Inspirational Deep Positive Quotes
will byers stan first human second
d e v o n
I'd rather be in outer space 🛸

⁂
Xuebing Du

Love Begins

roma★
sheepfilms
Three Goblin Art
Game of Thrones Daily

祝日 / Permanent Vacation
AnasAbdin
noise dept.
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
No title available
trying on a metaphor
TVSTRANGERTHINGS

Product Placement
occasionally subtle

❣ Chile in a Photography ❣
seen from United States
seen from Kazakhstan

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from Italy
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from Kuwait
seen from Brunei
seen from Germany

seen from United States
@theauthentichappiness
Inspirational Deep Positive Quotes
Wanita, Pahamilah Ini...
~Sebuah Ringkasan dari Salim A Fillah~
Pertama Satu hal yang seringkali dilupakan oleh banyak wanita adalah bahwa kemuliaan wanita tidak bergantung pada laki-laki yang mendampinginya. Tahu darimana? Allah meletakkan nama dua wanita mulia dalam Al Quran, Maryam dan Asiyah. Kita tahu, Maryam adalah wanita suci yang tidak memiliki suami, dan Asiyah adalah istri dari manusia yang sangat durhaka, Firaun. Apakah status itu mengurangi kemuliaan mereka? No! Itulah mengapa, bagi wanita di zaman Rasulullah dulu, yang terpenting bukan mendapat jodoh di dunia atau tidak, melainkan bagaimana memperoleh kemuliaan di sisi Allah.
Kedua Bicara jodoh adalah bicara tentang hal yang jauh: akhirat, surga, ridha Allah, bukan semata-mata dunia.
Ketiga Jodoh itu sudah tertulis. Tidak akan tertukar. Yang kemudian menjadi ujian bagi kita adalah bagaimana cara menjemputnya. Beda cara, beda rasa. Dan tentu saja, beda keberkahannya.
Keempat Dalam hal rezeki, urusan kita adalah bekerja. Soal Allah mau meletakkan rezeki itu dimana, itu terserah Allah. Begitupun jodoh, urusan kita adalah ikhtiar. Soal Allah mau mempertemukan dimana, itu terserah Allah.
Kelima Cara Allah memberi jodoh tergantung cara kita menjemputnya. Satu hal yang Allah janjikan, bahwa yang baik untuk yang baik. Maka, mengupayakan kebaikan diri adalah hal utama dalam ikhtiar menjemput jodoh.
Keenam Dalam urusan jodoh, ta’aruf adalah proses seumur hidup. Rumus terpenting: jangan berekspektasi berlebihan dan jangan merasa sudah sangat mengenal sehingga berhak menafsirkan perilaku pasangan.
Ketujuh Salah satu cara efektif mengenali calon pasangan yang baik adalah melihat interaksinya dengan empat pihak, yakni Allah, ibunya, teman sebayanya, dan anak-anak.
Kedelapan Seperti apa bentuk ikhtiar wanita? 1. Meminta kepada walinya, sebab merekalah yang punya kewajiban menikahkan. 2. Meminta bantuan perantara, misal guru, teman, dll. Tapi pastikan perantara ini tidak memiliki kepentingan tertentu yang menyebabkannya tidak objektif. 3. Menawarkan diri secara langsung. Hal ini tidak dilarang oleh syariat.Bisa dilakukan dengan menemuinya langsung atau melalui surat dengan tulisan tangan. Konsekuensi satu: Ditolak. Tapi itu lebih baik daripada digantung.
Kesembilan Bagaimana jika ada pria yang datang pada wanita, menyatakan rasa suka, tapi meminta ditunggu dua atau tiga tahun lagi? Perlukah menunggu? Sabar itu memang tidak ada batasnya. Tapi ada banyak pilihan sabar. Silakan pilih. Mau sabar menunggu, atau sabar dalam merelakannya. Satu hal yang pasti, tidak ada jaminan dua tiga tahun lagi dia masih hidup. Pun tidak ada jaminan kita bisa menuntut jika dia melanggar janjinya, kecuali dia mau menuliskan janjinya dengan tinta hitam diatas kertas putih bermaterai.
Kesepuluh Bagaimana jika ada pria yang jauh dari gambaran ideal seorang pangeran tapi shalih datang melamar? Bolehkah ditolak?
“Tanyakan pada hatimu: Mana di antara semua faktor itu yang paling mungkin membawamu dan keluargamu ke syurga.”
*Repost from here
“Healing doesn’t mean the damage never existed. It means the damage no longer controls my life.”
— Akshay Dubey (via onlinecounsellingcollege)
„I see you with my heart not with my eyes“.
“Loving you was like going to war; I never came back the same.”
— Warsan Shire
I could watch…
so let not the worldly life delude you. Instagram - Facebook
this is a good postttyttttt
“Ruh-ruh itu seperti tentara yang berhimpun yang saling berhadapan. Apabila mereka saling mengenal (sifatnya, kecenderungannya dan sama-sama sifatnya) maka akan saling bersatu, dan apabila saling berbeda maka akan tercerai-berai.”
(HR.Bukhari no. 3336,Shahih)
true beauty isnt about how clear your skin is. true beauty isnt about how thin your legs are or how tiny your waist is. true beauty is about how kind you are and how you treat people
on point! beauty is kindness as a part of attitude and manner
The Pursuit Of Happyness/ 2006
In Surah Yusuf - Allāh described the story of Prophet Yusuf as the most beautiful of stories. Why? Because regardless of what situation you’re going through in life - you can relate to something in it.
It teaches us that dreams do come true, hardship will turn in to ease, and nothing is better in this world than loyalty. It teaches us that those with gifts will be hated upon and plotted against - so patience is key. It teaches us that it’s never too late to say sorry and forgiveness takes the greatest courage. It teaches us du'as may be delayed but they are never rejected. It teaches us that the best of people have the most difficult beginnings but they always have the most beautiful endings. It teaches us that the affection and care of parents has no boundaries, love can cure, broken hearts can be fixed, and reuniting with those we care about is close. It teaches us that the truthful never abandon that which they believe in, Allāh is with those who have no one, and He gives everything to those who give up everything for Him.
Shaykh Mohammad Aslam
#Du'aJournal
“He created the seven seas and He loved a tear from you, but your eyes were tearless.”
— Ibn al-Qayyim, (al-Fawa'id: 53)
Semakin ikhlas seseorang meninggalkan dunia dan betemu Allah. Semakin halus malaikat ijrail mencabut nyawanya.. Halusnya Bagaikan sehelai rambut yang diambil dari tumpukan tepung.
Semakin cinta seseorang terhadap dunia semakin sulit malaikat ijrail mencabut nyawanya. Rasa sakitnya seperti melepaskan duri yang menempel di setiap sel tubuhnya.
Ringkasan kajian Rutin Rabu, Tema : “Menerima Pinangan Malaikat Maut” Mesjid Al-Irsyad(Kota Baru Parahyangan)
Oleh:ust. Rahmat Baiquni
Yaa Rabb :“”
Belajar merelakan itu meringankan, menyederhanakan, dan melapangkan dadamu. Sadari kodrat. Kita bukan pengendali semesta. -Bang Satria