Aku adalah perempuan yang mudah ragu dan goyah, maka jadilah lelaki yang paling meyakinkanku.
Ambil peranmu untuk meyakinkanku, kan kuambil peranku untuk memercayaimu.

Jimmy Eat World
Sweet Seals For You, Always

izzy's playlists!
Lint Roller? I Barely Know Her

bliss lane

❣ Chile in a Photography ❣
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
The Stonewall Inn
Keni
No title available
No title available

titsay
I'd rather be in outer space 🛸
todays bird

Kiana Khansmith
Not today Justin
almost home

#extradirty

oozey mess
Phantogram Three
seen from Morocco
seen from Germany

seen from Egypt
seen from United States

seen from Pakistan

seen from United Kingdom

seen from Kenya

seen from Japan
seen from United States

seen from Canada

seen from Germany

seen from United States
seen from Netherlands
seen from Brazil

seen from Colombia

seen from United Kingdom
seen from Greece
seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye
@tempat-bercerita
Aku adalah perempuan yang mudah ragu dan goyah, maka jadilah lelaki yang paling meyakinkanku.
Ambil peranmu untuk meyakinkanku, kan kuambil peranku untuk memercayaimu.
I will because i know he try.
Mau nulis panjang, tapi udah ngantuk, jadi kita pending dulu. Karena kalau gak dipost, pasti ketunda terus. Yaudah kita post aja biar ngerasa ada hutang tulisan.
And yaa, thank you for loving me ❣️
Choose yourself first, id.
I really miss you.
Tentang Maaf
Meminta maaf kepada yang jauh, yang jarang ditemui. Tapi melupakan orang-orang yang dekat, bertemu hampir setiap hari.
Semoga kita semua tidak melupakan arti dari kata "maaf" dan mengabaikan esensi dan meminta maaf itu sendiri.
Permintaan maaf bukan suatu seremonial, tetapi lahir dari kemurnian hati mengakui apa yang benar dan salah. Toh, manusia adalah tempatnya salah.
Tingginya ego membuat kita merasa sempurna, padahal siapa lah kita? Hanya manusia biasa.
Undangan paling mulia harusnya mampu membuat kita menyadari bahwasannya kebaikan mengalir dari atas ke bawah. Permintaan maaf pun harusnya datang dari yg berada di atas, -mencontohkan- bukan tuntutan dari atas untuk dilakukan dari bawah.
Kita manusia, tidak membutuhkan orang-orang yang sempurna di sekeliling kita, tapi kita membutuhkan orang-orang yang jujur, mau mengakui kesalahannya. Hanya orang egois yang menuntut orang lain untuk menjadi sempurna.
-Pekanbaru, 6 April 2026
1 tahun yang lalu…
Terima kasih sudah memilih untuk melangkah, menuju aku. Terima kasih untuk tetap berjalan di saat aku ingin berhenti. Terima kasih sudah memaksakan banyak hal untuk meyakinkan aku.
Sekarang, ternyata sudah setahun perjalanan bersama ini. Semoga langkah kaki kita tetap seirama, selalu beriringan. Semoga genggaman tangan kita akan semakin kuat. Semoga tubuh kita tetap akan menjadi tempat pulang untuk satu sama lain.
Sayang, untuk semua yang sedang kamu perjuangkan. Aku akan selalu mendoakan dan mendukung. Semoga semua "semoga" kita untuk bisa menjadi pasangan sehidup sesyurga itu Allah segerakan.
-Pekanbaru, 9 April 2026
Last Part - Reminder
Akhirnya sampai di titik ini. Menyerah. Rasa ragu yang sering kali muncul. Istikhoroh yang telah dilakukan, ternyata muaranya ada di sini. Tidak apa-apa. Tuhan tau apa yang terbaik untuk hambanya.
Ini akan menjadi tulisan yang terakhir tentangnya. Setelah ini, mari melanjutkan hidup yang insyaAllah akan lebih bahagia.
