Tahan tahan jangan ribut meskipun kesel bgt. Beh sotau pol

shark vs the universe
$LAYYYTER
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

Game Changer & Make Some Noise

titsay
noise dept.
occasionally subtle
art blog(derogatory)
Noah Kahan
d e v o n
Not today Justin
Today's Document

Discoholic 🪩
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
macklin celebrini has autism
🩵 avery cochrane 🩵
RMH

pixel skylines
taylor price
Claire Keane
seen from United States
seen from Algeria
seen from United States
seen from Ireland
seen from Ukraine
seen from United States
seen from United States
seen from Iraq
seen from Pakistan
seen from Colombia
seen from United States
seen from Brazil

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Germany

seen from Ukraine
seen from Vietnam
seen from France
seen from Thailand

seen from Egypt
@tumiskangkungs
Tahan tahan jangan ribut meskipun kesel bgt. Beh sotau pol
terima kasih ya Allah
segala puji bagi-Mu ya Allah, Rabb yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. terima kasih untuk-Mu tak terbatas dan tak akan pernah impas.
ya Allah, terima kasih untuk ujian hidup yang Engkau berikan. karena ujian ini, aku ingat sebagian besar (kalau belum semua) dosa-dosaku. aku yang ingin bertaubat memang sudah meninggalkan maksiat itu. aku melupakan masa-masa itu. sampai-sampai, aku juga lupa bahwa dosaku masih ada. terima kasih ya Allah karena Engkau mengizinkan aku meminta ampunan lagi atas dosa-dosaku yang dulu. ampuni aku ya Allah. maafkan dan hapuskan dosa-dosaku.
ya Allah, terima kasih atas segala patah hati dan kesedihan yang Engkau takdirkan. karena perasaan ini, sholatku bisa lebih serius (kalau belum bisa disebut khusyuk). aku lebih sering mengingat-Mu. aku lebih panjang berdoa. aku lebih sabar menyandarkan urusanku kepada-Mu.
ya Allah, terima kasih atas segala kekecewaan yang Engkau sematkan dalam hatiku. terima kasih untuk setiap kehilangan yang mungkin aku pun masih berusaha untuk ridho atasnya. aku sadar betul sekarang. segalanya adalah milik-Mu. dunia ini memang senda gurau. dan Engkau adalah sebaik-baiknya perencana. Engkaulah Rabb yang Maha Mengetahui, Maha Menentukan.
ya Allah, terima kasih untuk badai yang Engkau mampirkan kepadaku. sekarang aku sangat yakin bahwa Engkau tak pernah meninggalkanku. terima kasih telah mengingatkanku bahwa aku memang sangat lemah jika tanpa-Mu. terima kasih karena Engkau selalu ada.
ya Allah, peluklah aku selalu. bimbinglah aku ke jalan yang Engkau ridhoi. sekarang aku sudah tidak takut lagi ya Allah. dengan pertolongan-Mu, aku kembalikan segala urusan kepada-Mu. jaga diriku ya Allah.
Mengilhami Keikhlasan dan Mengamini setiap Takdir
“Allah akan iya, ketika engkau sudah ikhlas pada semua yang tidak” - Cak Nun
Ketika engkau tidak lagi menggenggam dengan cemas, melainkan melepaskan dengan ridha. Saat itulah, langit mendekat dan bumi menjadi teduh.
Cak Nun mengingatkan kita bahwa kadang “iya”-Nya Allah tak muncul saat kita sedang ngotot, tapi saat kita tunduk dan berkata: “Jika bukan ini yang terbaik, aku pun siap dituntun ke yang lebih hakiki.”
Dalam penolakan, dalam kehilangan, dalam kegagalan—di situlah Allah sedang mengasah ruh kita untuk mengenal makna cinta yang sejati: cinta tanpa syarat, pasrah yang tidak pasif, tapi penuh iman.
Barangkali yang sekarang tertutup bukanlah pintu, melainkan mata hati kita. Dan ikhlas itu bukan menyerah, melainkan mempercayakan kendali pada Dia yang lebih tahu arah. Sebab jalan Tuhan seringkali terlihat sunyi, tapi justru di sanalah damai abadi bersembunyi.
Ketika ikhlas sudah sepenuhnya hadir pada semua yang “tidak”, di situlah semesta mulai mengamini doamu yang diam-diam dipeluk langit. Satu per satu, "iya" akan datang—bukan karena kau memaksa, tapi karena ikhlasmu mengetuk pintu-pintu arasy-Nya.
