wanna compile my words into a journey journal...
Cosimo Galluzzi

pixel skylines

Kiana Khansmith
No title available

bliss lane
EXPECTATIONS
Today's Document

gracie abrams
h

Game Changer & Make Some Noise
YOU ARE THE REASON
Cosmic Funnies

ellievsbear

izzy's playlists!

oozey mess
Monterey Bay Aquarium
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

blake kathryn
Sweet Seals For You, Always
Not today Justin
seen from Chile
seen from United States

seen from Singapore
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Colombia

seen from Singapore
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from France
seen from United States
seen from Ukraine

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Singapore
seen from Venezuela

seen from Germany
seen from United Kingdom
seen from United States
@theresiajuju
wanna compile my words into a journey journal...
Surat kepada Secangkir Teh
pic source: https://in.pinterest.com/pin/293156256994269272/
Kepadamu, secangkir teh yang tempo hari bersamaku satu meja
Yang gemar memberiku nasihat juga harapan
Aku tak tahu apakah kamu adalah ruang baru
Untukku belajar, mengarus rasa kembali, seperti yang lalu
Aku telah banyak menerima pelajaran, harapan, tawaran
Dan aku tidak tahu seberapa banyak pelajaran, harapan, dan tawaran yang belum aku dapatkan
Kamu dihadirkan, saat aku tengah memandangi secangkir kopi hitam
Menawarkan untuk menjadi teman seperjalanan…
Petrichor
pic source: https://id.pinterest.com/pin/612489618049470365/
Aku pernah menuliskan kisah tentang perjumpaan hujan dan pelangi
Juga epilog singkat teruntuk hujan dari matahari
Kutuliskan kembali tentang hujan
Yang bagi banyak orang mampu menghidupkan kembali kenangan
Juga menimbulkan genangan
Bagiku hujan tak lagi menjadi syahdu
Ya, sejak saat itu
Aku tak lantas membenci hujan
kopiroteh-sebuah perjumpaan
pic source: https://id.pinterest.com/pin/491173903111737451
Mungkin ada banyak hal yang belum diizinkan
Entah oleh waktu, oleh semesta, atau oleh Dia yang Maha Menciptakan
Satu dari banyak hal itu adalah perjumpaan
Banyak yang mengatakan bahwa perjumpaanmu mudah
Iya mudah, hanya saja waktu yang selalu cari masalah
Haruskah? Buat Apa?
pic source: https://id.pinterest.com/pin/415668240605873308/
Lantaran perkataan seseorang, beribu tanya seketika mengudara
Aku tak ingin perhitungan pada hal yang tak berbatas, namun ucapan itu seolah membangunkan arogansi yang telah dengan susah payah kuninabobokkan
Dan lagi, tak seketika juga aku balas ucapan itu
Dan lagi, aku hanya diam, berusaha untuk tidak memungut kata-kata itu dan mengabadikannya dalam hati
Yang muncul di kepalaku saat itu hanyalah, "terus selama ini aku ngapain?"
Dia dan dia
source: https://id.pinterest.com/pin/843158361477018995/
Seringkali kukatakan tak apa ketika marah dan kecewa
Kadang aku juga tak mengerti, kenapa aku harus berusaha begitu keras untuk membuatnya terkesan
Aku juga tidak tau kenapa aku tidak bisa seperti mereka yang selalu penasaran dengan pasangannya
Menanyakan banyak hal, mulai dari kehidupannya, keluarganya, dan apa yang disuka
Dia tau banyak hal tentangku, tapi tidak untukku tentangnya
Ya, aku tak banyak tau tentangnya
Lalu kenapa aku memantapkan hati untuk mengatakan iya?
Entah…
Yang aku kira aku tak butuh bermacam alasan untuk kata iya
Aku tak seperti mereka yang selalu ingin dibenarkan dan kesalahan selalu jatuh pada lelakinya
Bahkan ketika kabar tak juga tiba, aku lantas berujar maaf yang aku sendiri tidak tau kenapa
Aku pernah berkata bahwa God, this is unfair…
