"Karena cintanya adalah pancaran cahaya - tak kan berhenti hanya karena kau menutup jendela" Tak banyak yang berubah disana. Letak jam dinding, lemari tua berbahan kayu jati yang sudah terlalu penuh oleh buku, foto ibumu ketika muda - ah iya, ia memang tak sempat tua. Di meja baca ayahmu, tergeletak sebuah benda berbentuk buku dengan sampul biru tua yang tidak terlalu tebal, usang, tapi tampak sangat terawat. Kamu, sebelumnya tak mengira bahwa itu adalah album foto. Sejak kecil, salah satu kegemaranmu adalah melihat album foto berulang-ulang sampai kamu hampir hafal semua foto di dalamnya. Tapi, album foto ini seperti tidak pernah kamu lihat. Tak banyak gambar didalam nya, hanya ada sepuluh. Dan hampir semua foto punya karakteristik yang sama : hanya ada kamu dan ayahmu di dalam foto itu. Hanya kalian berdua. Malam itu, kau dipaksa untuk menengok ke belakang sampai lehermu pegal. Kau dipaksa untuk berkejar-kejaran dengan waktu untuk kembali memunguti potongan-potongan masa lalu. Ada sesal di sana, tentang ketulusan yang kau campakkan. Tentang rindu yang dibawa pergi. Tentang budi yang tak sempat - dan memang tak akan pernah - terbalas. Seribu wajah ayah sekalipun yang kau kenang dan ratapi malam itu, tak akan pernah mengembalikan nya. #seribuwajahayah #azharnurunala #booklover #yangmudayangmembaca #gemarbaca (di Lhokseumawe)













