Oleh: Felix DassThe Trees and the Wild akhirnya menyelesaikan album kedua yang telah dinanti-nanti orang banyak.Zaman, Zaman adalah judul al...
“Ia membuai dan membuat waktu seolah berhenti.”

JVL

blake kathryn
Today's Document

祝日 / Permanent Vacation

Andulka

tannertan36

No title available
taylor price
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Sade Olutola
🪼

if i look back, i am lost
noise dept.
Misplaced Lens Cap

Kaledo Art
AnasAbdin

titsay

No title available

@theartofmadeline
Mike Driver

seen from Singapore
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from Türkiye
seen from Canada

seen from Philippines

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@ttatw
Oleh: Felix DassThe Trees and the Wild akhirnya menyelesaikan album kedua yang telah dinanti-nanti orang banyak.Zaman, Zaman adalah judul al...
“Ia membuai dan membuat waktu seolah berhenti.”
Get yourselves ready.
Live at 5th Music Galery (video by Herin Damara)
Here’s a cover of Honeymoon on Ice by our folk Putra!
High Dream
You might wanna listen to this cool tracklist from Tyo. Wicked!
Beli album rasuk dimana ya ?
We know it's getting rare by now. But yes, it is actually still available at some music stores. We suggest to consider it as a hunt for yourself and enjoy the adventure of finding Rasuk's album. *wink*
IT'S FINALLY HERE!
Here's Tuah/Sebak, the first official recorded demo from the upcoming 2nd album. Plug your headset in and get ready for shivers.
The Trees and the Wild at Joyland Festival Day 1 #ttatw #stagephotography
now this is some great photo!
The Trees and The Wild Kerasukan di Joyland 2013
Sabtu, 7 Desember 2013. Sebenarnya saya pribadi ingin menulis review tentang joyland festival yang dilaksanakan pada tanggal yang tertera pada pembuka paragraf ini. Tapi rasanya kurang pantas, karena saya baru masuk ke venue saat luky annash turun panggung. Kalau boleh saya menyalahkan, saya akan menyalahkan kemacetan di bogor dan jakarta. Kurang lebih jam 8 lewat saya baru sampai, ya resiko orang urban. Tapi malam itu istimewa buat saya, karena line up terakhir hari itu adalah alasan utama saya pribadi untuk datang kesana, The Trees and The Wild. dan The Trees and The Wild membuat penutupan hari pertama joyland 2013 layaknya sebuah exorcist.
The Trees And The Wild, tampil sekitaran pukul setengah sebelas kurang. Yang saya salut dari penyelanggaraan joyland ini, jadwal benar benar tepat waktu, sebuah hal yang susah untuk dilakukan di negara ini. Saya pribadi sudah memperkirakan songlist yang akan dibawakan nanti, yang jelas saya perkirakan semuanya dari album kedua, kecuali our roots. Dan tebakan saya hanya salah satu, our roots tidak dibawakan. Benar saja, semua lagu yang dibawakan memang dari album kedua, yang menurut saya pribadi lebih gelap, minim lirik, penuh repetisi yang bertujuan menimbulkan klimaks nantinya dan karakternya sangat kuat. Kebetulan juga saya lebih suka karakter album kedua, nuansa laut dan nyiur (soundcloudnya remedy waloni) sangat kental, more creepy dan kearifan lokalnya sangat jelas.
Sebelum konser benar benar dimulai, saya terkaget kaget karena mendengar suara synth atau bebunyian lainnya yang bernuansa horor, fyi karena saya biasa mendengar suara suara itu di film horor eropa. Ternyata suara itu berasal dari stage A, tempat The Trees And The Wild. Langsung saja, sehabis melihat hangatnya penampilan dialog dini hari saya langsung melakukan ‘ritual’ di stage A. Lagu pertama yang dibawakan adalah ‘serangan’, terlihat semua orang sangat menghayati lagu yang dibawakan TTATW ini, lagu ini memang pembuka yang tepat untuk melewati episode gelap yang diciptakan oleh TTATW.
Sehabis serangan, langsung disambut ‘tuah sebak’ tanpa jeda. Setelah tuah sebak, ttatw berhenti sejenak dan langsung memulai saija. ‘Saija’ diawali oleh suara suara anak kecil sedang berteriak berteriak dengan kata kata yang sama dan penuh repetasi, intro yang sampai sekarang menurut saya sangat epic. ‘Saija’, ibarat sebuah sedikit cahaya terang dalam episode gelap yang diciptakan oleh ‘serangan’ dan ‘tuah sebak’ Saija adalah lagu favorit saya dalam penapilan The Trees And The Wild kali ini. Musikalitas dan Permainan seperti orang kerasukan The Trees And The Wild tercermin sekali pada lagu ini.
Sesudah saija langsung disambut ‘nyiur’, kembali kepada nuansa kegelapan. Lalu terbitlah ‘empati tamako’, empati tamako ini menurut saya pribadi adalah lagu andalan dari album kedua ini, lagu ini cocok untuk mewakili ejakulasi yang pas untuk di konser ini, sebuah nuansa terang yang memang pas untuk ditaruh untuk menjadi lagu terakhir. Repetisi repetisi lirik di lagu ini menyerang sugesti kita secara hebat dan lagu ini adalah konsumsi yang tepat untuk otak kanan kita. “Terang yang kau dambakan hilanglah semua yang kau cari” seolah olah secara tersirat mengucapkan perpisahan dan menyatakan semua yang penonton cari dari penampilan episode gelap TTATW kali ini sudah selesai.
Akhir kata, The Trees and The Wild memang sebuah band yang terlalu sayang untuk tidak ditonton dan untuk tidak didengarkan lagu lagunya. Saya memberikan penghargaan lebih untuk remedy waloni, yang saya pun keheranan akan daya pikirnya dan daya musikalitasnya yang sangat kelas tinggi, menurut saya. Mungkin masalah musik adalah masalah selera, tapi mungkin semua setuju The Trees and The Wild adalah selera yang musik sangat berkelas. Setuju?
Joyland Festival @ Taman Krida Loka Senayan, December 2013. [source]
Tribute to The Trees & The Wild Album “Rasuk” 2009 Berlin your single side won’t be denied your melodramatic instant sign is beyond my reach missing you is just too much why don’t you just figure it out you’re fading and i’m still waiting those words that you wrote on the postcard is as cold as the winter chill seems to me it’s not a priority it’s just another little sign that you’re fading and i’m still waiting you’ll fade away
too great to forget
The Trees and The Wild nyatanya memberi lebih dari sekedar repetisi lirik yang orgasmik.
“Each city in Indonesia has their own unique music scene." Begitu yang ditekankan Remedy Waloni ketika dirinya diwawancara oleh EARS. Dari situ, Svara yang sependapat merasa kata-kata tersebut sangat bersinergi dengan suara-suara yang dia ciptakan atas nama Laut dan Nyiur.
Pada ...
It's Remedy's Soundcloud!
Next gig: Joyland Festival, December
You guys are not coming for this year Urbanscapes? WHYYY? You guys are awesome. We all just like, oh gosh, there's nothing else to say last year when we were on the front row of your concert. The music were beautiful and sometimes haunting us sweetly with that kind of Indonesian influence. We love that a lot. Thanks for making this kind of music for this era. We need more music like this! Terima kasih sekali lagi! Greetings from seberang, Malaysia. - zurah-