(jangan terkecoh, dia atau dia?)
selalu ada masa lalu yang menjadikan bagaimana kita hari ini. masa lalu lah yang memiliki peran akan terbentuknya kita hari ini. kebahagiaan, kepahitan, air mata, luka, trauma, kesedihan semua menjadikan kita manusia yang ingin memiliki harapan selanjutnya di masa yang akan datang. lalu bagaimana masa lalu itu bisa hilang? tidak ada bayang-bayang lagi dalam langkah-langkah kita yang lainnya di masa depan? ah. itu tidak mungkin hilang. masa lalu yang begitu menyakitkan sekalipun akan terbingkai begitu jelas di benak kepala. karena ia tak mungkin hilang, maka salah satu hal yang bisa dilakukan adalah mengindarinya. maka tepat rasanya jika memulai dengan tidak memalingkan wajah pada masa yang telah berlalu itu. meski, semenyangkan apapun itu. dia tetaplah masa lalu.
biarkan kamu tarik nafas sebentar.
betapa hal yang telah kau dan dia bangun begitu serius dan mendalam, luluh lantah oleh kesalahan dan kebodohan masa muda yang ceroboh.
lalu, bagaimana hari ini? dengan seseorang yang telah bersamamu sekarang dan dia jauh berbeda dengan si menyenangkan masa lalu itu? akankah setiap kesempatan untuk sekedar menemaninya berjalan-jalan sore itu kau genapi? konyol sudah! kau kerangkeng pasanganmu sekarang dengan harapan-harapan masa depan yang kau janjikan, sedang kau masih berjalan dibalik bayangan masa lalumu?
sedang selama ini perlakuanmu tak beda jauh dengan apa yang kau lakukan pada masa lalumu.
benarkan yang kau bilang?
nyatanya kamu seolah menutupi perasaanmu, rindumu yang begitu dalam itu. setiap kali ada masalah yang terurai, namanya lah yang kau sebut. dipikiranmu selama ini ada dirinya kah? ah trauma. iya setan itu bernama trauma. lalu haruskah dia menjadi korban akan kesedihanmu di masa yang lalu. sial! kau memang masih dibayangi masa lalu.
tidak, kamu sama sekali tidak bercengkrama lagi dengan masa lalu. namun tidak dengan bukti yang terpampang nyata. semakin kau berkilah semakin kau terasa jauh dan asing. siapa kamu?
ditampar oleh bayang masa lalumu.
semenyenangkan itukah bersama dia.
selalu bermesraan sepanjang hari, dilayani dengan senyum manis dan wajah cantiknya, ditemani dalam setiap perhelatan, bahkan tak tanggung kau bantu dia dengan mudahnya. kau ringankan bebannya, kau buat dia terlihat lebih menawan. bukan terjerembap hina dan buruk serta ditelan bumi saat bersamamu.
ah pernahkah kau bilang dia bodoh berulang kali? tidak. jika dia bodoh, dia tak akan mudah dibohongi seperti dia. tak akan mudah percaya dengan gerak-gerak halus yang tak terlihat. kamu tahu? dia selalu merasa ko.
mungkin hanya mendaramatisir keadaan.
atau dia hanya cemburu pada masa lalumu,
masa lalumu bersama banyak sekali perempuan yang jauh penampakannya dengan dia hari ini.
masa lalumu yang melukainya.