Bumi tempat kita hidup hanya satu, namun karena disini kita bertemu jadi tolong adakanlah sekat agar kau tak nampak lagi
Anonim
taylor price
$LAYYYTER

⁂

Discoholic 🪩
Jules of Nature
ojovivo

roma★
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
No title available
🪼

JVL

★
AnasAbdin
Game of Thrones Daily

祝日 / Permanent Vacation
he wasn't even looking at me and he found me
wallacepolsom
Not today Justin
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

titsay
seen from United States

seen from Kenya

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from Indonesia
seen from United States

seen from United States
seen from Germany
seen from India

seen from Malaysia

seen from China

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@the-anon-world
Bumi tempat kita hidup hanya satu, namun karena disini kita bertemu jadi tolong adakanlah sekat agar kau tak nampak lagi
Anonim
Cinta, takut ku lebih tumbuhkan karena nanti kau takkan bsa memetiknya hanya karena ketidaksamaan
Anonim
Aku punya rindu, namun jika kuberikan lantas apa yang tersisa untukku
Anonim
dia masih berhubungan dengan seseorang.tapi saya menaruh perasaan kepadanya.apakah itu salah??apakah yang bisa saya lakukan hanya menunggu??atau adakah hal lain??
Cinta tidak pernah salah. Orang, waktu, dan tempatnya yang kadang keliru.
PIlihannya selalu dua:1. Menunggu dan setialah, hingga dia tau siapa yang terbaik baginya.2. Pergilah dan jatuh cinta lagi, hingga kamu tau siapa yang terbaik bagimu.
Since you've been gone #aah
Kau tidak bisa menentukan jalan kehidupan, kau suka atau tidak mungkin akan kau temui. Jadi, siapkanlah mentalmu kapanpun
Anonim
Lift Telah Sampai di Lantai Satu
Pada ciuman yang tergesa-gesa, kita seakan saling berebut kata-kata cinta Sementara embus napas, begitu menyengal di antara tautan dua bibir yang tidak ingin lepas
Apa lagi yang ingin kita katakan; jika debar di sebalik dada adalah bahasa cinta yang sama untuk kita rasakan
Hari semakin siang, saatnya degup cinta kita untuk pulang padahal, kita tidak pernah merasa puas dalam berpetualang
“ting-tong” Sayang, lift telah sampai di lantai satu Pulanglah dengan bahagia yang utuh, meski kita saling bersimbah rindu
— Jakarta, Juli 2016 Aku, yang sedang memunguti remah-remah rindu
Cerita yang sama dari kota yang berbeda, Makassar
Pergimu tak membuat ku pilu, hanya jejak mu yang kadang membuatku rapuh
Anonim
Mereka Bernama Tegar
airmata ini bernama Tegar, ia menerima kekalahan, atas ego dan kesalahan perasaan
langkah kaki ini bernama Tegar, ia berjalan jauh untuk sebuah ketiadaan, untuk sakit menuju pengakhiran
degup jantung ini juga bernama Tegar, ia tetap hidup, walau sebagian jiwanya merasa mati sebagian
karena pada akhirnya, aku sungguh hanya ingin tegar, atas selamat tinggal yang sudah kita ikrarkan.
Tangerang, 20 Desember 2011 - Tia Setiawati
Atas selamat tinggal yang kau siratkan kemarin
KARMA
Karya : Tia Setiawati
‘Halo?’
‘Ya’
‘Ini Dira, Tom’
‘Ya. Ada apa?’
‘Kamu apa kabar?’
‘Oh, maaf. Kayanya aku ga bisa bicara sama kamu sekarang’
‘Oh, oke. Nanti kalo uda bisa, tolong kabarin aku ya?’
‘Sip sip’.
Klik.
Dan hubungan komunikasi melalui telepon seluler itu pun terputus. Terkesan begitu terburu-buru memang.
Mungkin itulah kali terakhir aku mendengar suaranya. Tomi Pratama. Dia adalah mantan pacarku ketika kami sama-sama berkuliah. Dan itu sudah sekitar lima tahun yang lalu.
*
Siang itu, aku sedang asik mengerjakan beberapa file pekerjaan yang harus aku selesaikan di hari ini juga. Mataku terfokus ke layar laptopku. Dan saat itu, beberapa pesan melalui Yahoo Messenger masuk. Ingin rasanya aku tak menggubris pesan-pesan itu, namun isi dari pesan itu menyita sedikit perhatianku. Tentang apakah? Beberapa teman lama semasa aku berkuliah menanyakan satu hal. Apakah benar Tomi akan segera melangsungkan pernikahannya?
Apa yang dapat aku jawab? Tak ada. Aku hanya menjawab dengan jujur, aku tak tahu mengenai hal itu. Bahkan aku sendiripun tidak mendapatkan undangan pernikahan Tomi. Kami memang sudah lama tak saling menghubungi. Aku memberinya banyak waktu untuk melupakanku, dan memulai hidup barunya bersama wanita lain, siapapun wanita itu. Siapapun itu kecuali satu wanita itu.