Sebab Allah tak pernah menjauh, hanya menunggu kau benar-benar pulang. Dan dalam pulang itu, tak ada yang lebih suci dari hati yang mengilhami keikhlasan dan mengamini setiap takdir,
Maka sekali lagi, biarlah nasehat Cak Nun ini meneduhkan langkahmu: “Allah akan iya, ketika engkau sudah ikhlas pada semua yang tidak.” Dan itu cukup, lebih dari cukup, untuk terus berjalan.
-Kaderiyen || Yogyakarta, April 2025
Suka banget pas papa mertua sama mama mertua rebutan lumpia bikinan aku sama mas suami buat buka puasa. Hehehe lucuuuu deh
Ya Allah berkahilah keluarga mama mertua saya Ya Allah. tidak ada satu katapun nanyain udah isi/hamil atau belum. Bahas hal-hal normal no pamer-pamer. Padahal keluarga beliau ini mostly dokter spesialis, dosen, guru cuman nggak brisik. Emang mental banding-bandingin tuh mentalitas orang nggak 'cukup' sama diri sendiri. Masyaallah banget mereka, mana sekalinya adzan semua laki-laki ke masjid lagi. Perempuan di rumah buat jamaah sendiri. Sangat cemara ijo royo-royo.
pemerintah kayak anjing.
Hanya karena lu kenal ibu mertua gue, bukan berarti bisa tanya udah hamil belum pas pertama kali ketemu. Lu siape? Bingung njirrr sama orang. Pertama ketemu bisa tanya gitu. Basa basi dulu apa kek.
Oh Allah, please forgive me for worrying, while knowing you always make a way.
No matter how awful things happened in a day; coming home to some intimate talks, joyful laughs, hearty meals and ending them all with a long warmest hug and cuddle, is indeed a luxury I never dare to dream about in my darkest time.
You live long enough to finally be here, treasuring every seconds you have.
Males bahas politik tapi sejak dipimpin pak Mul sampe sekarang, mode kebijakan govt tuh selalu mode survival. Ga ada mode pemeliharaan, mode yang beneran membangun.
Contoh sederhananya, kalau orang Indonesia banyak kena penyakit katastropik, ya ayok pemerentah bikin kebijakan untuk encourage agar makanan yang beredar di pasar bukan yang manis-manis atau ayam geprek doang.
Kalo minat baca berasa rendah, ya ayok bikin kebijakan biar bahan bacaan lebih accessible.
Mana bisa govt mikir ini kalo yang dipikir selama ini cuman mikir efisiensi. Ato bikin projek mercusuar ga guna.
Gue rasa hal-hal kayak gini ga kepikiran tuh bukan melulu karena negara kita miskin. Tapi ya koruptor dzolimnya naudzubillah 😂
Dosa gue buanyaaak. Kalo di padang mahsyar belum tentu aman. Tapi beneran kalo di akhirat kelak pikiran gue ternyata waras, gue bakal bilang ke gusti Allah, ga bisa maafin koruptor. Masukin mereka ke neraka aja. Semua manusia itu berdosa. Tapi dosanya koruptor ga termaafkan. Efek kejahatannya tujuh turunan.
Apakah melakukan ibadah sunnah itu baik? Sangat baik! Tapi bagaimana kalau justru ia mengalahkan hal-hal yang wajib?
Kekeliruan cara berfikir kita saat ini adalah karena kita melupakan atau belum tahu, manakah ibadah yang fardhu; kemudian pembagiaanya yang 'ain dan kifayah, bagi kita
Inilah problematika ilmu yang implikasinya berpengaruh pada cara kita hidup
Sholat tarawih itu sunnah, dan baik tapi mendahulukan tarawih di saat jam jaga malam, ada pasien gawat darurat yang perlu segera ditolong keselamatannya adalah hal yang keliru
Sholat dhuha itu sunnah, dan baik, tapi mendahulukannya di saat jam kerja, hingga mengganggu pelayanan kepada masyarakat itu juga hal yang keliru
Mungkin kemudian saya akan dicap lebih mementingkan dunia daripada akhirat, biarlah
Tapi izinkan saya bertanya, apakah saat kita bekerja di kantor, meneliti di lab, melayani masyarakat, mengobati pasien; kita niatkan hanya utk dunia saja? Sehingga seolah-olah saat kita profesional dan maksimal bekerja kita dianggap cinta dunia?
