Bagaimanapun engkau tetaplah rumah. Rumah terbaik, ternyaman, dan tak pernah sekalipun ingin aku tinggalkan, meski sedikit lama aku tak berkunjung.
Bagaimanapun engkau tetaplah tempat. Tempat terindah, terteduh, dan tak pernah sekalipun aku tak menjadi diri sendiri, meski kadang ceritaku hanya itu-itu saja.
Banyak waktu, banyak hal, banyak cerita. Menulis tanpa ada yang menghakimi, tanpa ada yang mengomentari, ternyata aku senang berbagi cerita dengan banyak orang yang tidak mengenaliku, membuatku terus tumbuh, berproses, dan terus bermekaran. Semoga aku tetap menjadi aku. Yang di perjalanan setiap waktu ini, masih suka meninggalkan jejak cinta, dengan tulisan-tulisanku.
Masih terlalu dini hari, 27 September 2024