Hei, kau yang ada di pantulan cermin itu. Maaf ya udah membuatmu merasakan sakit ini. Anggaplah ini perjalanan hidup. Banyak Pelajaran yang kau dapatkan kan? Menangislah jika ingin. Mohon ampunlah pada Tuhan sampai kau merasa tenang.
Hei. Kau sudah berusaha semaksimal itu. Upaya yang kau lakukan tidak dianggap olehnya. Kau hanya wanita yang tidak berubah baginya. Di matanya kau hanya orang yang tidak mau bertumbuh.
Ia sudah tau semua permasalahanmu. Apapun yang kau upayakan untuk menjadi pasangan yang lebih baik tidak terlihat di matanya. Kau sudah dipandangnya dari penilaian negatif, bukan netral apalagi positif. Permasalahan kau, yang kau bagi kepadanya menjadi bumerang sendiri setiap kau melakukan kesalahan. Iya, dalam hubungan ini semua permasalahannya penyebabnya adalah kau. Dia berkata seperti itu kan?
Rasa sakit yang kau rasakan adalah dampak dari perbuatanmu sendiri menurutnya. Hanya kau yang bersalah dalam hubungan ini. Dia yang selalu mengalah, selalu usaha, selalu berjuang, dan ia melakukannya selalu sendiri kan? Makasih udah ngasih tau gimana rasanya pernah diterima.
Bentakan, makian, kata-kata kasar, tuduhan, tekanan yang dilakukannya adalah hal wajar. Ujung-ujungnya tetap kau yang meminta maaf dan berjanji untuk berubah. Jika tidak maka ia akan meninggalkanmu. Dia bukan ingin orang yg berjuang, dia ingin orang yg mengemis.
Ia meminta kau untuk berubah. Apa ia juga berubah? Hitung, berapa kali dia membentakmu? Berapa kali kau ketakutan padahal hanya berbincang biasa saja? Apa yang kau pertahankan sementara kau melakukan sesuatu dalam hubungan ini atas dasar takut, bukan rasa sayang?
Semua permasalahan penyebabnya adalah kau yang mendiamkannya. Apa ia peduli atas rasa takutmu setelah ia berbicara seenaknya. Hei kau pasangannya. Kau orang yang paling berhak mendapat kelembutan. Bukan samsak emosinya. Ia hanya tau kau tetap harus berbicara walaupun pikiranmu sedang kacau, jiwamu ketakutan. Apa ia ingin menjadikan pasangannya orang yang senang menentangnya? Entahlah.
Kau sadar betul ia perlahan berubah menjadi lebih baik. Kau bersyukur atas itu. Kau paham tidak gampang merubah watak. Kau telah menjatuhkan pilihan padanya. Menemaninya bertumbuh adalah konsekuensi dari setiap hubungan. Tapi apa dia melakukan hal yang sama? Dia akan mengancam untuk meninggalkan jika kau melakukan kesalahan. Iya, kau yang terlalu lambat untuk berproses. Lagi pula apa ia menganggap yang kau lakukan adalah proses? Di matanya kau hanya wanita yang tidak mau berubah.
Semua standar yang ditetapkannya padamu, apa ia sudah ada di posisi itu? Ia memintamu untuk memenuhi banyak hal, sementara ia? Valuemu sudah tidak ada lagi di matanya, tertutup sudah oleh kesalahan yang kau lakukan. Apapun yang kau usahakan tidak terlihat olehnya. Standar ganda yg ditetapkannya, ia boleh melakukan sesuatu sementara kau tidak, tidak peduli apapun penjelasannya. Baginya tidak boleh. Apa kau sanggup menjalani itu seumur hidup? Kau wanita, kau harusnya dibimbing, diberi contoh, bukan dipaksa tentang sesuatu sementara ia kebalikannya.
Bertumbuh itu harus. Tujuannya untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Bukan untuk menjadi sempurna, karena itu mustahil. Lagi pula sesempurna apa ia sampai meminta orang lain untuk menjadi sempurna? Ia yg mencintaimu akan menemanimu berproses. Akan menuntunmu, bukan hanya menuntut, akan memberikan contoh bagaimana seharusnya berbuat.