Silakan jawab sendiri
Padahal ahwal kita, kondisi kita itu Allah yang menetapkan, maka apakah kemudian Allah sengaja menetapkan kita hanya untuk mencintai dunia saja? Tentu tidak!
Inilah penting untuk mengetahui, mengilmui, memaknai, apa itu ibadah, bukan sekadar yang sifatnya ritual 5 kali sehari, puasa, zakat, juga haji; tapi menurut Ibnu Abbas saat menafsirkan ayat penciptaan dengan tujuan beribadah, adalah untuk mengenal Allah
Kita diciptakan untuk mengenal Allah, dan berhutang kepada Allah karena telah diciptakan. Kita tidak akan pernah mengenal Allah jika tidak diciptakan; maka sejatinya ibadah kita dalam rangka mengenal Allah
Kita sudah lama terjebak dalam dualisme berfikir dunia dan akhirat, bekerja atau ibadah, belajar atau berjihad; seolah-olah hanya boleh memilih, padahal dalam islam ia bagian yang satu (tawhidi)
Maka mari, jujurlah dalam berilmu, adil juga dalam menilai, tempatkan sesuatu pada tempatnya, tidak berlebihan, juga tidak menggampangkan, jangan serampangan, tapi tidak perlu juga memberatkan atau dipaksakan
Semoga tidak ada lagi yang bertanya "bagaimana cara menyeimbangkan belajar dan beribadah" atau berlaku tidak profesional dalam bekerja dengan alasan "itu cuma dunia"; ya pantas saja, umat islam lemah, karena kita memang sudah lemah dalam berfikir
Kemenangan itu dekat, sangat dekat, tapi menujunya sangat jauh, berat, dan sukar; bersiaplah selalu!
Sebagai orang yang pernah didiagnosa klinis panic disorder, ngerjain listening test-nya IELTS itu jadi sangat challenging. Seringnya brainfog aja, sehingga mentok di score 7. Hari ini baru nyadar banget, ternyata bukan skill listening gue yang jelek, tapi otak gue yang tbtb ngefreeze pas harusnya dipake karena overwhelming. Oke fokus ajadeh, siapa tahu bisa naik at least setengah atau satu band gitu pas di real test.
Nasihat Hari Ini Ada satu nasihat yang benar-benar menjadi pengingat kita sebagai seorang muslim dalam menjalani kehidupan. Agar jangan sampai salah dan keliru dalam memiliki pandangan hidup. Allah telah menciptakan kebahagiaan hidup ada di dalam diri, bukan di luar diri. Sehingga ketika kita menyadarkan kebahagiaan, keberhargaan, ketenangan, keberdayaan hidup di sandarkan pada sesuatu yang ada di luar seperti uang, harta benda, jabatan, banyaknya jaringan, status sosial. Begitu hal-hal itu hilang atau kekurangan, maka hilang semua kebahagiaan, berkdayaan, ketenangan, dan keberdayaan tadi. Berantakan hidup kita. Betapa banyak narasi-narasi yang dibangun di atas trauma, di atas perspektif manusia bahwa agar kita tenang tentang masa depan, harus punya banyak uang. Agar berdaya, harus punya uang. Agar kita merasa bahagia, harus punya ini dan itu. Akhirnya kita menyandarkan semua itu kepada sesuatu selain Allah. Kita lupa bahwa Allah-lah Yang Maha Memberi Rezeki. Dan rezeki itu telah memiliki ketetapan dalam timbangan-Nya. Ketika ada hal-hal dalam hidup hanya dilihat dari mata rasionalitas manusia, logika-logika yang menjebak diri pada pemahaman yang terbatas. Hingga kita lupa bahwa cara hidup kita bukanlah tentang apa yang menurut kita benar dan baik, tapi apa yang menurut Allah benar dan baik. Memang sama sekali tidak mudah untuk bisa menerima semua sekejab mata, tapi mari kita berproses ke sana. Pelan-perlahan membuat hidup kita berjalan di atas landasan dan cara pandang yang tepat. Agar hidup ini lebih tenang, tenang di dunia sekaligus tenang di akhirat.
I hope it's just a temporary nightmare
Ya Allah, mudahkanlah apa yang memang terbaik untukku dan jauhkanlah apa yang memang bukan untukku...
Muqollibul Qulub
