What sound does your heart make the moment you fall in love?
Get TFIOS on Digital HD here.
cherry valley forever
Xuebing Du
Jules of Nature
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Cosimo Galluzzi
sheepfilms
trying on a metaphor

★
$LAYYYTER
Claire Keane

Love Begins
Alisa U Zemlji Chuda
ojovivo
h
I'd rather be in outer space 🛸
todays bird
KIROKAZE

JVL
No title available
No title available

seen from Hungary

seen from Netherlands

seen from United States

seen from United Arab Emirates

seen from United Kingdom

seen from Sweden
seen from Finland

seen from Germany
seen from United States

seen from Türkiye
seen from India
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from China

seen from Hungary

seen from Switzerland

seen from Russia

seen from Türkiye
@thyasayu-blog
What sound does your heart make the moment you fall in love?
Get TFIOS on Digital HD here.
MALIQ & D'ESSENTIALS - UNTITLED
ketika, kurasakan sudah ada ruang di hatiku yang kau sentuh dan ketika, ku sadari sudah tak selalu indah cinta yang ada
mungkin memang, ku yang harus mengerti bila ku bukan yang ingin kau miliki salahkah ku bila kau lah yang ada di hatiku
adakah ku singgah di hatimu, mungkinkah kau rindukan adaku adakah ku sedikit di hatimu bila kah ku mengganggu harimu, mungkin kau tak inginkan adaku akankah ku sedikit di hatimu
bila memang, ku yang harus mengerti mengapa cintamu tak dapat ku miliki salahkah ku bila kau lah yang ada di hatiku
kau yang ada, di hatiku
bila cinta kita tak kan tercipta ku hanya sekedar ingin tuk mengerti adakah diriku, oh singgah di hatimu dan bilakah kau tau, kaulah yang ada, di hatiku
kau yang ada, di hatiku adakah ku, di hatimu
"It take years to build but only seconds to break."
Mungkin ungkapan di atas paling pas bagi saya untuk menggambarkan bagaimana sebuah hubungan dan kepercayaan terbentuk. Diperlukan continuity untuk membina sebuah hubungan yang baik, layaknya menanam pohon sedari bibit kemudian dipupuki dan disirami oleh kebaikan sehingga terbentuk akar yang kuat, berbatang kokoh, dan berbuah manis. Itulah sebabnya, tanpa kontinuitas, sebuah hubungan dapat dengan mudah hancur dalam sekejap saja. Karena sesungguhnya mempertahankan lebih sulit daripada memulai.
Dalam sebuah organisasi, baik formal maupun informal, tentu di dalamnya terdapat interaksi yang melahirkan sebuah hubungan yang kemudian bermuara pada relasi setiap individu dengan individu lainnya atau sebuah organisasi dengan organisasi lainnya. Secara sederhana, everything you do or say is public relations. Layaknya jiwa kepemimpinan, kemampuan berinteraksi, berkomunikasi dan berelasi juga pasti ada pada setiap individu, tentunya dalam takaran yang berbeda-beda. Interaksi dan komunikasi ini sangat diperlukan karena manusia ditakdirkan menjadi makhluk sosial yang tak pernah lepas dari bantuan orang lain. Oleh karena manusia hidup sebagai mahkluk sosial itulah, disadari maupun tidak, manusia cenderung hidup berkelompok dengan tujuan yang sama, yakni untuk meningkatkan kesejahteraan dan kehidupan mereka masing-masing. Dalam tujuannya meningkatkan taraf kesejahteraan dan kehidupan manusia, mereka cenderung hidup berkelompok yakni misalnya untuk mewujudkan kebutuhan sosialnya, terciptanya keamanan, ketertiban, keadilan, kenyamanan, kerjasama dan lain sebagainya. Dalam kehidupan berkelompok pula, manusia relatif tidak berorganisasi namun semua itu terjadi secara spontan untuk hidup berkelompok. Tidak mungkinlah manusia mampu hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.