Ia tidak suka didiamkan, dia pikir menyampaikan perasaan melalui sindiran seperi yg selalu dilakukannya itu adalah bentuk komunikasi? Iya, dia manusia sempurna. Semua masalah harus selesai di detik itu juga, gak masalah kalau harus saling teriak2, memaki, melukai hati. Yg ada dipikirannya masalah itu selesai, baginya. Setelah obrolan itu apa tidak meninggalkan luka karena sudah melukai hati satu sama lain? Ak iya, hatinya tidak sesensitif aku.
Baginya kau adalah orang yg tidak mampu berkomunikasi. Komunikasi itu bukan hanya berbicara, tapi juga mendengarkan. Apa seseorang bisa berbicara sementara teman bicaranya memotong pembicaraannya? Menghakimi pembicaraannya? Bertanya dengan tuduhan? Menyimpulkan cerita bahkan ketika ia belum berbicara sampai selesai. Coba hitung lagi, berapa kali ketika kau bercerita ia menghakimi? Nyatanya setelah kau memaksanya mendengar sampai akhir, apa yg ia pikirkan berbeda kan? Dan ketika ia menyadari itu, ia tetap menyalahkan kau, harusnya bercerita seperti ini dan itu.
Kau berhak untuk hidup dengan orang yg mau mendengarkan. Bukan hanya menuntut untuk berbicara, sementara ia tidak mau mendengarkan. Egois sekali bukan? Lihatlah lagi, berapa banyak orang di sekitar kalian yg nyaman untuk berbicara dengannya? Yang betah berlama-lama berbincang dengannya bukan atas dasar butuh atau kasihan? Kau sudah memberi tahunya perihal ini, belajarlah menghargai orang lain. Apa nyatanya ia berubah? Bukan hanya kau yg merasa tidak dihargai olehnya, banyak orang. Jadi temukanlah orang yg bisa menghargai sesama.
Pola pikirnya yang dulu membuatmu memilih dia, akhirnya itu juga yang membuat kau yakin melepaskannya. Dia yang merasa pemikirannya selalu benar, semua yang ada di sekitarnya harus sesuai dengan apa yang ada dipikirannya. Ingatlah lagi, berapa kali ia merendahkan orang lain di depanmu? Merendahkanmu di depan orang lain? Merasa selalu lebih hebat dibanding lawan bicaranya. keangkuhannya merasa dirinya tidak membutuhkan orang lain.
Dia melarang kau untuk mengucapkan dan menuliskan kalimat negatif. Sementara ia? Berapa banyak ucapan dan tulisan negatifnya? Baik tentang dirinya maupun yg ditujukan untuk kau? yang selalu berbicara soal alam bawah sadar, ia sendiri yang menanamkan hal negatif itu.
Apa dia peduli dengan tangisanmu? Dia tau kalau kalian sudah bertengkar kau tak akan bisa terdiur, tapi dia membiarkanmu. Kau berhak bersama suami yg peduli akan tangisanmu, bukan membuatmu menangis dan membuat tangisanmu menjadi2. Kau selalu percaya kan? Rezeki suami itu tergantung kebahagiaan istrinya dan ibadah istrinya. Maka temukanlah laki2 yg akan membahagiakanmu, doakanlah ia selalu.
Baginya bertanya “kenapa?”, menjelaskan sesuatu, menjawab pertanyaan yg berulang, menceritakan sesuatu yg harusnya kau ketahui, menjelaskan sesuatu yg menurutnya sudah harus kau pahami adalah hal yg memberatkan. Ia menjelaskan sesuatu dengan bahasanya, ketika kau bertanya maksudnya apa atau minta penjelasan, ia tidak akan menjawab atau menjelaskan dengan cara dia, dan berharap kau mengerti. baginya kau harus mampu mengerti tanpa perlu ia jelaskan. ketika kau tanya maksudnya apa, penjelasannya ke arah mana, ia enggak menjelaskan lebih lanjut. Baginya kau harus paham dengan penjelasan yg telah diberikannya, jika tidak maka ia akan membuat kau merasa seperti orang yg bodoh. Kau ingin memahaminya, sementara kau tidak bisa. Ia bisa memberikan penjelasan lebih, tapi ia tak mau. Bukannya komunikasi itu bagaimana dua-duanya bisa mengerti maksud satu sama lain? Ah iya baginya kau harus bisa mengerti segalanya. Ia tidak mau kan melakukan itu terus menerus?
