katanya, orang tua selalu memaafkan anaknya. padahal, anaklah yang selalu memaafkan orang tuanya. buktinya, kalau kamu memarahi anakmu, membentak anakmu, ujung-ujungnya mereka tetap ingin kembali ke pelukanmu.

Love Begins
Cosmic Funnies
Lauren Shippen

Game Changer & Make Some Noise
I'd rather be in outer space 🛸

No title available
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
🪼
d e v o n
Fai_Ryy
seen from United States

seen from Chile
seen from United States

seen from Canada
seen from United States
seen from Costa Rica

seen from Spain

seen from Denmark
seen from Brazil
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Germany
seen from China
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Tunisia
@tumbuhbersamaku
katanya, orang tua selalu memaafkan anaknya. padahal, anaklah yang selalu memaafkan orang tuanya. buktinya, kalau kamu memarahi anakmu, membentak anakmu, ujung-ujungnya mereka tetap ingin kembali ke pelukanmu.
Jika diantara detak detak waktu yang abadi, semesta kembali mempertemukan kita kembali. Akan ku ceritakan padamu tentang malam-malam mencekam, dimana kau dapati aku penuh luka tertikam oleh kenangan yang tiba-tiba datang menghantam.
Jika diantara siang malam yang silih berganti, dunia tidak sengaja mempertemukan kita di suatu hari. Akan ku ceritakan padamu hari-hari sepi, dimana bayangmu tak mau hilang dan tak mau pergi.
-jika
"Terkadang sesuatu nampak begitu indah hanya karena kamu belum memilikinya saja."
Pernahkah kamu berada dalam satu momen dimana saat itu kamu mendambakan sesuatu, dan pada saatnya Allah memberi kesempatan kamu memiliki itu, lalu kamu bersenang-senang dengannya, tiba-tiba apa yang dulu begitu nampak indah itu kini menjadi biasa-biasa saja?
Kau tau? Memang demikianlah tabiat manusia. Yang jauh tampak berarti, yang sudah dimiliki justru tidak disyukuri. Begitulah fatamorgana dunia, apa yang nampak di mata memang memikat hati.
Maka dari itu, jangan sampai kamu letakkan dunia ada di dalam hatimu, sebab ia akan membutakan matamu. Dalam sebuah novel yang saya baca, berjudul Pangeran Cilik, Rubah berkata:
"Dan sekarang inilah rahasiaku, sebuah rahasia yang sangat sederhana: Hanya dengan hati seseorang dapat melihat dengan benar; yang penting tidak terlihat oleh mata."
masih perkataan sang Rubah:
"Hal terindah di dunia tidak dapat dilihat atau disentuh, namun dapat dirasakan dengan hati."
Ada satu hari dalam setahun, dimana pagi terasa hampa sekalipun berada dalam keramaian, terasa dingin sekalipun matahari bersinar terang. Hari itu adalah hari ini.
I miss you, Papa.
Menemukan.
Teruntuk Sahabatku, Er
Akan ada hari-hari yang terasa panjang saat kita menunggu kedatangan seseorang yang akan melengkapi separuh diri. Menebak-nebak siapa dirinya? Apakah dia orang asing atau sebaliknya?Bagaimana perangai sosoknya? Bagaimanakah nanti kesan pertama saat bertemu dengannya?
Akan ada hari-hari yang terasa mengecewakan, saat hati ini keliru memaknai arti pertemuan dengan seseorang. Firasat menduga sosoknya adalah yang kini berdiri di depan mata, namun isyarat menyatakan bahwa belum waktunya dan belum tepat orangnya.
Akan ada hari-hari yang menyedihkan, saat kita merasa lebih dari sekedar kesepian yaitu hadirnya perasaan membutuhkan. Lalu tersadar bahwa di tengah hamparan kehidupan ini, kita memerlukan seseorang sebagai teman mengarungi waktu— bukan hanya sebuah keinginan belaka namun fitrah diri yang tak bisa diingkari.
Kebutuhan, untuk menemukan rasa tentram dalam diri seseorang. Kebutuhan, untuk saling berbagi cerita, warna dan rasa kehidupan. Kebutuhan, untuk saling mengasihi, saling menguatkan dalam perjalanan, saling mengingatkan dalam kebaikan, saling menopang kelemahan diri, saling melesatkan kelebihan-kelebihan, saling menutupi kekurangan-kekurangan dan juga saling merawat dalam segala perubahan keadaan.
