Enigma Pembangunan Bangsa
please kindly open this. one more achievment! i'm so thankful to everyone who gave a really big support, espescially my father.
http://yjs2015.ganecapos.com/pengumuman-pemenang-lomba/
Pilar utama pembangunan, menekankan pendidikan sebagaisalah satu aspek tercapainya kesejahteraan masyarakat. Sesuai dengan tujuan Millenium Development Goals, sebuah kesepakatan 189 negara anggota PBB, untuk menjawab tantangan pembangunan dunia. Tak dapat dipungkiri jika pendidikan menjadi kebutuhan seluruh masyarakat. Terlebih mengingat cita-cita para pendiri bangsa ini, seperti yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 “Mencerdaskan kehidupan bangsa.”
Paradigma pemerataan pendidikan, tidak lagi sekedar pemberian beasiswa bagi anak kurang mampu. Kini pendidikan bagi anak jalanan, mendapat sorotan serius sebagai realisasi UUD 1945 Pasal 34 Ayat 1 “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.”
Tak kurang dari 8.000 anak di Kota Bandung masuk dalam kategori anak terlantar, angka tersebut kian meningkat sedikitnya 10% setiap tahun (Data Dinas Sosial Kota Bandung). Sekolah Anak Jalanan merupakan salah satu upaya dalam meminimalisir angka tersebut dan menjawab tuntutan hukum konstituisonal negara ini—memelihara anak terlantar dengan memfasilitasinya pendidikan.
“Salah satu murid kami mengeluh, Bu lebih enak ngamen daripada belajar, sehari bisa dapet 50.000.” tutur Bu Enung, guru di Sekolah Anak Jalanan Yayasan Beribu Bandung saat ditanya mengenai kendala mengajar anak didiknya. Tumbuh sebagai anak jalanan, menimbulkan mental ketergantungan. Hanya dengan mengamen, dapat uang. Tak perlu repot belajar.
Pendidikan anak jalanan harus terlebih dulu membenahi mental tersebut untuk menumbuhkan passion dalam belajar. Baru setelah itu, memulai pembelajaran dengan metode yang sesuai dengan karakter mereka. Contohnya, kita dapat mengimplementasikan teori Multiple Intellegences milik Howard Gardner. Dari delapan bab teori kecerdasan majemuk, musical dan bodily kinesthetic dapat dikatakan sebagai tipe kecerdasan yang paling dekat dengan karakter mereka.
Sebuah pendidikan yang mengembangkan bakat alami mereka di bidang musik, dipadu dengan pengembangan kinestetik yang menuntut keaktifan tubuh. Sehingga hasil dari pendidikan anak jalanan tidak sebatas pada pengetahuan formal, tapi lebih mengasah kreativitas diri. Karena pendidikan tak harus selalu menghasilkan anak yang hebat dalam berhitung, tapi bagaimana mencerdaskan anak sesuai minat dan bakat yang dimilikinya. Dengan menekuni bidang khusus seperti musik, olahraga dan sastra, diharapkan pendidikan anak jalanan membuahkan hasil yang dapat berpartisipasi dalam pembangunan bangsa.