Sebuah Perjumpaan
pernah nggak kamu merasa bahwa Tuhan itu ‘lil bit romantic? (kalau hal yang kumaksud bisa disebut romantic heheh). aku sudah lama..lama sekali tak meracik kopi, kopi hitam tentunya. entah, di awal bulan maryam ini, aku tiba-tiba saja merapalkan doa, karena situasi seperti ini, karena masih saja ada yang tinggi ego, dan untuk pertama kalinya berani kusebutkan merk kopi yang kuinginkan sedari saat aku menyesapnya di kala perjumpaan dengan lelaki hujan dan pelanginya hingga saat ini. kumasukkan dalam doa, doa yang ternyata hanya mampu kupertahankan selama sekian hari. ketika di setiap doa yang kurapalkan hanyalah tentang pahit dirinya, kejayaannya, dan aku berikan semuanya untuk diolah.
semestamu tidak buta dan Tuhanmu tidak tuli, yakinlah dengan pesananmu dan semesta akan mengolahnya untukmu, percayakan saja pada-Nya karena Dia adalah ahlinya
theresia j. purnama
and i was on the same table with this Indonesian brewed coffee-kopi tubruk (Bali coffee beans), a cup of bitter black coffee that increasingly convinced me that there is no such thing as coincidence in everything
theresia j. purnama
pic: https://www.pinterest.at/pin/4714774597691585/
i was wondering how this dark and bitter thing always have its best time to create a sweet encounter
aku sampai di bagian di mana tidak hanya mereka yang menyandang label guru yang mengajar, bahwa tidak hanya dari sebuah tumpukan kertas berjilid sebuah pelajaran didapat, lalu satu hari ini saja, sudah belajar apa kalian? atau justru kalianlah yang jadi sarana untuk orang lain dapat belajar?
theresia j. purnama
plot twist does exist
pic: https://www.pinterest.at/pin/506655026828366515/
kamu takkan pernah tau apa yang akan datang padamu hari ini, peristiwa apa yang akan terjadi padamu hari ini, sekalipun kamu adalah seorang cenayang. takkan pernah habis pintamu untuk hal yang begitu kamu inginkan hari ini meski hal baik selalu mengalir padamu hingga detik ini.
takkan ada ujungnya pula kamu menerka siapa yang akan dipertemukan denganmu hari ini, kepada siapa kamu akan menaruh sapa dan berbagi kisah meski kamu telah berfirasat
setiap detik, menit, jam, hari atau apapun yang digunakan manusia untuk mengukur waktu dan masa, plot twist selalu ada dan entah akan menjadi akhir atau awal dari rencana-Nya yang dan selalu luar biasa
15 Februari 2020 09.56 a.m.
menunggu
pic: https://www.pinterest.at/pin/52072939429954911/
bagaimana bisa aku tak kian menjatuhkan hati. dia semakin menunjukkan karakternya, pemikiran-pemikiran logis yang membuatku selalu berucap dalam hati, ya seperti inilah lelaki yang aku inginkan. sepemikiran dengan ibuku dan aku sendiri, tidak mau repot, tak suka pamer, tak suka kemewahan. malam ini aku sudah tahu jawabannya, memang belum sekarang, jadi aku mau minta berapa kalipun jika dia berkata belum ya memang harus menunggu lagi
28 Desember 2019 20.58
alasan kami bersua
pic: https://www.pinterest.at/pin/17451517294622157/
maaf Tuhan hari ini aku mereka cerita lagi...aku terlalu percaya diri tapi aku tetap berterima kasih atas perjumpaan kami, meski ada rasa jengkel di dalamnya. entah aku tiba-tiba saja melontarkan kata-kata itu, bahwa dia seringkali berbohong dan entah kenapa dia memberi jawaban seperti itu, kapan sih aku berbohong..hhhh kenapa hanya secangkir kopi hitam pahit yang selalu jadi alasan kami untuk bersua
13 Desember 2019 21.58
de javu dan perjalanan yang sama
pic: https://www.pinterest.at/pin/634022453770383709/