Banyak-banyaklah bersyukur jika kelak kau menemukan seseorang yang pertama kali jatuh cinta karena keindahan hatimu. Bukan karena apa yang terlihat dari luar dirimu. Karena fisik pasti akan menua, namun keindahan hati tak bisa didustai dan tak akan lekang oleh waktu.
Mencari yang menarik, tak akan pernah selesai. Mencari yang sempurna, tak akan pernah menemukan ujungnya. Mencari yang cukup dan menerima, itulah penemuan yang teramat berharga.
Sudut Kota, 21 Oktober 2022 20.03 wita
"Kapan bisa selesai sama diri sendiri kalau masalahnya nambah terus?" I asked
"yang kuat, yang sabar." I said
Tidak penting banyak atau sedikitnya hal yang kamu lakukan untuk dirimu sendiri, yang penting kamu memang melakukannya untuk dirimu sendiri.
KG
Kapan Harus Menikah?
Menikah adalah the least thing i could think of in my early 20s. Lol 2 more years until i’m 30.
Waktu gue umur 23 tahun, temen-temen gue semuanya ngomongin nikah dan nikah. Pas gue tanya, “kenapa harus menikah?” jawabannya biasa aja, masih seputar “karena wajib dalam agama” atau “takut dosa lama-lama pacaran” ya udah lah ya itu terserah mereka tapi gue pengen jawaban yang lebih meyakinkan dan bersifat realita.
Di sini lah perjalanan gue mencari arti pernikahan dimulai. Gue percaya dalam Islam pernikahan aja sudah diatur tapi kembali lagi, gue menginginkan jawaban yang meyakinkan hati gue sebagai manusia biasa yang imannya kadang naik kadang turun.
Lalu, tiba-tiba gue udah 25 tahun ketika itu dan masih single. Satu per satu temen-temen gue pun menikah. Ntah udah berapa kali jadi bridesmaid, uhmm 6 kali? Ya selayaknya orang yang sudah menikah, sekarang mereka sudah memiliki anak.
Sekarang usia gue 28, masih tetep sendiri seperti tiga tahun lalu. Satu hal yang gue pelajari tentang pernikahan milenial ini, temen-temen gue yang perempuan rata-rata struggling to express themselves in front of their husbands. Suami-suami mereka punya kecenderungan nyuekin perasaan perempuan. Mungkin karena laki-laki kurang peka dan lebih mengutamakan logika kali ya.
Salah satu temen gue ada yang kalau mau baper pasti ke gue instead of her husband, suaminya kalau dicurhatin jawabannya, “kalau mau ngeluh jangan ke aku. Aku bukan tempatnya” atau ada juga yang suaminya bilang, “positive thinking aja, jangan apa-apa dibaperin”
I was like.. what?? trus istri-istri ini dianggap apa?
Yang gue sadari, as i get older, kita itu semakin baperan bukan semakin santai. Perempuan sih khususnya.
Sampai suatu hari di tahun 2020, gue main Tinder dan ngobrol sama satu cowok. Akhirnya jawaban atas doa gue datang setelah kurang lebih 4 tahun gue meminta kepadaNya.
Eitsss bukan berarti gue menikah dengan dia ya hahaha.
Jadi suatu malam ketika gue swipe right laki-laki ini, berlanjutlah dia menjadi temen chat gue selama sebulan.
Kita memiliki kesamaan, sama-sama bingung dengan karir kita di masa depan. He was close to 30 tapi gak happy dengan kerjaan dia di perusahaan konstruksi.
Malam itu, bayangin aja kita chat dan membicarakan satu dekade kehidupan kita. Ternyata kita memiliki similar penyesalan, achievements dan kegagalan yang we had been through for the past 10 years! Sampai-sampai kita memiliki cara pandang yang sama mengenai sosial, ekonomi, politik, budaya dan agama hahahaha.
Chat dengan dia membuat gue sadar bahwa, betul wanita hanya ingin didengar. Wanita hanya ingin memiliki pasangan yang bisa membuatnya merasa aman. Wanita hanya ingin bercerita dan membuat dadanya merasa lega.
Dari dia, gue berfikir bahwa suami gue kelak harus melalui hal yang sama seperti yang sudah gue lalui. Kesepian, penyesalan, pengorbanan dan pencapaian.
Dari dia, gue menyadari bahwa, ketika laki-laki mengungkapkan kelemahannya, gue melihat kekuatannya.
Dari dia, gue melihat bahwa laki-laki yang masih bingung dengan masa depannya tidak membuat dia menjadi orang tanpa tujuan. Di situlah gue menemukan semangatnya.
