Segerombol orang berdandan rapi, pakaian bagus, setelah kondangan. Wajahnya sumringah, tertawa bahagia, sepertinya wangi dan kenyang juga. Mereka dan setiap milimeter tubuhnya merasa bahwa dunia ini menyenangkan, tidak terlalu buruk setidaknya.
Tak sampai lima puluh meter setelahnya, bapak tua dengan pakaian lusuh, duduk lesehan di trotoar, mengatur napas yang satu dua, dengan karung sampah di sisi tubuhnya. Matanya menatap kerumunan orang berbaju rapi, dia diam dengan pikiran penuh. Merapal doa agar dia sekeluarga tetap tangguh. Dia dan setiap milimeter tubuhnya merasa bahwa hidup di dunia ini tidak mudah, setidaknya agak atau bahkan sangat buruk, dan yang pasti cukup melelahkan. Mungkin.
Sore hari, pulang kerja. Di antara puluhan, ratusan, hingga mungkin ribuan kendaraan yang ada di jalan, bergelut dengan tujuan yang tak seragam.
O, Indonesiaku sayang, doa selalu terkembang, semoga Tuhan berkenan memberi hidup yang menyenangkan untuk semua orang.