Jika ia melakukannya sekali, maka ia harus melakukannya terus menerus. Apa sebegitu merepotkannya ya memberikan penjelasan? Apa sebegitu membuatnya capek dengan meyakinkan? Apa memberikan penjelasan seperti itu sangat membuang waktu, tenaga, dan pikirannya? Padahal itu komunikasi. Apa gunanya berbicara tapi lawan bicara kita tidak memahaminya. Jangan jadi manusia yg terlalu angkuh.
Dia memintamu bercerita tanpa ditanya. Sedangkan dia? Setelah ditanya pun jawabannya “gitulah pokoknya, intinya gitu” wkwkwk. Memang standar ganda. Setelah kau sampaikan pun. Tetap kau yg salah kan? Ketika menyampaikan apa yg dirasa dianggap keluhan. Ketika pura-pura kuat dianggap tidak terbuka. Kocak. Dia juga yg selalu bilang "Kalau ada yg gak beres bilang, gak perlu diminta". Apa dia langsung menyampaikan sesuatu yg gak beres menurutnya? Hahaha memang si standar ganda.
Ketika menyampaikan apa yg dirasa juga responnya "jadi gimana? Udahan aja? Kan udah gak percaya lagi juga", "kalau ragu ya udah gak usah lanjut", "kalau gak yakin yaudah mau gimana" wkwkwk
Kita mencari rumah yg nyaman, bukan rumah yg ditakuti.
Di pertengkaran terakhir, kau sudah menekankan ke diri sendiri untuk fokus, jangan sampai membuat kesalahan, apalagi ketika halangan. Nyatanya tetap kejadian. Mungkin ini yang dinamakan takdir. Sudah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya, menerima perlakuannya, berhati-hati dalam berbicara, meyakinkan diri kalau ia benar menyayangi, menghilangkan segala ketakutan, tapi nyatanya pertengkaran itu pecah juga.
Di awal mengenalnya kau mengasihani perempuan-perempuan yg pernah hadir di hidupnya, karena merasa mereka layak diperlakukan dengan baik. Tapi kau meyakinkan hati, pasti ada sesuatu yg tidak dilihat orang banyak tentangnya, yg membuat perempuan-perempuan itu mau memiliki hubungan dengannya. Nyatanya setelah kau menempati posisi yg sama dengan perempuan lain itu, kau mengasihani diri sendiri. Lucu memang. Tapi apa pula yg bisa diharapkan dari laki-laki yg senang dan bangga telah menyakiti perempuan? Seolah dia bisa hadir di dunia ini tanpa seorang perempuan. Mengabaikan warning yg telah tampak dengan pembenaran "kau gak sama dengan perempuan lainnya".
Jika seandainya ia berjodoh dengan anak mama angkatnya, apa ia akan melakukan hal yg sama jika perempuan itu melakukan hal yg sama dengan yg aku lakukan, memiliki sifat dan sikap yg sama denganku? Iya, bukan kau yg harus menjadi sempurna, kau hanya perlu menemukan orang yg dengan tulus menyayangi dan mau menemani kau berproses.
Ingat prinsip kau dalam hubungan? Semua bisa dimaafkan kecuali perselingkuhan dan kekerasan? Dia melakukan keduanya. Lantas apa yg kau bayangkan dari laki-laki itu untuk menjadi suami? Tuhan sudah menunjukkan keduanya, dan kau memaafkannya. Sekarang sudah lega kan?
Pengkhianatan, kebohongan, kekerasan, standar ganda, tidak menghargai sesama, merasa selalu benar, tidak mampu mendengarkan apalagi memahami, bangga setelah menyakiti orang lain.
