"Kalau kita memulai nya karena Allah, jangan mau berhenti karena manusia"
21-10-2020
Show & Tell

izzy's playlists!
we're not kids anymore.

No title available
Today's Document
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Sweet Seals For You, Always
macklin celebrini has autism
Game of Thrones Daily
KIROKAZE
noise dept.
Keni

JBB: An Artblog!
Mike Driver
Xuebing Du
hello vonnie

blake kathryn

No title available
Cosmic Funnies
cherry valley forever
seen from United States

seen from France

seen from Malaysia
seen from Sweden
seen from Brunei
seen from Canada

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Poland
seen from United States
@tobemuslimistolearn
"Kalau kita memulai nya karena Allah, jangan mau berhenti karena manusia"
21-10-2020
Ada kalanya,,
Menulis tanpa makna
Membaca tanpa rasa
Bicara tanpa kata
Thursday, 9 May 2024
Untuk Calon Imamku..
Untuk kamu yang sedang berproses menuju pernikahan bersamaku.
Semoga Allah jaga niat lurus kita, utuhkan separuh agama. Pasca khitbah ujian mulai menghampiri kita satu per satu. Rasa ragu dan tak percaya diri meliputi hatiku, mungkin begitu juga denganmu. Semoga Allah kuatkan hati kita untuk tetap berbaik sangka.
Untuk Calon Imamku…
Aku ingin kamu tahu bahwa Aku selalu mendo'akan keberkahan di setiap proses menuju niat dan cita-cita kita. Semoga Allah ridhoi dan Allah kabulkan. Tapi,, tahu kah kamu? Bahwa benar kata para pendahulu, "Semakin tinggi batangnya, semakin kencang terpaan badainya". Bahwa, "Allah menguji setiap niat hamba-Nya". Apakah kita sungguh-sungguh karena-Nya atau tidak. Agar kita sama-sama menyadari waktu yang cepat atau lambat bukanlah patokan utama tapi, bagaimana kita melewati segala prosesnya. Bisa jadi 'waktu' itu Allah berikan pada kita sebagai bentuk ujian dariNya. Sanggupkah kita bersabar? Bisakah kita berdamai dengan baik kepada orang tua dan keluarga? Barangkali juga dengan 'waktu' itu Allah ingin kita lebih bersiap dan mendewasa bersama.
Semoga Allah beri ketenangan dan kesabaran di hati kita yaah..
InshaAllah kalau kita jodoh dunia-akhirat, Allah akan persatukan kita sesulit atau sepanjang apapun prosesnya…🌹💕
Mata boleh menangis, hati boleh bersedih, tapi pastikan lisan dan harapan kita tetap percaya bahwa apa yang Allah takdirkan pasti berujung pada kebaikan dan kebahagiaan.
Bukankah tidak ada kelezatan dan kepuasan tanpa didahului oleh perjuangan? Sepanas-panasnya kemarau, pasti akan datang musim hujan. Iya, kan?
Sebab dunia ini tempatnya menanam dan menyemai, dan akhirat tempatnya memanen dan memetik hasil. Sabar, ya.
—jndmmsyhd
Menyukai hujan tidak harus selalu basah-basahan saat ia turun, menyukai bunga tidak harus memetik untuk sekadar memilikinya. Terkadang, ada beberapa hal yang sebaiknya tidak dimiliki, bukan karena tidak bisa, tapi untuk menjaga. Apapun itu.
Menunggu hujan dari teriknya matahari di siang hari.
@jndmmsyhd
Sejak saat itu, aku mulai tutup mata dan fokus saja gunakan logika.
He may still love you He probably does. He probably doesn't know what he wants. He probably still thinks about you all the time. But that isn't What matters. What matters is what he's doing about it, and what he's doing about it is nothing. And if he's doing nothing, you most certainly shouldn't do anything, you want someone who goes out of their way to make it obvious that they want you in their life.
Ntah sudah purnama keberapa dan akan berakhir sampai purnama keberapa
Ntah espektasi apa yang ada jika mesti terus 'mengikuti', padahal sudah diakhiri...
You are a perfect stranger
Ya Raab,, kuatkan hamba untuk tetap bisa mengerjakan amanah dengan baik, baik di atas penilaianMu
Ada masanya overthinking karena pengen belajar ini dan itu, bisa ini dan itu, hold many things purposing to be helpful person 🫠
Di Balik Keshalihan Pemuda Ismail, ada Ayah dan Bunda yang Tangguh
(Poin-poin Khutbah Idul Adha yang disampaikan @edgarhamas di Masjid Al Jihad Kranggan, Kota Bekasi 10 Dzulhijjah 1444 H)
