Setelah bingung beberapa saat menentukan apakah ini meetup ke 2 atau ke 3, mungkin perlu dijelaskan disini bahwa ini adalah meetup kami yang ke 2, karena inisiasi (yang sebelumnya dianggap first meetup) ternyata tidak masuk hitungan.
Meetup ke dua ini dihadiri oleh Rina Amalia (rumpitawati.com), Dagus Wijaya (sieup.com), Marwan Nugroho (Martha FM), Ridwan Hermawan (Musisi) dan rekan-rekan dari Pergola, meneruskan bahasan sebelumnya yaitu kemungkinan untuk merumuskan event kolaborasi musik(jazz dan etnik)-fotografi-videografi dan pengemasan dan pengarsipan hasil akhir dalam bentuk podcast audio maupun video.
Acara berlangsung santai, dimulai (tanpa aba-aba) pukul 4 sore dan sempat diselingi buka (bersama, kecil-kecilan), dengan menu nasi goreng ala Pergola (ajib).
Semakin menarik pembicaraan kali ini karena dari rekan media bersedia memberikan ruang untuk sounding mengenai aktivitas musik dan startup #TasikTrigger. Ini luarbiasa sekali karena tantangan yang dihadapi kita di daerah tentu tidak sama dengan rekan-rekan di kota-kota besar dimana pasar (base on population) sudah terbentuk sehingga mudah untuk melakukan segmentasi pasar, sementara di sini kami harus memulai dari edukasi benar-benar dari nol (sekalipun kenyataannya tidak separah itu), dengan bantuan sounding dari media, ini akan sangat membantu publik memahami aktivitas yang kami lakukan dan apa fungsi aktivitas kami untuk publik.
Dari pembicaraan ini tercipta wacana untuk mensinergikan rumpitawati.com dan sieup.com kearah pengembangan rumpitawati.com kedepannya. Dibantu advice dari rekan media, tampaknya sinergi ini akan jadi angin segar yang positif. Sekalipun sinergi ini masih dalam tahap wacana, namun tidak mengurangi antusiasme keduanya untuk melakukan penjajakan lebih lanjut.
Pembicaraan kami akhirnya mengalir seputar sharing bagaimana cara untuk tetap survive mempertahankan idealisme pada bidang industri masing-masing, bagaimana kami mesti (lagi-lagi) bersabar untuk melakukan edukasi kepada publik dan bagaimana kami dengan kemampuan yang ada berusaha menciptakan atmosfir baru ditengah atmosfir keumuman. Masing-masing kemudian membagikan pengalaman pahit manisnya menjaga bara idealisme untuk tetap hidup.
Acara berakhir dengan saling memberikan semangat untuk tetap mengembangkan diri. Agaknya acara ini akan semakin ramai dengan antusiasme, terbukti peserta sepakat untuk menggelar kembali sharing-sharing seperti ini sekalipun dengan peserta yang masih minim.
Bagi anda yang membaca tulisan ini dan tertarik untuk bergabung, kami menyambut baik kehadiran anda, informasi meetup berikutnya akan kami sampaikan kemudian.