Saat Kedamaian Lebih Utama daripada Keramaian
-----
Anak-anak yang terlahir dan dibesarkan di keluarga disfungsional ga punya ambisi untuk merebut dunia ataupun punya hasrat untuk dapat spotlight. Mereka cuma mau punya 'rumah' yang tenang, so they just mind their own business. Mereka yang survive dari dysfunctional family, kemudian pernah jadi korban abuse, bullying, manipulasi, lalu awakened and healed bisa berkembang jadi introvert lone wolf - positive dark empath.
Mereka ga benci bersosialisasi, hanya saja menjadi sangat selektif dan benci harus berpura-pura di sekitar orang-orang karena sangat menguras energi. Bahkan meski cuma harus punya satu orang di hidupnya pun, mereka ga masalah dengan itu, yang penting tulus dan ga fake. Intuisi mereka jadi tinggi dan sangat tajam, sehingga hampir ga punya banyak teman karena frekuensi energi mereka beda dan ga semua orang bisa masuk ke ruang itu.
Lingkaran pertemanan mereka mengecil secara natural. Mereka sulit menemukan orang yang sefrekuensi karena cuma cocok dengan orang yang ga manipulatif dan ga drama. Energi mereka terlalu transparan. Mereka menjaga energi seperti menjaga rumah. Kalau terasa ada manipulasi atau energi gelap sedikit saja, mereka bisa langsung cut off orang itu.
Mereka ga tahan dengan hubungan yang dangkal. Orang-orang yang cheesy talk, gibah, ngehasut, pencitraan demi pujian, atau cari validasi bikin mereka overwhelmed dan muak. Mereka butuh koneksi yang tulus, jujur, damai, dan deep. Teman seperti itu langka dan jarang mereka temukan. Kalau dapat, mereka akan maintain hubungan itu dengan serius seumur hidup.