Apa ia menghargai kau sebagai pasangan? Di Minggu pertama kalian bersama, ia memposting foto mantannya. Setelah itu, apa ia bisa dengan tegas menyampaikan kepada perempuan sebelum kau bahwa dia sekarang sudah bersama kau? Dia membiarkan perempuan itu untuk terus menghubunginya. Bahkan ia tidak mampu menolak permintaan pulang bareng dari perempuan itu, di saat itu apa yg dia lakukan? Dia bilang "besok Abang cerita", kalau kau tidak memaksanya untuk memberi tau alasannya, ia tidak akan bercerita di saat itu, ia hanya memberitahumu bahwa ia akan pulang bersama perempuan itu. Setelah ia sampai di rumah, ia tidak merasa bersalah sama sekali. Kau bertanya detail kejadian itu, apa dia menceritakan dengan detail? Enggak. Padahal ia yang selalu bilang “apa abang harus nanya dulu baru iid ceritakan?” Ia tau kau sedih dan menangis, ia tidak merasa bersalah sama sekali. Setelah kau ungkapkan kekecewaan kau, apa yg dibahasnya? Ia mengaitkan apa yg kau rasakan dengan permasalahanmu di rumah. Wow sungguh hebat membuat kau merasa bersalah. Setelah kau yang merasa bersalah, ia menutup telepon, “nanti kita sambung lagi” katanya. Nyatanya ia keluar kota tanpa memberimu kabar. Dengan santainya ia membuat postingan “great day”. Wow. Sore harinya tetap kau yang menanyakan kabarnya. kau mengkhawatirkan ia sebegitunya. Sementara ia tidak merasakan sakit yang kau rasakan.
Dan itu selalu kejadian yg berkaitan dengan perempuan itu, ia hanya akan menjawab sekenanya. Ia dengan gampangnya menjawab pernah membuka jalan untuk perempuan itu. Aku minta penjelasan ia hanya menjawab sekenanya. Ketika aku minta penjelasan lagi ia hanya mendiamkan. Setelah itu apa? Kau meminta penjelasan lagi dan ia memarahimu. Wow sungguh kau begitu tolol. Ketika record call yg kau lihat di handphonenya juga, itu kesalahan kau. Harusnya kau membukanya langsung saja saat itu. Apa perlu saat itu kau bertanya itu isinya apa? Padahal dia sendiri yg selalu bilang "gak perlu Abang tanya dulu kan supaya cerita?", "Apa-apa gak perlu Abang tanya kenapa". Si standar ganda.
Dia pernah bilang, biarkan yg datang untuk datang yg pergi untuk pergi, harusnya aku sadar kalau dia udah melepasku dari awal bersama, bukankah dalam bulan pertama kedekatan kalian pun dia sudah melepasmu? Ia yang membentakmu, kemudian ia juga yang memintamu untuk mencari lelaki yang lain. Harusnya kau tidak mempertahankannya saat itu. tapi tidak apa, jika ketika itu kau tidak mempertahankannya, kau melepaskan orang yg kau pikir dia sayang, sekarang kau melepaskan orang yg akhirnya kau sadari bahwa ternyata tidak sayang.
Setelah itu, berapa kali ia melepasmu? Masih bisa kau hitung? Ia menyuruhmu mencari lelaki lain, ia berkata “kalau udah gak percaya ya udah gak usah dilanjut”, padahal ia yang dengan sengaja menghancurkan rasa percayamu. Ia yang mengancam akan meninggalkan setiap ada masalah.
Kau gak perlu harus mengemis untuk diperlakukan dengan baik, tidak perlu harus memohon “janganlah marahin aku”, “janganlah bentak aku”, “janganlah ngomongnya pakai kau”. Yg setelah itu dijawab “kau tu gak ngerti2” dikasih tau gak paham2, dikasih tau kayak gini aja kau gak ngeryi. Kau berhak bersama laki2 yg memahamimu sbg wanita. Kau wanita yg ingin belajar, temukanlah laki2 yg mau membumbingmu, bukan hanya menuntut dg cara seperti itu. Kau bukan samsak emosi pasanganmu.
Kau berhak bersama laki2 yg kau selalu ingin bertemu dengannya, nyaman didekatnya, senang berbagi cerita dengannya. Bukannya malah ketakutan “aku bakal salah apa lagi ya?”, “aku bakal dibentak gimana lagi ya?”
Kau butuh lelaki yg bangga memilikimu, di minggu pertama bersama, ia memposting foto mantannya. Selama kalian bersama, ia menyembunyikan kau dari perempuan lainnya. Sadarlah. Ia bahkan lebih menjaga perasaan perempuan lain dibanding orang yg dia anggap pasangannya