Seorang PR dapat dikatakan sebagai "image shaper", yang secara harfiah tugasnya adalah untuk menghasilkan kesan positif bagi publik dan meningkatkan reputasi sebuah organisasi. Publik bisa jadi adalah klien, individual, maupun kelompok. Sedangkan organisasi bisa jadi adalah perusahaan, jajaran pemerintahan, partai, kepengurusan, dan lain sebagainya. Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa, "Advertisers lie about the product. Public relations people lie about the company." Seorang PR menciptakan kesan dan citra baik untuk organisasinya, dan pantang menjadi whistle-blower. PR yang sukses harus bisa menjadi komunikator yang baik, secara lisan, tulisan, maupun dalam percakapan telepon.
Saat ini saya mengemban amanah sebagai Kepala Divisi (Kadiv) Public Relation di HMBTI 2014. Saya mempunyai 8 Anggota Divisi yang terbagi dalam 2 Bagian Divisi, yaitu Internal dan Eksternal. Disamping tugas utama sebagai Divisi Public Relation seperti menjalin hubungan dengan Himpunan Mahasiswa lain, alumni, masyarakat, dan organisasi lainnya, Divisi PR ini memiliki beberapa program kerja utama yang menjadi fokus kami dalam periode kepengurusan HMBTI 2014. Proker tersebut antara lain:
Pengabdian Masyarakat; mencakup penggalangan dana musibah/bencana alam, dana bela sungkawa, charity, santunan anak yatim/anak jalanan, mensejahterakan masyarakat dengan memberikan pengajaran, bergotong royong untuk melestarikan lingkungan, dll.
Studi Banding; wadah untuk belajar, berbagi dan menjalin relasi dengan kepengurusan Himpunan di lingkungan Universitas lain.
Roadshow; dapat dikatakan sebagai ajang branding atas nama hmbti sendiri maupun atas nama kampus.
Sharing Alumni; memberikan mentoring dan berbagi pengalaman kepada mahasiswa aktif dari alumni MBTI.
Arak-arakan; memberikan penghormatan terhadap kelulusan wisudawan MBTI dengan membagikan kenang-kenangan, mengibarkan bendera, meneriakkan yel-yel MBTI dengan bangga.
Company Visit; sarana belajar bagi mahasiswa MBTI untuk mengenal code of conduct dari perusahaan tertentu.
Field Trip; berwisata bersama anggota HMBTI dalam rangka refreshing dan mengenal alam luar.
Reuni Akbar; mengumpulkan alumni MBTI bersama dengan mahasiswa aktif MBTI dalam satu waktu, untuk berbagi cerita, saling mengenal, dan melepas rindu.
Mempunyai label sebagai Kadiv PR bukanlah hal yang mudah, karena secara moral pastilah dianggap lebih berpengalaman dan mempunyai level yang lebih tinggi dibanding Angdiv. Terutama dalam menjalankan tugas utama Divisi PR, saya masih harus banyak belajar. Saya akan berusaha menyelesaikan amanah dan pekerjaan saya dengan baik, tentunya dengan kerja sama dengan 9 orang rekan saya di kepengurusan inti, 8 rekan saya di Divisi PR, dan puluhan orang pengurus lain yang tergabung dalam 5 divisi lain di HMBTI 2014. Meskipun pastilah ada kalanya berbenturan kepentingan dalam tugas dan posisi. Tugas dan posisi saya sebagai seorang anak, seorang pemimpin bagi diri sendiri, seorang makhluk Tuhan, seorang mahasiswa, seorang kadiv dan organisator, dan mungkin masih banyak lagi. But i'll do as best as i can. Karena menurut Lao Tzu, "Seorang pemimpin yang terbaik adalah ketika orang hampir tidak tahu dia ada, ketika pekerjaannya selesai, tujuannya terpenuhi, mereka akan mengatakan: kami melakukannya sendiri."
PR HMBTI 2014
(dari kiri ke kanan): Krismanto Sianturi, Jennittya Fitri Hidayat, Firlia Nastiti, Nurlisa Laksmiani Halim, Melati Kartika Putri, Bagus Putra Pratama, Risma Ayu Tyas, Zaky Muhammad, Usmaul Fajaruddin.
The challenge of leadership is to be strong, but not rude; be kind, but not weak; be bold, but not bully; be thoughtful, but not lazy; be humble, but not timid; be proud, but not arrogant; have humor, but without folly. —Jim Rohn