Mati
empatiku sunyi Baktiku hampa Hatiku mati Adaku binasa

@theartofmadeline
Xuebing Du

No title available

PR's Tumblrdome

oozey mess
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

★
Lint Roller? I Barely Know Her
noise dept.
wallacepolsom

if i look back, i am lost
$LAYYYTER
Sweet Seals For You, Always
🪼
No title available
One Nice Bug Per Day
YOU ARE THE REASON

祝日 / Permanent Vacation

izzy's playlists!
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

seen from United Kingdom

seen from Germany

seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Brazil
seen from Türkiye

seen from United States
seen from Belgium

seen from Singapore

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from Morocco

seen from Jordan
seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@ttdsenja
Mati
empatiku sunyi Baktiku hampa Hatiku mati Adaku binasa
Sometimes, we just need a hug.
I'm not that kind. Really not.
Suatu Saat
Suatu saat nanti akan ada orang yang bakal mendengar segala ceritaku. Yang bisa tahu bahwa aku tidak sedang baik-baik saja. Yang bisa membawa jauh senja pada petang dan hanya ada pagi. Iya, suatu saat yang entah kapan datangnya.
Terlepas dari bagaimanapun caramu berjuang dan apapun yang telah kamu korbankan, ingatlah satu hal bahwa (si)apapun yang sedang kamu perjuangkan belum tentu akan kamu dapatkan.
Tolol
Iya gue begitu tolol karena hampir di semua aktivitas penting gue, gue inget sana lo. Waktu gue ke Lombok-Malang? Siapa yang paling gue inget? Elo. Bahkan gue rela mikirin skripsi lo di tengah-tengah kesakitan gue. Mikirin oleh-oleh apa buat elo. Mikirin bahwa gue harus menjaga hati gue buat elo yang bahkan nganggep gue aja enggak. Waktu gue lomba? Gue juga semangat karena abis lomba bakal jalan sama lo. Tapi ternyata apa? Lo jalan sama cewek lain. Segitu sampahnya ya gue? Gilak sampe omongan gue aja jadi kasar begini.
Melepasmu Dengan Sempurna
Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri bahwa aku jatuh cinta kali kedua. Banyak orang takjub pada akhirnya aku telah melupakan yang pertama. Tapi kamu tau? Justru kamu yang paling kejam melukai bertubi-tubi. Menyesakkan. Membuatku ingin membenamkan diri ke dalam bumi. Apa kamu juga tau bagaimana rasanya begitu mencintai? Aku baru sadar bahwa ketika berada di belakang punggungmu di atas motor malam kemarin, perutku serasa dipenuhi banyak kupu-kupu. Menatap senyummu di dalam kaca spion sungguh menyenangkan. Tapi ternyata malam ini aku tahu bahwa tak hanya aku yang jadi pemuja senyuman itu. Aku salah. Aku yang terlalu percaya kepadamu. Aku yang bodoh. Lebih bodoh daripada tupai. Kenapa aku kembali lagi dalam circle-mu? Hatiku sungguh ngilu, sakit. Sampai aku lupa bagaimana rasanya menangis. Di dalam teater itu, tanganmu lembut menyapaku. Di atas motor itu, kepalamu lembut membercandaiku. Aku terlena. Seperti seorang cinderella. Tapi ternyata aku hanya kurcaci belaka. Sekarang, aku bingung harus mempercayai siapa. Aku berhenti. Sungguh, aku berhennti dari hidupmu. Biarlah kuanggap pertemuan itu tak pernah ada.
Rindu Kedua
Kamu tau rasanya menahan tangan untuk tidak berkirim pesan?
Aku rindu.
Teramat rindu hingga rasanya ingin menerobos jantungku.
Aku rindu.
Kamu mungkin rindu yang kedua tapi rasanya tetap saja sama..
Sama-sama menyiksa.
Selepas dapat beasiswa, akan kuungkap rasa. Menjemputmu menyempurnakan jiwa.
Mungkin di balik punggungmu, aku diam-diam berdoa
memintaNya
agar aku bisa membersamaimu selamanya
atau jika tidak, semoga Dia memberi yang terbaik untukmu.
Lalu, kubunuh rasa penasaran
akankah doa kita akan dipertemukan?
doa yang meminta seseorang terbaik di hidup kita untuk saling menyempurnakan.
Terima kasih kamu yang diam-diam membuatku jatuh hati
dan membuatku teramat ingin memperbaiki diri.
Malioboro, Yogyakarta
12 Juli 2016
Senja,
yang sedang jatuh cinta untuk kali kedua.
Bagaimana cara memintamu
