Lori, transportasi angkut tebu menuju penggilingan tebu. Zaman dahulu, aktivitas penggunaan lori tentunya sangat sering saat masa giling dikarenakan produksi panen tebu sangat melimpah dari lahan langsung ke pabrik. Namun zaman sekarang ini, hanya sebagian pabrik gula saja yang menggunakan lori sebagai alat angkut tebu dari lahan ke pabrik dikarenakan faktor lahan sekitar yang mulai menipis. Penggunaan lori masih aktif sebagian besar pada pabrik gula yang memiliki lahan sendiri lebih banyak ketimbang lahan rakyat ditanami tebu. Kalau lahan rakyat tersebut rentan alih fungsi lahan ke komoditas lain, sehingga banyak pabrik gula yang mengandalkan dari lahan rakyat, sehingga lori tidak diaktifkan kembali. Diaktifkan hanya di dalam pabrik. Untuk yang sekarang lebih kepada truk (jika di Pabrik Gula sini) karena bahan baku nya tidak hanya dari Probolinggo, namun dari Lumajang, Situbondo, Bondowoso, Jember. Jika antrian sedang penuh, maka solusinya menggunakan lori, agar truk bisa mengangkut kembali panen tebu di lahan rakyat atau pabrik gula lain. Tebu sendiri tidak bisa di simpan terlalu lama dilori karena kadar gula didalam tebu akan menurun setelah ditebang, sehingga akan mempengaruhi rendemen gula yang dihasilkan apalagi disimpan beberapa hari. Faktor lain juga muncul nya jamur. Maka dari itu, tebu yang berada di lori sebaiknya di masukan penggilingan < 3 hari (kalau tidak salah) . . . (PG Wonolangan, Dringu, Probolinggo, 17 September 2018) #pabrikgula #pabrikgulawonolangan #wonolangan #probolinggo #PGWonolangan #PTPNXI #perkebunannusantara #tebu #nira #gulakristalputih #gulaputih #sugarcane #lori #loritebu #perkebunantebu (at Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo) https://www.instagram.com/p/BtKPmLGAs1f/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=zg3q0zjw8uw6