Ibrahim, nama mulia itu terulang 69 kali dalam lembar suci Al Qur'an. Beliau, kisahnya menjadi inspirasi bagi milyaran umat manusia. Namun kali ini aku akan mengajakmu lebih dekat dengan sosok istimewa yang tak kalah hebatnya: sang putra, Ismail alaihissalam. Tadabbur tentang beliau akan ku mulai dengan sebuah pertanyaan: di usia berapakah Ismail kecil saat beliau ditinggal di lembah Bakkah bersama ibunya?
Dalam Kitab Umdatul Qari karya Al Ainiy, kala itu usia Nabi Ismail baru 2 tahun; sedang banyak butuh bonding dengan ayah dan ibunya, sedang saat itu sang ayah pergi ke medan juang di Palestina. Namun lihatlah; sang Ismail bertumbuh menjadi manusia hebat yang lurus pembawaannya, santun akhlaqnya dan lembut budi pakertinya. "Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar..." (QS Ash Shaffat 101)
Betapa takjubnya kalau kita peka, ada fakta penting ketika Ismail mendengarkan perintah Allah lewat lisan ayahnya untuk menyembelihnya. Ayat 102 surat Ash Shaffat mengabadikan momen itu, ketika Nabi Ibrahim berkata, "Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!”
Apa jawaban Ismail? Apakah beliau berkilah? Kabur? Lari tunggang-langgang? Menganggap orangtuanya sebagai toxic?
Ternyata jawaban Ismail begitu tulus sekaligus berhati besar menyambut perintah Allah itu, "Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” Jawaban yang hanya datang dari lisan manusia yang keyakinannya utuh dan murni, akidahnya kokoh tanpa banyak basa-basi. Aku semakin bergetar ketika membaca tafsiran ulama, berapa usia nabi Ismail saat ada di momen berat itu?
Ya, para mufassir mengatakan bahwa kala itu usia nabi Ismail sekitar 13-16 tahun!
Muda, tapi cara pandangnya bijaksana, bahkan melebihi orang-orang yang lebih tua dari beliau. Itulah yang membuatku ingin mengajakmu untuk mentadabburi: apa faktor-faktor yang mampu menciptakan mentalitas seperti yang dimiliki oleh Nabi Ismail muda?
1. Kemurnian Akidah jadi faktor penentu lingkungan sebelum yang lain.
Simak apa yang didoakan oleh Nabi Ibrahim ketika pertama kali menempatkan istri dan anaknya di lembah Makkah, "Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan shalat..." (QS Ibrahim 37)
Yang jadi faktor utama yang membuat Nabi Ibrahim tenang menempatkan keluarga di lembah Makkah, bukan karena fasilitas, bukan karena resource melimpah; tapi karena di situ ada Baitullah! Dan visi Nabi Ibrahim begitu murni: agar anak keturunannya melaksanakan shalat. Barulah kemudian Nabi Ibrahim melanjutkan doanya sebagai pelengkap, "maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur..." (QS Ibrahim 37)
2. Ayah dan Ibu yang Shalih Shalihah
Ismail muda mendapat contoh terbaik tentang keyakinan total pada Allah sekaligus mentalitas ikhtiar yang terbaik dari ibunya: Ibunda Hajar. Kala Nabi Ibrahim meninggalkan keduanya di lembah Makkah yang tandus tak bertanaman itu, Ibunda Hajar bertanya pada suaminya, "apakah yang engkau lakukan ini adalah perintah Allah?"
Ketika Nabi Ibrahim menjawab, "ya", respon Ibunda Hajar begitu dahsyat, "jika memang begitu, maka Allah sekali-kali tak akan meninggalkan kami!"
3. Kedekatan emosional antara orangtua dan sang anak.
Jika kita memerhatikan, saat Nabi Ibrahim mendapatkan perintah untuk menyembelih Ismail, beliau tidak langsung melakukannya dengan tergesa dan kasar. Tidak. Justru, Nabi Ibrahim dengan bijaknya mengabarkan lebih dulu pada anaknya dengan panggilan yang sangat baik, "yaa bunayya!" Wahai anakku sayang. Dan setelah Nabi Ibrahim selesai menyampaikan perintah Allah itu, beliau mengakhirinya dengan sebuah kalimat dialogis, "Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu..." (QS Ash Shaffat 102)
Seorang anak akan tumbuh mencintai model hidup orangtuanya jika memang terjadi dialog yang hangat dan kedekatan yang baik. Moga kita bisa mengambil inspirasinya!
Ngobrol bareng ortu berjam-jam sambil nyatai di meja makan adalah the highest level of my happiness. It always contains a lot of perspectives, ideas, and feelings. Thanks God 🥹
Tulisan: Menata Usia
Ada beberapa orang, yang semakin bertambahnya usia maka semakin bertambah banyak pula kegelisahannya. Semisal perihal jodoh yang belum juga datang, atau rezeki yang sepertinya tidak bertambah. Seakan ia sedang berpacu dan dikejar oleh pencapaian dan usianya. Jika ada, coba tata kembali untuk apa hidupnya hari ini?