Bicara tentang self-care seringkali tricky banget karena definisi tentang self-care tuh seringkali berdasarkan proyeksi kita terhadap apa yang telah kita alami. Bagi orang yang hidupnya selalu hectic, slow living adalah self-care. Sementara bagi orang yang hidupnya baru nemu tujuan, mungkin bentuk self-care-nya adalah kerja keras. Buku-buku self-care pun sangat bervariasi. Ini yang kadang membuat kita bingung ke arah mana hidup kita sebenarnya.
Ada yang bilang bahwa tanda kehidupan yang baik adalah hati selalu tenang dan tidak gelisah. Bahwa tanda manisnya iman adalah ketika kita bisa kalem ketika ditimpa cobaan berat. Apakah demikian? Apakah gelisah itu tanda bahwa manusia sedang jauh dari Allah? Yang maha menenangkan jiwa?
Belajar hidup dengan ADHD membuat gue belajar banyak hal tentang cara kerja jiwa. Dan ternyata ketenangan yang seringkali kita impikan ya memang tidak selalu ada. Tidak selalu kita capai and that's okay.
Kadang kita hidup dengan dopamin yang cukup sehingga bisa beraktifitas dengan baik. Kadang kita hidup dengan dopamin yang kurang sehingga sulit sekali berkonsentrasi.
Neurotransmitter effect is real.
Belakangan gue nyoba ngatur pola makan dengan protein diusahakan tinggi dan tanpa gorengan. Dopamin gue cenderung stabil dan nggak cepat stress. Tapi kadang perkara imbalance hormon or neurotransmitter juga bukan seperti saklar yang ada on-off nya. Maka definisi self-care versi gue adalah bersabar merawat diri sendiri. Ngasih makan-makanan yang baik, disiplin istirahat dan bersabar juga dengan mood yang tidak nyaman akibat neurotransmitter yang tidak seimbang.
Gue nggak lagi meromantisasi ADHD atau ngasih excuse kalo tiba-tiba mood gue jelek. Ini gue tulis karena ketenangan hati itu seringkali dikaitkan dengan iman. Padahal hati dan jiwa yang bergejolak tuh ya mungkin aja memang fitrahnya manusia. Entah karena punya masalah, entah karena struktur otak yang beda.
Berapa kali penyandang neurodivergent ditakut-takuti dengan "gelisah adalah tanda kurang iman", bahwa pengobatan ke psikiater akan membuat kita bergantung dan lepas kendali terhadap diri kita sendiri. Maka kepada Allah gue menitipkan diri gue ketika pikiran gue tidak sedang dalam kondisi baik. Semoga Allah berkenan menjaganya selalu. Agar jangan sampai merugikan diri sendiri dan orang lain. Dan jika pikiran gue sedang dalam kondisi baik, semoga Allah selalu memberi kesempatan untuk berbuat baik.
....
Hari ini ngerasain banget tenaga full tapi nggak mampu konsentrasi. Akhirnya gue cuma diem dan minum air anget sambil ngadep jendela. Yang muncul di kepala gue adalah:
"Ya Allah aku sudah berusaha dengan baik agar tidak mudah stress dan tubuh ini senantiasa dalam kondisi baik. Maka jika mood hamba berantakan lagi, engkau yang maha membolak-balikkan hati. Kutitipkan kepada-Mu dan jaga dengan baik"
Selanjutnya gue nulis tumblr ini dan ya again gue kepikiran buat bilang bahwa gelisah itu hanyalah signal yang harus dimaknai lebih jauh lagi. Bukan tanda bahwa yang maha menenangkan hati sedang tidak mau menenangkan kamu. Rahmat Allah itu luas. Bersabar dalam kegelisahan sampai kita bisa berdiri tenang juga termasuk ruang untuk mendapatkan pahala. Berikhtiar ke psikiater biar bisa hidup dengan baik juga bagian dari kebaikan.
Sebagai orang yang berkesempatan belajar di negara tetangga, ngerasain banget bedanya. Apalagi fasilitas dan infrastruktur kuliahnya.
Mana ada lab kek ginian di Indonesia?
Sad si, negara tetangga pemikirannya udah berkembang terus, dalam negeri ribut masalah biaya UKT yg ngga ngotak. Duit segitu mending kuliah di LN dah. No offense wk.
Btw ini pas ngaslab anak UG (under graduate) a.k.a S1 yang lagi praktikum Chemical Engineering I, tentang double pipe HE (heat exchanger). Sebelumnya udah pegang plate HE and Shell and tube jg si. Cuman paling cepet kelar yg ini.
Aslab disini anak Master/PhD semua. Kagak ada anak S1 ngaslab. 🫠