jangan buat aku mengarang cerita lagi Tuhan. aku ingin tetap menjaga alur kisah, entah tapi aku merasa Kau tengah memperhatikanku kemarin dan ketika aku berucap permohonan, Kau nyatakan itu dan Kau membuat kami bersua kembali. entah secara naluri kami saling bergurau meski sempat beberapa detik aku merasa aneh. secara visual, ya seperti apa yang mungkin aku inginkan, namun di menit-menit berikutnya, aku merasa ini keliru, bukan seperti ini, ya, aku kacau oleh rasaku sendiri. Kau juga membuat kami berada dalam perjalanan yang sama, diam mendominasi. namun sempat aku bernyanyi, dia bernyanyi, dan lagi, aku tak percaya dengan kebetulan, sesuatu ada dan terjadi karena suatu alasan, mengalunkan lagu “saat berharga” milik rizky febian dari mulutnya, ‘akhirnya kita bersama setelah menanti lama...’ why that song? no no why that lyric? aku yang biasanya akan berkomentar tentang suaranya, hanya diam...bukan aku memilih untuk diam, dalam pikiranku hanya ada satu kata...de javu..
Desember 2019
sebuah firasat….
https://id.pinterest.com/pin/397372367116474709/
Potongan-potongan adegan kala itu masih terekam jelas dan bahkan telah muncul di kepalaku jauh sebelum aku melihatnya sendiri.
Sebuah firasat? Aku tidak tahu…di tengah dukamu kali ini, aku tak berperan banyak, tetapi entah begitu aku mendengar kabar itu, tangisku menjadi. Berkali aku berkata, ini yang sedari kemarin kubayangkan, sebelum kakek pergi.
Aku bertemu denganmu..setelah sekian lamanya tak kulihat kelebatmu. Aku memang tak melihat tangismu, seperti yang kulihat pada kakakmu, ayahmu, saudara-saudaramu. Namun, aku merasa aneh, seolah aku bisa merasakan rasa kehilanganmu.
Aku tahu kamu pasti menangis untuk dukamu kali ini, lelaki hujan…pasti. Tangis atas kepulangan dia yang telah menjadi perantara kehadiranmu di dunia ini. Seseorang yang juga mengetahui masa kanakku, seseorang yang kepadanya ingin kusampaikan terima kasih telah menjadi ibu dari seorang lelaki hujan, lelaki yang telah berhasil membuatku mengerti banyak hal, yang darinya aku mendapat jawaban atas banyaknya tanyaku, yang darinya aku menjadi aku yang sekarang ini…
Aku memang memilih untuk undur diri dan tak melihatmu ketika sampai di rumah terakhir ibumu, bukan karena apapun, yang aku rasakan kali ini hanyalah, aku berjumpa dengan kawan lama yang entah beranggapan sama atau tidak, turut berduka atas dukanya, sudah.
(Feb. 4 2019 16.30)
Kopi Hitam Pahit dalam Cangkir Berwarna Hitam
pic: https://id.pinterest.com/pin/596375175641614057/
Di tengah duka lelaki hujan, aku bertemu denganmu kopi hitam. Kamu berada di sana, cukup berjarak tetapi aku masih bisa mengetahui keberadaanmu. Kamu mengetahui kisahku dan lelaki hujan, dan aku masih ingat nasihatmu kala itu untuk tak mendengarkan kata hati yang lebih mementingkan perasaan tanpa melihat kenyataan dan kamu juga memastikan bahwa aku tidak apa-apa.
Ketika lelaki hujan muncul dan berada di jarak yang begitu dekat denganmu, aku hanya berpikir, hujan dan kopi di waktu yang sama..sempurna hahahah
Ekor mataku sempat menangkap gerakmu yang lalu mengarahkan pandang padaku ketika melihat lelaki hujan, ya aku tahu kamu melihatku kala itu. Apa pertanyaanmu kala itu?
Kamupun juga memilih untuk berjarak yang cukup jauh denganku ketika sampai di rumah terakhir itu, meski ketika kembali pulang kamu mencipta jarak yang begitu dekat denganku.
Aku tidak mengerti apa maunya Tuhan kali ini, caranya mempertemukanku denganmu tak bisa kusebut sebagai sebuah kebetulan tetapi aku tak tahu pasti atas alasan apa, termasuk campur tangan-Nya di setiap redaksimu.
Selasa, 05 Februari 2019
13.00 WIB