Kau tidak sama dengan perempuan lainnya yg perlu dibujuk untuk segala sesuatu, kau katakan padanya, bahwa kau ingin ditanya “kenapa?” Dan dia menolak itu, baginya jika dia melakukan sekali, maka ia harus melakukan itu seumur hidup. Tapi ketika dia ada sesuatu, ia tidak akan bercerita sebelum kau bertanya kenapa. Lucu memang
Ingatlah, kau butuh diperlakukan dengan baik daripada dicintai. Dan kau tidak mendapat keduanya. Lalu apa yg kau pertahankan? Bahkan kau telah dicampakkan. Maka bersyukurlah, kau sudah berusaha semaksimal mungkin, kau tidak perlu membuat keputusan apapun. Kau tidak akan menyesali apapun.
Apa yg perlu disedihkan? Kau hanya melepas orang yg tidak menyayangimu, dan memperlakukanmu dengan buruk. Hei, kau sudah terbebas sekarang. Mari menikmati hidup ini kembali. Lagian ngapain sedih, kita juga apa-apa sendiri. Ada dan tidak ada dia, tidak ada hal menyenangkan yang hilang.
Jika kita sayang, kita akan takut untuk menyakitinya. Jika kita menyakitinya dan merasa dia kita pantas untuk disakiti, seharusnya kita bertanya, apa benar kita menyayanginya? Atau kita hanya menyayangi "dia yg memenuhi ekspektasi sesuai imajinasi kita? Atau kita hanya memenuhi ego dengan alasan "sayang"?
Ternyata berpisah setelah usaha maksimal, dan tidak menutupi apapun sejak awal semelegakan itu yaaaa. Ya walaupun jadi sering bertanya-tanya “emangnya aku pantas ya diperlakukan seburuk itu?”. Dan alhamdulillah Allah selesaikan hubungan ini tanpa aku perlu membuat dan mempertimbangkan keputusan apapun. Alhamdulillah ya Allah. Tinggal menyembuhkan trauma yg diciptakannya, padahal ia tau kalau kau memiliki trauma, tapi tidak apa. Bukan salah kau. Ini memang jalannya. Yok upgrade diri lagi. Ingat kalimatnya? “Kalau kita punya value, kita gak akan banyak dituntut”. Lagi pula orang disekitar kalian selalu bilang kalau kau pantas dapat yg lebih baik dari dia kan sejak kalian belum bersama? Yok bersyukur.
Berapa orang yang sudah memperingatkan kau untuk tidak memulai hubungan dengannya? Berapa kali kau meyakinkan mereka kalau pendangan mereka salah? Tidak apa, setidaknya rasa penasaran kau terjawab. Dan menertawakan diri sendiri karena mengabaikan nasehat orang-orang yang peduli atas hidup kau.
Tuhan, aku tidak ingin membenci sesama makhlukmu, tapi untuk yg satu ini, aku betul-betul membencinya. Aku membencinya dengan amat sangat. Maaf Tuhan.
Sekarang, tidak akan ada lagi orang yg membentakmu ketika kau salah, memakimu ketika yg kau lakukan atau katakan tidak sesuai logikanya, tidak ada lagi orang yg akan merendahkanmu.
Ke depannya, jatuh cintalah pada orang yg juga mencintaimu. Kau berhak untuk itu, id :)))
Setelah di mencampakkanmu pada hari itu, kau telah bebas. Hiduplah tanpa rasa takut, bertumbuhlah menjadi manusia yg lebih baik lagi, jangan menormalkan kelakuannya untuk dilakukan pada orang lain. Kau adalah orang yg pandai menghargai orang lain sebelum dengannya, jangan sampai kau menormalkan kelakuannya yg tidak mampu mengahargai sesama.
Ingat kalimatnya. Kau akan bertemu seseorang yang menyayangimu. Orang yang akan mau menemani prosesmu. Orang yang akan menghargai apa yang kau usahakan dan berikan. Sampai saat itu tiba, ayok kita banyak belajar lagi. Ingat. Kau akan punya anak. Anakmu harus lahir dari ibu yang baik, cerdas, taat agama, dan bisa menghargai orang lain.
Aku orang yg gampang nyesal kalau ada sesuatu yg perlu aku sampaikan, tapi tidak tersampaikan. Atau ada sesuatu yg seharusnya tidak aku sampaikan malah aku sampaikan dan membuat orang itu sakit hati mendengarnya.Nyatanya, aku tidak menyesali apapun. Karena aku tau, dengan aku berbicara aku akan membuat masalah baru yg besar.