Dari dia, gue menginginkan laki-laki yang bisa menjadi rapuh di depan perempuan bukan karena dia membutuhkan belas kasihan, tapi dia percaya bahwa gue adalah wanita yang membuatnya merasa aman untuk menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya.
Dari dia, gue belajar bahwa apakah yang dilalui oleh kita dalam kehidupan ini telah membuat kita menjadi orang yang memiliki rasa welas asih dan empati yang tinggi terhadap orang lain.
Dari dia, akhirnya gue menemukan alasan kenapa gue siap menikah.
Kembali lagi ke pernikahan milenial, temen gue akhirnya mengatakan bahwa, “gue tuh dulu gak tau menikah bakal jadi kayak gini. gue gak nyangka ekspektasi suami ke gue tinggi sebagai seorang ibu dan istri. gue gak nyangka ternyata cinta aja gak cukup. Gue mau single kayak dulu lagi, lo puas-puasin ya masa single lo”
Wow to be honest ya, gue udah mikirin itu semua (yang temen gue katakan) dari duluuuu ketika mereka pengen menikah.
Memang gue jago di teori pernikahan aja ya, tapi akhirnya gue tersadar, gak papa kalian belum nikah. Temukan dulu apa makna menikah menurut diri kalian. Rencana Tuhan selalu indah untuk umatnya dan gue percaya itu.
Titik terendah dalam hidup gue di usia 26 dan 27 tahun. Temen-temen gue yang nikah antara 23 dan 25 juga mengalami titik terendah di usia yang sama kayak gue, bedanya dia udah menikah dan suami mereka tidak membantu menyelesaikan masalah-masalah temen gue. Ada temen gue yang sampe nelfon ibunya ketika mengalami post-partum dan secara bersamaan suami kurang peka, “mah aku gak kuat ngurus anak, aku bisa nyakitin diri sendiri kalo begini terus” setelah itu, nyokapnya dateng ke rumah dia dan tinggal untuk sebulan. Gue gak nyangka bahwa tidak didukung oleh suami ketika melalui post partum bisa membuat orang semarah dan seputus asa itu.
Kalau kalian yang baca ini masih di bawah usia 25 tahun, please go find yourself first. Temukan makna kehidupan ini dengan langkah kaki kalian sendiri. Gagal dulu, sedih dulu dan bahagia dulu. Temukan cara kalian keluar dan bertahan dari masalah kalian. Inget, di usia 25 tahun ke atas, masalah itu akan ada di kehidupan kita bukan sebentar tapi bisa berbulan-bulan bahkan menahun.
Gue gak nyuruh kalian buat gak nikah muda ya, tapi beneran deh, temen gue yang nelfon nyokapnya itu menurut gue dari segi agama bagusan dia dibanding gue. Tapi kita gak bisa mengukur orang dari tampilannya. Setiap orang memiliki battle you know nothing about.
Dan ini hal baru yang gue tambahin dalam list kriteria suami gue, mereka harus aware sama mental health issues. Ini bukan hal yang tabu untuk dibicarakan lagi, mental health ini menyerang orang dari berbagai macam latar belakang dan usia. Apalagi kita hidup di zaman sosial media dan pandemi seperti sekarang ini.
Menikahlah ketika kalian udah bisa menerima sifat paling buruknya dia. Menikahlah karena kalian sudah tau hak dan kewajiban kalian sebagai suami/istri dalam agama masing-masing. Menikahlah karena kalian sudah mampu secara emosional dan mental.
Untuk kalian yang sudah menikah dan telah atau sedang melalui masa sulit, kalian hebat. Bertahan dan berjuang untuk keluarga ya!
Untuk kalian yang masih menunggu belahan jiwa, semangat ya! Aku juga kok. Inget ya, menikah ketika kalian sudah bertemu orang yang tepat.
Sebelum terlambat, sebelum rasa sakit itu lebih jauh merambat, aku harus segera beranjak & tak pernah lagi menoleh ke belakang.
Sedari awal, kutahu langkah ini takkan mudah. Dan tetap saja, aku di sana, bertahan. Meski pada akhirnya aku tetap salah & kalah, setidaknya pernah kucoba.
Tapi kini, aku tak punya kekuatan untuk bertahan. Buat apa mempertahankan sebuah perasaan usang yang kadang datang, kadang menghilang?
Sebelum terlambat, sebelum rasa sakit itu lebih jauh merambat..
Barakallah.. hari ini hari insyaAllah hari yg baik, untuk menyempurnakan separuh agama(mu). Aku berdoa untuk segenap kebahagiaan(mu). Semoga kali ini, ikhlas itu melekat lebih kuat daripada rasa sakit yang pekat.
Mendidik Diri Sendiri
