menerus menjaga kesetimbangan.
Ketika seorang laki-laki dan seorang perempuan memutuskan untuk menikah, mengarungi bahtera rumah tangga bersama, secara umum keduanya memulai kebersamaan dalam posisi yang setimbang hampir di semua hal, misalnya pendidikan, usia, tingkat pemikiran, dan sebagainya.
Sepanjang berjalannya waktu, perkembangan setiap individu mungkin berbeda. Misalnya, suami meniti karir sampai pada posisi cukup tinggi di kantor, mengikuti berbagai pelatihan di dalam dan luar negeri, bergaul dengan banyak orang berpendidikan tinggi tetapi istrinya masih tetap hanya mengurus rumah tangga, bergelimang asap dan minyak goreng, bergaul hanya dengan kalangan terbatas dan dididik oleh aneka sinetron televisi.
Atau sebaliknya. Saat ini, tak bisa dibantah, kesempatan berkarir di dunia profesional lebih besar pada kaum perempuan daripada laki-laki. Istri berkarir tinggi di kantor, berdiskusi dengan para profesional dari berbagai belahan dunia, dan memiliki puluhan atau bahkan ratusan anak buah. Di sisi lain, suami jadi korban Pemutusan Hubungan Kerja. Sudah melamar kemana-mana, tapi sulit dapat kerja kembali.
Kondisi yang seperti ini, memosisikan satu pihak berada di atas pihak lain. Kesetimbangan kehidupan rumah tangga terganggu. Suami berjas berdasi, istrinya hanya pakai daster lusuh. Atau sebaliknya. Istri berpakaian perlente, suami terkurung di rumah mengasuh anak-anak. Komunikasi antar keduanya nggak nyambung. Penampilan keduanya bagai bumi dan langit.
Level berpikir yang berbeda, membuat sumbatan-sumbatan komunikasi makin sering terjadi dan menyisakan kekesalan di kedua belah pihak. Pertengkaran akibat salah paham bisa jadi akan lebih sering terjadi. Jika tidak segera ditanggulangi, rumah tangga bisa berujung pada perceraian.
Bagaimana agar bahtera rumah tangga bisa terus melaju? Salah satunya adalah dengan tetap menjaga kesetimbangan di antara suami istri. Jangan biarkan pasangan anda berkembang sendirian!
Zainal Abidin Direktur Pengawasan dan Kepatuhan TDA Headmaster SekolahMonyet.com Rektor Institut Kemandirian Dompet Dhuafa
100,000 Milyarder Baru Dalam 5 Tahun, Andakah… ?
Muhaimin Iqbal - Baru-baru ini Credit Suisse mengeluarkan laporan yang sangat detil dengan judul Global Wealth Report 2012. Laporan setebal 60 halaman lebih ini antara lain meng-high light Indonesia sebagai salah satu dari 25 negara di dunia yang akan mengalami pertumbuhan kemakmuran dalam 5 tahun mendatang sampai 2017. Bahkan menurut laporan ini di Indonesia akan lahir 100,000-an milyarder baru, Andakah salah satunya ?
Definisi aslinya adalah jutawan yaitu orang yang memiliki asset bersih US$ 1 juta ke atas, karena dalam Rupiah ini setara dengan sekitar Rp 9.6 Milyar – maka terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia saya buat sebagia milyarder dan bukan lagi jutawan.
Bila dilihat jumlahnya seolah banyak, tetapi dibandingkan dengan jumlah penduduk kita pertambahan 100,000 milyarder ini hanya sekitar 0.04% dari jumlah penduduk Indonesia. Bayangkan misalnya di Amerika pertambahan milyarder baru itu pada periode yang sama bisa mencapai 5.8 juta orang atau tumbuh sekitar 1.8% dari populasinya.
Yang juga menarik untuk pelajaran adalah negeri tetangga kita Singapore. Dengan penduduk yang hanya 5.2 juta orang, selama lima tahun mendatang akan menghasilkan jumlah milyarder baru yang hampir sama dengan Indonesia yaitu 97,000 orang atau sekitar 1.9 % dari jumlah penduduknya.
Dari mana datangnya generasi milyarder baru ini ?, Bila Anda pegawai yang berprestasi dan bisa sampai puncak karir di perusahaan yang lumayan besar – maka bisa jadi Anda termasuk salah satu milyarder baru itu. Tetapi akan lebih berpeluang menjadi milyarder bila Anda mampu membangun usaha Anda sendiri atau menjadi entrepreneur.
Penyebab lahirnya begitu banyak milyarder baru di Singapore dan Amerika Serikat adalah masih sejalan dengan tingkat kemudahan memulai usaha baru. Data yang dikeluarkan oleh World Bank dalam Doing Busssiness 2012, Singapore menempati urutan pertama dalam tingkat kemudahan usaha dan Amerika Serikat menempati urutan ke 4. Maka wajar bila di kedua negara tersebut entrepreneur baru mudah lahir dan berkembang yang kemudian akhirnya menyemai milyarder-milyarder baru dalam jumlahnya yang sangat banyak.
Indonesia yang berada pada urutan 129 dalam tingkat kemudahan usaha memerlukan orang-orang yang luar biasa untuk menjadi entrepreneur di lingkungan yang tidak mudah. Bila Anda termasuk salah satu dari 100,000 milyarder baru tersebut – dan Anda peroleh dengan cara yang benar , bisa jadi Andalah salah satu pahlawan yang melahirkan usaha baru itu.
Laporan-laporan seperti yang dikeluarkan oleh Credit Suisse tentang Global Wealth Report 2012ataupun laporan World Bank tentang Doing Business 2012 ini, bisa jadi tidak akurat atau bahkan tendensius dengan kepentingannya masing-masing. Tetapi bukannya tanpa manfaat, kita tetap bisa menjadikan laporan tersebut untuk membuktikan sebaliknya misalnya.
Bahwa kita tidak seperti yang mereka sangkakan, bahwa tidak semuanya sulit di Indonesia yang kita cintai ini – kemudian ini menjadi tugas para pemegang otoritas untuk menciptakan peraturan , perijinan dlsb. yang kondusif bagi lahirnya usaha baru.
Rakyat seperti kita juga bisa membuktikan bahwa bukan hanya 0.04 % dari jumlah penduduk yang bisa lahir sebagai entrepreneur baru, kita pun bisa mencapai 1.8% atau bahkan lebih bila kita rame-rame berani dan mau terjun menanggung resiko untuk mulai usaha baru.
Lebih dari itu juga bukan banyaknya milyarder yang kita harus hasilkan, tetapi adalah banyaknya orang miskin yang bisa diangkat dari kemiskinannya. Tidak ada gunanya milyarder tumbuh pesat tetapi jumlah orang miskinnya juga bertambah banyak.
Jadi bila Anda termasuk warga negeri ini yang beruntung dan menjadi milyarder baru dalam lima tahun mendatang, jangan lupa bahwa di dalam harta Anda yang milyaran itu ada hak orang miskin yang meminta maupun yang tidak meminta. Harta Anda bukan hanya untuk Anda !.
“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS 2 : 177)