Dan ketika masalah baru yang lebih besar itu datang, aku akan disalahkan dan diancam akan ditinggal.
Apa hikmah paling besar? Jika kau melepaskannya setahun yg lalu, kau melepaskannya dalam keadaan sayang. Dan sekarang kau melepaskannya dalam keadaan benci.
Ternyata dicampakkan bisa semenenangkan dan selega ini.
-Pekanbaru, 8 April 2024
Belakangan lagi ngerasa punya banyak energi untuk melakukan banyak hal. Terus tadi buka draft tumblr, wow ternyata segini list draftnya -
Jadi kepikiran buat post satu-satu. Selagi ada tenaga, waktu, dan keinginan untuk baca-bacain lagi. Dan sepertinya akan sedikit menguras tenaga untuk membuka kisah masa lalu. Tapi gak papa, namanya juga perjalanan hidup. Semoga ada manfaatnya, minimal untuk diri sendiri. 🍻
Dibilang cantik setiap harinya, even bareface. Sederhana, tapi perempuan mana yang gak bahagia? Apalagi perempuan dengan love language word of affirmation. Senengnya!
10 pict cukuplaaa yaaa hihihi ✨🤌🤏
Damn i miss him so much 🥹🥹🥹
Akhirnya sampai di titik ini, diberikan lelaki yang menyayangiku setulus hatinya, memperlakukan aku sebaik-baiknya, menjaga dan melindungi aku setiap harinya, mau mendengarkan, belajar dan bertumbuh bersama, mau melihat dari banyak sudut pandang, ikut merasakan apa yang aku rasakan.
Terima kasih sudah selalu berjuang meyakinkan aku setiap harinya sejak awal niat itu ada, sejak saat aku tidak percaya akan semua orang yang datang, kau tetap melangkah maju, perlahan, membuat aku merasa ingin punya tempat bersandar.
Teruntuk semua perempuan yang membaca ini, aku ingin menyampaikan satu hal, dari pengalaman aku sendiri. Semua perempuan di dunia ini pantas mendapatkan laki-laki yang memperlakukan kita dengan baik, dan bersyukur memiliki kita. Jangan pernah takut melepaskan hubungan yang tidak sehat apalagi seseorang yang memperlakukan kita dengan tidak semestinya. Percayalah, setelah kita melepaskan sesuatu yang menyakitkan, akan Allah datangkan seseorang yang sangat menyayangi.
Bagaimana jika tidak? Jika tidak pun, lebih baik hidup sendiri saja. Rasa kesepian tidak sebanding jika ditukar dengan rasa sakit. Kita perempuan sebenarnya sekuat itu, kita mampu berdiri di kaki sendiri.
Tapi jika seseorang yang sebaik dan setulus itu sudah datang, terimalah dengan tangan terbuka. Bagaimana kita tau ia adalah orang yang tulus dan baik? Tanyakan ke hati yang paling dalam, ia tidak pernah berbohong.
Sepertinya benar, wujud cintanya seorang lelaki terlihat dari seberapa sabarnya ia.
Terkadang aku berpikir, kenapa lelaki ini sangat sabar menghadapi lonjakan emosiku yang begitu hebat, seperti roller coaster yang berputar sangat cepat namun tiba-tiba berhenti dan berputar lagi dengan kencang.
Ia mau untuk bertanya berkali-kali sampai aku mau mengeluarkan suara. Ia mendengarkan dengan seksama semua keluhan dan rengekan yang terkadang ada-ada saja. Ia tetap mendekap di saat aku bahkan tidak mengenali diri sendiri. Ia menyatakan sayang berkali-kali di saat aku membenci semua hal.
Mungkin memang ada seseorang yang dihadirkan Tuhan ke dunia ini tujuannya untuk datang ke hidup kita, melengkapi-membersamai.
Apa dia orangnya? Semoga saja aku bisa menjadi wanita yang selalu lebih baik untuknya.
Semoga ia adalah lelaki yang selalu mampu jadi tempatku untuk bergantung dan berlindung dari banyaknya hal yang ada di dunia ini.