*
Keep reading
Ya setelah membaca cerita ini aku sedikit bisa mengambil hikmah Dimulai dari percaya atau tidak mengenai karma, tapi hal itu yang terjadi kmarin padaku Melepaskan seseorang untuk memilih dengan yang lain, namun yang kupilih juga perlahan mundur dan menghilang Namun kali ini pilihan yang aku jatuhkan padanya sungguh sangat menoreh ruang dalam hati bahkan pikiran yang selalu memaksa logis Maaf kali ini tak dapat tuk membendung sebaris nama ini Aku rindu kamu, Astry Ayu Hamrin Aku selalu berdoa kebaikan dan kesehatan untuk mu dan berusaha jika kita memang berjodoh, pertemuan kita selanjutnya tak akan ku sia-siakan lagi, aku serius!
Terjebak Kenangan
Kadang-kadang di hidupmu, ada satu atau dua kejadian yang tidak pernah kamu duga; tapi bisa saja terjadi kapanpun. Seperti pada suatu hari ketika kamu begitu mencintai seseorang, lalu keesokannya bisa saja kamu harus melewati hari tanpa dia lagi.
Seperti aku yang masih ingat dengan jelas hari itu, saat kamu mengatakan ingin pindah. Tidak dengan adu mulut, tidak juga dengan pelukan hangat. Hanya ada pengertian yang terbagi lantas kita mempersilakan jarak membentang, menjauhkan kita yang dulunya lebih dekat dari apapun.
Begitu saja, lalu “kita” tidak lagi ada.
Setelahnya, baik aku dan kamu melanjutkan hidup tanpa memedulikan satu sama lain. Beberapa waktu berlalu, berbagai ritual kulakukan untuk menyembuhkan diri. Aku pura-pura tidak melihatmu ketika tak sengaja berpapasan. Aku mengalihkan pembicaraan ketika namamu disebut. Aku sengaja tidak membaca setiap momen yang kamu post agar aku murni tidak mengetahui keadaanmu lagi.
Sampai tibalah aku pada hari ini. Hari dimana rindu datang tanpa kuundang dan aku tidak bisa berbuat apa-apa. Sementara di benak menyembul sejuta pertanyaan, tentang apa yang tengah kamu lakukan sekarang? Apakah aku pernah terlintas di pikiranmu? Ada berapa banyak orang yang masuk ke hidupmu setelah aku pergi? Siapakah orang beruntung yang mendapat salam rindu darimu?
Detik ini juga, aku ingin mengungkapkan semua yang mengganjal dan aku bisa. Tapi, rindu harus tau diri. Jadi, biarlah aku simpan rasa penasaran ini sendiri. Bukankah pertanyaan seperti itu tidak boleh ditanyakan lagi karena waktunya sudah tidak tepat?
Segudang rasa yang menggebu, tertahan oleh malu rindu yang sudah tidak tepat Ku kemanakan semua ini, selain ku telan mentah dan kusimpan dalam sisa ruang dan waktuku
2 cangkir kopi untuk malam ini. Yang satu manis. Satunya lagi pahit. Seperti kita. Aku masih cinta. Kamu tidak lagi.
@cindyjoviand (via kunamaibintangitunamamu)
Karena cangkir kopi kita saja pernah berdampingan
Hujan pergi meninggalkan genangan Kamu pergi meninggalkan kenangan
Anonim
Seluruh Aku
Ini kepala, tak pernah bisa pintar melupakanmu. Ini telinga, selalu bersedia mendengar keluh kesahmu. Ini mata, merekam segala keindahan yang tampak darimu. Ini bibir, yang hampir tak pernah kehabisan cadangan obrolan kalau denganmu. Ini kedua tangan, yang sesekali digunakan untuk menepuk bahumu, padahal di kesempatan yang sama-ingin sekali digamitkan pada tanganmu. Ini jantung, yang hanya bisa berdebar-debar tiap kali menghadapi sikap manismu, tanpa boleh menunjukkannya. Ini hati, yang menyimpan semua rahasia tentang perasaan, tanpa diizinkan kamu tau. Ini tulisan, yang ditulis khusus hanya untukmu sebab seluruh perhatiannya telah dicurimu.
Kalau kau ingin tau; ini aku, yang selalu mau menjadi kekasihmu.
Hanya ingin menjadi kekasihmu
Menyadari kau pergi, sebenarnya aku tak apa. Tapi di tiap pertemuan kita yang kerap tidak sengaja, aku merasakan luka yang luar biasa. Entah kenapa.
(via mbeeer)
Nah ini baru sangat cocok dengan realita Seketika langsung sesak, bercampur dgn salah tingkah dan kenangan lalu teringat setelahnya
Hati bagian paling rapuh, kau buatku jatuh cinta Aku mencurahkan segalanya, lalu kau pergi Apa yang lebih mengenaskan dari harapan yang kau pecah buyarkan?
Anonim
Terpukau dengan semua hal dengan mu Namun ku tercengang dengan kesimpulan ini Sayang katamu, namun perlahan kau tarik diri dari rasaku
Anonim
Haha kembali bertemu jika memang itu kau tadi Kau membuang wajahmu, aku membuang perasaanku yang tersisa darimu
Anonim