Tentang Jodoh dan Pernikahan
Sedikit catatan dari telepon grup malam ini~
Biar ngga gampang baperan, coba bayangkan...
Mungkin akhirnya kamu merasa kamu menemukan dia sebagai calon pasanganmu, tapi apakah dia juga merasa dia menemukan kamu sebagai calon pasangannya?🫠
Lebih bahaya lagi, ketika kalian akhirnya sama-sama merasa menemukan, tapi ngga siap untuk maju ke jenjang pernikahan dan kalian sama-sama tau bahwa pacaran itu ngga diperbolehkan, maka kalian akan terjebak dalam hubungan yang ngga semestinya, TTM misalnya.
Idealnya pernikahan membuat kita sakinah, diam, tenang. Tapi realitanya belum tentu seperti itu.
Sakinah itu bukan sesuatu yang auto kita dapatkan ketika melakukan pernikahan, melainkan harus kita usahakan.
Jadi, jangan berpikir bahwa ke-nggasakinah-an kita saat ini disebabkan karena belum menikah. Justru kita harus mengusahakan untuk mendapatkan sakinah sedini mungkin karena kalo kita udah sakinah sebelum menikah, maka potensi mendapatkan sakinah setelah pernikahan juga besar. Pun sebaliknya, kalo sebelum menikah ngga sakinah, maka potensi ngga sakinah setelah menikah juga lebih besar.
Level cinta itu harus kita usahakan, harus kita bangun. Karena level cinta itu ngga mungkin stagnan. Kalo ngga naik pasti turun. Maka ketika kita sudah terikat dalam suatu pernikahan, kita harus mengupayakan terus biar level cinta kita terhadap pasangan tetep naik.
Intinya, sebagai perempuan, selama CV dia belum masuk ke kita atau dia belum bilang mau serius sama kita, yaudah, ngga usah dipikir. Buatlah kriteria yang kuat dan mendasar, yang ngga gampang dibantah. Jadi kalo ketemu orang yang bikin kita kagum, cek lagi, memenuhi kriteria kita ngga? Kalo ngga memenuhi yaudah, ngga usah dipikir, jadi ngurangin potensi buat gampang baperan.
Ketika berdoa, lafalkan dengan spesifik, ngga perlu sebut nama, misalnya, ya Allah jodohkan aku dengan si X.. atau ya Allah, semoga jodohku nanti sifatnya seperti si X... Kenapa? Karena sifat orang bisa berubah, siapa tau ketika kita berdoa supaya jodoh kita sifatnya seperti si X yang sabar dan bijaksana, ternyata si X sekarang lagi berubah jadi gampang marah. Makanya, lafalkan aja langsung secara spesifik kalo emang kita mintanya jodoh kita itu orang yang sabar dan bijaksana, misalnya. (Aduuh, susah dong, kepanjangan nanti :" -Helloo, mbok berkorban dikitlah, buat masa depan rumah tangga yang lebih samawa supaya saat menikah nanti dapet jodoh yang sesuai harapan lho, masa berdoa aja ngga mau, ya gimana nanti bisa menghadapi dunia pernikahan yang penuh lika-liku😌) Hal ini juga bertujuan untuk mengamankan hati, biar kita ngga membanding-bandingkan dengan sosok yang lain ketika bertemu dengan seseorang.
Tetap optimis, tetap berharap, tapi jangan berekspektasi lebih, dan tetep perhitungkan resikonya. Semangaat🙌