Malam ini, entah keteledoran, entah kecerobohan, entah apalah namanya, tangan yang apa-apa serba sat-set ini tidak sengaja menghapus pesan kita yang ada di aplikasi Whatsapp. Habis, terhapus semua.
Panik? Jelas. Keringat dingin. Aku menghubunginya, meminta bantuan. Ia menertawakan. Ia pikir aku hanya bercerita. Enggak, aku sampaikan bahwa aku panik dan tentu saja sedih, walaupun sudah pasrah, ya mau gimana lagi? Kemudian ia memberikan solusi.
Dengan kesadaran penuh dan kesiapan yang matang, aku melakukan instruksinya. Akhirnya? Setelah 1 jam pesan kita dari awal, kembali ke hape ini. Lega? Sangat. Bahagia? Apalagi.
Kenapa aku sampai seingin itu? Karena bagiku di sana ada kenangannya, dari awal kenal semua ada di situ. Kenapa tidak melihat di hapenya? Semua pesan di hapenya sudah ia bersihkan karena di hapenya sempat terjadi sesuatu.
Malam ini aku baru menyadari, mau hatiku segoyah dan sebimbang apapun ke padanya, ia adalah orang yang aku inginkan. Ternyata benar, kita baru tau betapa berharganya sesuatu ketika kita kehilangannya.
Semoga saja, kita, selamanya.
- Pekanbaru, 19 Oktober 2025
Kita tidak bisa memaksakan apapun, pada siapapun.
Yang kita bisa hanya melakukan yang terbaik, untuk siapapun.
Kita tidak bisa memaksakan seseorang untuk melakukan sesuatu sesuai keinginan kita.
Kita tidak bisa memaksakan seseorang untuk memenuhi semua ekspektasi kita.
Bahkan kita tidak bisa memaksakan seseorang untuk tetap tinggal.
Lakukan semua hal semaksimal mungkin, sampai jika ada sesuatu hal yang terjadi, kita bisa menerima dengan senyum bahagia, karena kita sudah mengusahakan segalanya.
Ibu, makasih sudah melahirkan lelaki ini ke dunia ya. Karena ia, aku percaya bahwa ketulusan itu ada.
Ibu, makasih untuk ketulusan yang ibu berikan, kasih sayang ibu, masakan ibu yang nikmat itu.
Ibu, doakan aku bisa menyayangi anak lelakimu ini dengan baik, mampu menghormatinya seumur hidup, bisa menjadi tempat ia pulang dan melepas semua lelahnya.
Ibu, mungkin masakanku nanti tak senikmat masakan ibu, tapi semoga anak lelakimu ini tetap menyukainya ya, bu.
Aaah, ibu. Rasanya ingin secepatnya serumah dengan anak lelakimu ini, menyiapkan bekal ke kantornya, merapikan kerah bajunya sebelum berangkat, mencium punggung tangannya.
Ibu, aku yakin ibu selalu mendoakannya untuk secepatnya bersamaku. Semoga doa baik ibu secepatnya dikabulkan Allah ya, bu.
Ibu, makasih sudah membuat aku merasakan kasih sayang seorang ibu.
Ibu, terima kasih banyak 🤍
Entah kebaikan aku yang mana yang membuat Tuhan memberikan lelaki sebaik ini ke dalam hidupku.
Entah mungkin hadiah dari rasa sakit yang diberikan lelaki sebelum lelaki ini? Jika iya, maka aku akan sangat bersyukur pernah diberikan rasa sakit itu dulu. Terima kasih sudah melepaskan dan meninggalkan aku serta membebaskan aku dari rasa sakit itu.
Teruntuk lelakiku saat ini dan insyaAllah selamanya, terima kasih untuk semua kasih sayang tulusmu ini 🤍
Memiliki dia, manusia yang mengusahakan segalanya untukku, memberikan dunianya untuk membahagiakan aku, harusnya membuat aku mampu untuk terus bersyukur.
Tuhan, dari semua kekacauan pikiran ini, ketidaktenangan hati ini, ingatkan aku selalu atas segala kebaikannya.
Tidak ada manusia yang sempurna, semua berproses, itu yang selalu aku tekankan. Tapi mengapa belakangan aku merasa goyah?
Tuhan, pada matanya aku merasakan ketenangan, pada suaranya aku merasakan ketulusan, pada tubuhnya aku ingin merebahkan semua lelah. Tolong kuatkan hatiku untuknya.
- Pekanbaru, 3 Oktober 2025