Aku bingung. Sedang sangat bingung. Kamu tahu kan bagaimana latar belakangku? Matematika yang tak hanya dipenuhi angka, tapi juga kode. Kamu pun begitu kan? Meski sekarang ada di dunia yang berbeda, dulunya kamu pun bermain dengan bahasa maya. Aku hanya sedang bingung bagaimana membahasakannya. Bagaimana caranya 'memintamu'? Kamu tahu kan apa maksudku? :)
Tulisan : Apa yang kita beli?
Beberapa hari ini, ketika saya belanja untuk Langitlangit ada sebuah pelajaran berharga yang saya dapatkan. Pelajaran yang diperoleh bukan dari belanjanya, tapi dari tempat lain yang kemudian menjadi terkait dengan proses belanja tersebut.
Kehidupan yang semakin materialis dan hedonis seperti sekarang ini memang banyak ujiannya. Ujian bagaimana kita mengelola hawa nafsu kita ketika belanja.
Seringnya kita diberikan tips dan trik belanja hemat dengan tujuan pengeluaran uang minim tapi bisa mendapatkan barang yang diinginkan. Atau tips dan trik memilih barang tertentu berdasarkan kebermanfaatan atau fungsi. Beberapa hari yang lalu, saya belajar tentang tips belanja yang lebih fundamental lagi.
Yaitu tentang pertimbangan hisab. Bahwa barang-barang yang kita beli/konsumsi nanti akan ada dalam rincian hisab ketika kita sudah di akhirat. Sesuatu yang sebelumnya tidak saya pikirkan sampai semendalam ini.
Akan ditanya barang itu dibeli dengan uang yang halal atau tidak, barang itu digunakan untuk apa saja, dan banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang akan kita hadapi ketika membeli sesuatu. Apalagi membeli yang bukan kebutuhan, lebih kepada sesuatu yang tersier atau mewah. Bahkan sampai memaksakan diri untuk kredit yang otomatis itu terjebak dalam riba.
Ketika beberapa waktu lalu saya membeli handphone yang cukup mahal, saya berpikir ulang tentang apa yang sudah saya pegang ini. Jangan-jangan saya tidak bisa mempertanggungjawabkan hisab dari barang ini kelak. Ada perasaan sedih mengetahui apa yang terjadi sebelumnya. Pun ketika hari ini saya memikirkan tentang jumlah mainan mobil-mobilan saya yang begitu banyak dan hanya disimpan, tidak memberikan manfaat apapun sama sekali. Rasanya sedih sekali. Apakah nanti saya bisa mempertanggungjawabkan mainan-mainan itu?
Belanjalah untuk akhirat. Sesuatu yang memang bermanfaat dan memberikan pahala yang mengalir dari sana. Semoga kita semakin bijak dalam menyikapi kehidupan hari ini. Kadang kita memaksakan diri butuh sesuatu padahal tidak. Memaksakan diri ingin memiliki sesuatu yang terkini padahal masih memiliki yang berfungsi. Ya, hidup semakin tidak sederhana. Mencari yang sederhana itu memang semakin sulit :)
Yogyakarta, 3 Januari 2016 | ©kurniawangunadi
Kangen. Kangen. Kangen.
Entahlah
Entahlah. Aku tidak bisa banyak berucap. Aku heran padahal kata-kata(nya) sering menjahiliku atau lebih tepatnya meledekku tapi kupu-kupu di perutku tetap saja berterbangan. Ini semua menyebalkan. -_-
Spion
"Ngg.. lo bete?" "Banget." "Yahh... Maafin gue :( " Sepanjang jalan, Senja cuma diam. Macet. Melihat ke samping, spion mobil. Dia tengah tersenyum. Dasar menyebalkan! Hey, mister menyebalkan kita belum sempat naik bianglala tauk XD
Hey, mau mengajakku ke istana (lagi)? :)
Antagonis
Di sebuah perlombaan teater, jantung gadis itu berdegup kencang. Dia berada di nomor urut tiga. Bukan karena akan maju di babak pertama, tapi dia akan mencoba sesuatu yang baru. Sebuah peran, tentang seorang gadis yang sebentar lagi mati karena mengidap kanker. Nomor urut pun dipanggil, "tiga". Dia naik ke atas panggung. Memelaskan wajah, menyendukan tatap, memelankan suara. "Tuhan, kenapa harus terjadi kepadaku?" Air matanya bercucuran. _________________________________ Pengumuman. Gadis itu tidak menang. Sudah ia duga. Akan tetapi ia meyakini bahwa ia telah memenangkan dirinya sendiri. Lalu, ada orang lain yang bilang: "Kamu nggak cocok peran protagonis, semua di hidupmu adalah antagonis." Dia tersenyum. Tidak membenarkan atau menyalahkan. Karena dia ingat kata-kata Ali bin Abi Thalib: "Tidak perlu menjelaskan dirimu kepada siapapun, sebab yang membencimu tidak akan mempercayainya dan yang menyukaimu tidak membutuhkannya."