Jadilah laki-laki yang baik. sebab kelak suatu hari anak laki-lakimu akan bertanya tentang apa yang kamu lakukan saat ini, termasuk bertanya tentang bagaimana berperilaku kepada perempuan. Dan anak perempuanmu akan bertanya bagaimana menghadapi laki-laki di sekitarnya dan bagaimana mengenal yang baik di antaranya. Jadilah laki-laki yang baik. Agar jawaban dari pertanyaan itu bisa menyelamatkan lebih banyak hal yang tidak bisa kamu lindungi saat ini. ©kurniawangunadi
#00.45 AM
Kamu boleh saja dengan mudahnya pergi, tapi jika ingin kembali, aku tak bisa janji.
Aku perempuan yang mawas diri, tak perlu mengulang kebodohan yg sama, apalagi hingga sakit hati.
Jika kita tertakdir bersama, toh kita takkan bisa lari. Meski kembalinya rasa percayaku padamu, harus kau upayakan sekuat hati.
Jika pun kita tak bisa bersama, aku yakin ada jalan indah bagi kita masing-masing yang telah menanti.
#28.10
Darah seni diturunkan ke aku. Meski implementasinya bukan pure bidang seni, tapi lebih ke sense desain grafis, sense nulis (kalau lagi mood & niaaat banget) dan nyanyi (meski skill nyanyi akhirnya nggak pernah terasah lagi, haha). Sepaket sama ngomong cepet, pola pikir, & beberapa watak yang sering kontra sama mama. We made a good team! Mungkin karena kita lahir di tanggal & bulan yang sama?
Hari ini bukan hanya tentang sumpah pemuda, tapi ini hari lahir kita. Biasanya, di jam ini, kita bakal ngobrol via telpon, atau video call, cuma untuk menyesali kenapa dulu tanggal lahirku digeser sehari saat daftar akte.
Your voice still lingers on my mind. I miss you, Pa
Happy bornday to us!
Gimana, gimana? Kamu nyari pendamping hidup yg kayak mana? Kamu nyari yg bisa benerin rantai copot? BISA Kamu nyari yg bisa ganti lampu? BISA Kamu nyari yg bisa benerin kipas rusak? BISA Kamu nyari yg bisa restore file HD? BISAAA ⬇⬇⬇ UD. BISA MANDIRI ⬇⬇⬇ Atau kamu nyari yang bisa sembuhin hatimu? Gimana yaaa.. Susah sih, tapi kalau sama kamu bisalah kita bicarakan baik-baik 🤭😆 https://www.instagram.com/p/CQA4KXLLgHi55LPbmYGPNF18CjZ9RkSHnWjy740/?utm_medium=tumblr
The land of Palestine is our home, the blood of its people is our blood. The tears of its children are our tears, and their longing of freedom for Palestine is our longing. We may not live in Palestine, but Palestine lives in us.
#savepalestine #savesheikhjarrah
Foto pertama di 2021. Foto ini tercetus atas idenya perempuan paling kalem (meski kadang absurd) diantara kami, yaitu... aku. Bukanlah! Masa iya aku kalem 😂 Ceritanya, ini last day masuk kerja (sebelum libur lebaran), udah pada cantek2 dari pagi eh ternyata kerjaan super hectic sampai selepas ashar, bahkan ada yg lembur. Alhamdulillah bisa terwujud juga foto berlima, sebelum pada entah kemana.🥺 Nah, jika selama bertemu atau mengenal kami, kadang lidah kami terlalu tajam dalam bertutur, sikap kami kadang ngelantur, atau prasangka kami yang ngawur, mohon dimaafkan yaa Lur.. Selamat Idul Fitri 1442 H Taqabalallahu minna wa minkum wa ja'alanallahu minal 'aidin wal-faizin Mohon maaf lahir batin 😊🥺🙏🏻 -Tim FGD Sehabis Ashar- (at Special Region of Yogyakarta) https://www.instagram.com/p/COyBJD6rGKhYGbWTXaVbydU9tD_F58EpVLpCs80/?igshid=1o3twvly26wc2
#20.30
Pada suatu saat nanti, sebelum kita tertidur, aku akan mendengarkan cerita harimu. Tentang beberapa pekerjaanmu yang tertunda, tentang kekhawatiran bagaimana anak-anak kita akan berkembang, atau keresahanmu tentangku. Sesekali aku akan terbawa arus serius atau justru ikut menertawakan bagian cerita yang lucu.
Pada suatu saat nanti, sebelum kita tertidur, mungkin aku yang akan bercerita bagaimana keadaan rumah, tentang tumbuh kembang anak-anak kita, tentang hal-hal kecil yg sebaiknya tidak kamu lewatkan. Sesekali kamu akan menguatkan atau menyimpannya untuk dipikirkan kemudian.
Kita akan saling berbagi, saling melengkapi. Saat itu, aku ingin kamu tahu, betapa bersyukurnya aku bahwa kita saling menemukan. Semoga kita lekas bertemu, hey kamu :)