Tidak semua yang kita khawatirkan harus soal dunia, cobalah sejenak menenangkan diri dan bercermin pada kekhawatiran mengapa amal ibadah dan kebaikan kita tidak bertambah? Soal salat yang sampai hari ini masih tergesa-gesa? Perihal dzikir selepas salat yang tidak lagi kita rutinkan? Atau mungkin semakin jarangnya kita membuka lembaran Al-Quran padahal usia kita semakin menua.
Barangkali, kegelisahan kita itu semu, bias, sedikit yang mengkhawatirkan akhiratnya. Dan barangkali itu adalah aku sendiri, sang penulis nasihat ini.
Mari mulai menata usia, kembali bertanya untuk siapa hidup kita ini? Apa yang sebenarnya sedang kita perjuangkan? Kemana akhir dari perjuangan hidup ini?
Benar, menata usia. Agar tidak mubadzir usia kita, agar lebih terarah waktu yang akan kita gunakan yang ia pun akan terus berputar. Sampai masanya jatah waktu kita habis.
Menata waktu dan usia.
@jndmmsyhd
Dia mungkin baik, hanya saja..
Yang baik itu ada banyak, tapi yang tepat itu cuman ada satu. Ntah tepat di orangnya atau tepat di waktunya. Yang penting keduanya mesti sama tepat.
Allah yang paling mengetahui dan yang mengatur skenarionya ☝️✨️
Kenali Energimu
Frekuensi energimu dan persepsimu akan menarik orang-orang yang setipe denganmu, jadi coba kenali dengan baik - bagaimana diri kita saat ini. Saat kita berada dalam fase frekuensi yang buruk - meliputi pemikiran, pemahanan, konsep-konsep hidup, cara pandang, dimana mungkin fungsi kognitif dan juga fungsi-fungsi indra kita lagi lemah-lemahnya, jangan sekali-kali membangun kelekatan sama orang-orang yang tidak dikenal.
Apalagi membangun hubungan baru dengan tujuan untuk berumah tangga, wah hati-hati.
Entah kenapa, selalu menyaksikan yang demikian. Energi negatif seseorang itu bisa sangat terasa, mungkin kamu pernah merasakannya dari orang lain? Tapi, apakah kamu juga bisa merasakan saat energi itu berasal dari diri sendiri? Nah, saat sadar itu berasal dari diri sendiri, coba tarik diri, kurangi hal-hal yang keluar dari mulut kita karena berpotensi menyakiti orang lain, kurangi akses media sosial karena kita bisa menuliskan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu ditulis. Memahami diri, memahami energi, memahami frekuensi kita saat ini. Menjadi salah satu seni yang menarik untuk kita pelajari di usia dewasa.
"Nak, setiap ingin punya dan melakukan sesuatu, coba fikirkan esensinya. Karena konsisten dan komitmen itu semakin kuat hingga menjadi azzam yang panjang nafasnya jika kamu tau dan paham esensinya. No one can hold anythings, there are always something you hold and release, and that's normal. Always start asking yourself with WHY, inshaallah you'll find your way. Sudah cerita belum ke Allah ?" _mom&dad_
Di 25 tahun ini, ada beberapa hal yang baru Saya sadari bahwa realita mengajarkan:
1. Pendidikan formal tidak menjadi penentu utama, maka makna pendidikan sejatinya luas sekali dan mesti berkelanjutan.
2. Penolakan adalah bagian hidup yang pasti akan dihadapi di berbagai macam pilihan.
3. Pekerjaan tidak sesuai passion itu biasa, tapi pastikan the real passion tidak hilang. Milikilah nilai yang lebih dari pada sekedar passion.
4. Nilai pekerjaan' yang kita impikan hanya ilusi sejatinya itu adalah kompensasi
5. Datang berbagai macam tuntutan dari orang terdekat adalah normal, maka perlu kelola prioritasnya.
#H-100
"The Great Moments Of Your Life Won't Necessarily Be The Things You Do, They'll Also Be The Things That Happen To You. Now, I'm Not Saying You Can't Take Action To Affect The Outcome Of Your Life, You Have To Take Action, And You Will. But Never Forget That On Any Day, You Can Step Out Of The Front Door And Your Whole Life Can Change Forever. You See, The Universe Has A Plan, And That Plan Is Always In Motion. A Butterfly Flaps Its Wings, And It Starts To Rain. It's A Scary Thought But It's Also Kind Of Wonderful. All These Little Parts Of The Machine Constantly Working, Making Sure That You End Up Exactly Where You're Supposed To Be, Exactly When You're Supposed To Be There. The Right Place At The Right Time"
-HIMYM