Doa Kita Semua

seen from China

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from United States
Doa Kita Semua
Menyempurnakan Kebaikan
R E N U N G A N : Hakikat Diri
SEANGKUH DAN SEHEBAT Apapun Kita..., Diatas Hamparan Sajadah,Juga Dahi Kita- B e r s u j u d...
SECANTIK DAN SEINDAH Apapun Rupa Kita..., Kain Putih Juga Yang Akan Membalut Tubuh Kita...
SEKAYA DAN SEBANYAK Apapun Harta Kita..., Tidak Akan Dapat Dibawa Menghadap ILLAHI...
SEGAGAH DAN SEKUAT Apapun Kita.., Berjalan Dan Berlari... Pada Akhirnya Tetap Di Usung Juga...
SERAMAI DAN SEBANYAK Apapun Teman² Kita..., Namun Kita Akan Pergi, Seorang Diri Juga Suatu Hari Nanti...
Semoga Ada Hijrah Dalam Diri Kita Menjadi Hamba² ALLAH Yang Terbaik...
YAA ALLAH...Terima Kasih Atas Segala Nikmat Dan KaruniaMU Jadikan Langkah Hidup Kami Selalu Dalam Kebaikan Dan Jadikan Sisa Umur Kami Selalu Dalam KebarokahanMU
أمين ياربّ العالمين
Kembali Pada Allah SWT.
Belajar dari Ban
Seorang anak memperhatikan ayahnya yang sedang mengganti ban mobil mereka. Dia terheran-heran mengapa ayahnya mau repot-repot mengerjakan ini dan tidak memanggil orang bengkel saja untuk mengerjakannya.
Sang ayah tersenyum, "Sini, nak, ada kesenangan tersendiri ketika kita mengganti ban, karena mengingatkan kita tentang filosofi ban yang bisa kita pelajari untuk hidup kita," kata ayah.
"Belajar dari ban?" tanya sang anak heran.
Sang ayah tertawa, "Perhatikan ban ini dengan segala sifat-sifatnya..."
Pertama, BAN selalu konsisten bentuknya, bundar... Apakah dia dipasang di sepeda roda tiga, motor balap pamanmu, atau roda pesawat terbang. Ban tak pernah berubah menjadi segi tiga atau segi empat.
Kedua, BAN selalu mengalami kejadian terberat. Ketika melewati jalan berlubang, dia dulu yang merasakan. Saat melewati aspal panas, kotoran hewan atau ketika ada banjir, ban juga yang harus mengalami langsung.
Ketiga, BAN selalu menanggung beban terberat, ketika mobil sedang berjalan maupun diam, ketika mobil sedang kosong, maupun saat penuh penumpang dan barang.
Keempat, BAN tak pernah sombong dan berat hati menolak permintaan pihak lain. Ban selalu senang bekerja sama. Ketika pedal rem memerintahkannya berhenti, dia berhenti. Ketika pedal gas menyuruhnya lebih cepat, dia pun taat dan melesat. Bayangkan kalau ban tak suka kerja sama dan bekerja sebaliknya? Saat direm malah ngebut, dan saat digas malah berhenti?
"Wow, benar juga!" puji sang anak.
Kelima, BAN tetap rendah hati dan tak mau menonjolkan diri, meski banyak hal penting yang dilakukannya. Misalnya ketika di show room atau pameran mobil, pengunjung lebih mengagumi bentuk body mobil itu, lalu ketika mereka masuk ke dalam, yang menerima pujian berikutnya adalah interior mobil itu. Sofanya empuk, AC-nya dingin, dashboard-nya keren, dll.
Jarang sekali ada orang yang memperhatikan ban apalagi sampai memuji ban. Padahal semua kehebatan mobil, tak akan berarti apa-apa kalau bannya kempes atau bocor.
Sang ayah selesai mengganti bannya, dan berdiri menatap hasil kerjanya dengan puas.
"Yang Keenam tentang filosofi BAN adalah betapa pun bagus dan hebatnya mobil yang kau miliki, atau sepeda yang kau punya, atau pesawat yang kita naiki, saat ban tak berfungsi, kita tak akan bisa kemana-mana. Kita tak akan pernah sampai ke tujuan."
Sang ayah menuntaskan penjelasannya, “Jadi kelak, meski kau menghadapi banyak masalah dibanding kawan-kawanmu, tak mendapat pujian sebanyak kawan-kawanmu, bahkan terus menanggung beban berat di atas pundakmu, Tetaplah kamu konsisten dengan kebaikan yang kau berikan,
Tetaplah mau bekerja sama dengan orang lain, jangan sombong dan merasa hebat sendiri, dan yang terpenting, tetaplah menjadi penggerak di mana pun kau berada.”
Itulah yang ayah maksud dengan hal-hal yang bisa kita pelajari dari ban untuk hidup kita.
Menasehati Diri Sendiri #1