“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56) . Dan sesungguhnya, ibadah itu bukan melulu shalat atau mengaji . Pekerjaan kitapun adalah ibadah . Maka, jangan lupa, bekerja untuk mengumpulkan amal, bukan sekedar mengumpulkan rupiah . Karena, seringkali, manusia, terperdaya dunia, mati-matian mengumpulkan hal yang kelak tidak dibawa mati . Maka, jangan lupa, menyiapkan niat 'ibadah terbaik' dalam setiap pekerjaan . Bila kita seorang tenaga medis, maka setiap saat kita menolong pasien dari rasa sakitnya, maka itu bernilai ibadah . Bila kita seorang tekhnisi mesin atau apapun yang dibutuhkan manusia, termasuk mungkin tenaga medis yang menolong pasien, maka kita juga mendapat pahala serupa . Jika kita seorang petani, maka setiap beras dan bahan makanan yang kemudian masuk ke dalam setiap perut orang yang mengonsumsinya, maka kita mendapat pahala . Jika kita seorang ahli IT, yang mengembangkan internet, telpon genggam atau komputer dan sebangsanya, maka setiap manfaat yang lahir darinya, ilmu yang semakin mudah diaksea dan jarak yang diputus dengan sambungan internet, kita pun memanen pahalanya . Maka, bergembiralah kita, ketika pekerjaan kita tidak hanya mencukupi kebutuhan hidup kita, akan tetapi turut memenuhi tabungan amal di akhirat kelak . "Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.” - (HR. Thabrani) . Jadi, apapun pekerjaan kita saat ini, jangan lupa niat 'beribadah' . aku, menolong saudaraku, karena aku ingin kelak Allah menolongku, saat tiada lagi pertolongan selain dari-Nya . #yukibadah #30dayswritingchallenge #30haribercerita2018